
Lusa adalah pernikahan aurel dan dafa, orang tua dafa dan orang tua aurel sudah mempersiapkan pernikahan dengan sempurna dan pasti nya sesuai dengan kehendak aurel yang menginginkan pernikahan nya bertema Bollywood,aurel dan dafa tidak banyak membantu karena dafa sibuk dengn kerjaan nya sedangkan aurel? Sibuk berteman, tidur, dan melakukan kegiatan yang non berfaedah, tidak ingin membantu mempersiapkan pernikahan karena alasan kuliah, padahal dikampus pun aurel tidak mendengarkan dan memperhatikan dosennya yang sedang mengajar, aurel hanya sibuk dengn ponsel yang memperlihatkan suami halunya, siapa lagi kalau bukan Shahrukh Khan, maniac Shahrukh Khan emang aurel ini.
Aurel dan sahabat nya saat ini sedang dikelas menunggu dosen masuk, sebelum dosen masuk mereka cerita cerita dan main tebak tebakan dengan teman sekelas.walaupun kalimat yang keluar dari mulut aurel dan selvia sesat tapi mereka semua mendengarkan saja, cuma ciara yang acuh dia sudah paham dengan karakter dua sahabatnya itu.
"Kerjaan apa yang cuma rebahan tapi dapet duitnya banyak, hayoo apa? " tanya selvia.
Mereka semua diam untuk berpikir dan mencari tau jawabannya. Apakah ada kerjaan yang santai tapi duitnya banyak?.
"Gak ada deh kerjaan gitu" ujar aurel. Mereka semua mengangguk mengiyakan ucapan aurel.
"Ada, kerjaan nya nikmat lagi" ucap selvia.
Aurel berpikir keras, kerjaannya nikmat? Dapet duit banyak? Ughhh aurel bingung guyss. Kalau aurel yang gila nya setara selvia aja bingung apa lagi teman-teman sekelas mereka yang hanya teman baru itu.
"Nyerah deh gue" ujar aurel.
"Iya kami nyerah juga deh" ujar mereka serentak.
"Yahhh kalian semua ini payah" remeh selvia.
"Iya terus apa jawabnnya? " tanya aurel kesal karena selvia itu.
"Jawabanyaaaaa... " selvia menggantung kalimat nya kalau menghembuskan nafas terakhir nya ehh? "Penasaran yaaa ha ha ha" tawa selvia karena melihat wajah serius sahabat dan teman-teman sekelasnya itu.
Mereka semua berdecak kesal, mereka nunggu jawaban juga malah bercanda itu si selvia pacarnya tusuk gigi.
"Ck, cepetan deh" kesal aurel.
"Iya iya gak sabaran amat" ketus selvia"jawabannya lont*"jawab selvia.
Mereka diam dan menyimak jawaban selvia, apa tadi katanya? Lont*? Kalau dipikir pikir kerjaan lont* emang rebahan kan?.
"Lont* apa? " tanya mahasiswi yang polos.
"Lont* itu panggilan dari seorang perempuan yang kerjaannya cuma rebahan sambil ngangkang" jawab selvia tanpa beban.
"Dan itu dapet duit banyak? " tanya nya lagi.
__ADS_1
"Iya, banyak banget malahan" sahut selvia.
Aurel mendengkus kesal, apaan selvia ini menjawab seperti itu kepada mahasiswi yang polos, dia kan gak tau dengan kata-kata seperti itu.
"Jangan dengerin selvia ya, dia itu membawa ajaran sesat" ujar aurel kepada mahasiswi itu.
Selvia yang mendengar bahwa dia membawa ajaran sesat jelas tidak Terima, kan lont* emang gitu kerjaannya kan, apanya yang sesat?.
"Itu fakta yah gak sesat, emang lont* kerjanya apa? Nyabut rumput? Tanam biji mata hah" kesal selvia.
Aurel kesal karena selvia yang tidak mau berpura-pura salah. Ciara juga kesal karena selvia baru saja mengotori otak polos teman sekelas mereka itu, setan emang selvia ini.
"Setan lo" ketus ciara yang kesal.
"Lo diam yah, dari tadi udah bagus diam kenapa sekarang jadi bersuara hah" ucap selvia.
"Lo udah ngotorin otak polos teman kita ege, dasar setan" ujar ciara.
"Iya setan lo" ujar aurel.
Selvia memandang kedua sabahat nya itu dengan pandangan sinis, bisa bisa nya kedua sahabatnya itu mengatai nya setan.
"Lahhh orang muji kok malah marah" ujar aurel.
Semua orang menatap aurel dengan wajah cengo. Kata aurel tadi muji? Berarti kata setan itu pujian gitu? .
"Lo muji via setan? " tanya ciara.
Aurel mengangguk "iya, baikkan gue" ucap aurel senang.
"Baik apaan anjirr, mana ada sahabat dikatain setan" kesal selvia.
"Kalian dengerin nih yaaa, setan itu pujian, setan itu patut dicontoh" beritahu aurel sesat.
Mereka diam, pikiran mereka bukan tentang setan itu pujian tapi pikiran mereka yaitu, ada dua orang gila dikelas mereka ini, orang gilanya yang pertama selvia dan yang kedua aurel.
"Apa yang patut dicontoh dari setan" tanya ciara.
__ADS_1
"Jenis setan kan banyak, setiap setan itu ada perlakuan yang patut kita contoh" ujar aurel.
"Apa? " tanya mereka semua.
Aurel menghela nafas dan mulaii menceritakan tentang setan itu.
"hantu yg patut dicontoh, pertama tuyul,masih kecil udah mandiri,cari uang sendiri.kedua kuntilanak,susah senang selalu tertawa. Ketiga pocong,dari dulu baju'nya gk pernah ganti, arti'nya dia tidak tertarik pada fashion sangat bersahaja. Keempat Jelangkung,datang tak di undang, pergi tak di antar, arti'nya dia tidak merepotkan orang lain" beritahu aurel.
Mereka diam memang benar sihh yang dikatakan aurel tapi bukan gitu juga konsepnya kan? Ada yang mau kasih saran untuk diapakan aurel ini?.
"Wahh lo benar bestei, pintar banget sihh bestei gue ini" heboh selvia senang dan menoel pipi aurel.
Ciara dan teman yang ada dikelas situ cengo melihat dua orang gila yang sedang kesenangan itu karena sudah memberi ajaran sesat kepada teman sekelas mereka.
"Kalian bisa bantu gue bawa dua sahabat gila gue ini ke RSJ? " pinta ciara kepada teman-teman sekelasnya itu dan mereka mengangguk saja.
"Lo hebat ci" ujar salah satu mahasiswa.
"Hebat kenapa? " tanya ciara heran dan menatap laki-laki itu.
"Hebat bisa bertahan berteman dengan pasien RSJ"
Ciara berdecak"yaa emang gue hebat, susah buat pertahanin kewarasan kalau dekat mereka tau"ujar ciara dan menunjuk aurel dan selvia yang masih terlihat kesenangan itu.
"Gue salut, dan semoga lo tetap waras dan tidak tertular dengan kegilaan mereka" ujar laki-laki itu dan menepuk-nepuk bahu ciara.
Aurel dan selvia yang melihat ciara sedang bicara dengan laki-laki seketika ide muncul didengkul mereka, kenapa didengkul ide nya muncul? Karena otak mereka didengkul guyss.
"Cieee ciara kayanya akan ada bau bau cinta akan tumbuh nih" goda aurel dan selvia kepada ciara yang tadinya berbicara dengan laki-laki teman sekelas mereka itu sekarang berhenti dan menatap aurel dan selvia tajam.
"Kenapa matanya ci? Kok melotot" ujar aurel pura-pura tidak paham.
"Ck, kalian sangat menyebalkan" ketus ciara.
Aurel dan selvia tertawa melihat ciara kesal, karena mereka sangat jarang membuat ciara kesal, kalau aurel dan selvia jangan ditanyakan lagi, mereka setiap hari, setiap jam, menit dan detik selalu saja kesal. Kalau tidak aurel yang bikin selvia kesal atau malah kebalikannya, cuma ciara aja yang gak karena selain jarang kesal dia juga jarang bicara, berbeda dengan aurel dan selvia yang selalu berbicara dan tidak tahu malu itu.
Mereka yang melihat aurel dan selvia tertawa jadi saling pandang.
__ADS_1
"Dasar gadis gadis gila" ucap mereka semua, aurel dan selvia yang mendengar itu semakin tertawa dan lebih keras.