
Halloo
Assalamualaikum semuaanya
pertama tama, aku mau jelasin yaa kl misalnya ini memang mirip banget sama kisah sebelum sebelumnya. Kl kalian mikir aku gak punya ide lain sih salah besar guys, alasan aku itu karena terlalu ngeship sama ustadz kita nih wkwk. Entahlah karna apa tapi yang pasti, semuanya akan ada jalan yang berbeda yaa... Disini hanya pemeran utama wanita yang diganti... Yaitu Dila Nurul Cahyaningrat
Happy reading all...
kriingg...
Bunyi alarm memecah heningnya kamar dan membuat sang penghuninya terusik akibatnya. Kini tepat pukul 2 dini hari jam itu sudah berdering membangunkan seseorang yang bergelung dalam selimut dengan nyaman di ranjang bak seekor beruang madu sedang hibernasi hehe
Kedua kelopak mata bergerak gerak tanda bahwa orang itu sedang otw bangun. Tampak bola mata berwarna hitam cerah terbuka dan menguap sekilas ditutupi salah satu telapak tangannya. seorang itu adalah Dila. Sudah seperti kebiasaan bangun jam segini untuk melakukan sholat sunnah.
Dila meminum segelas air putih yg berada di nakasnya. Kemudian ia mengambil pakaian dan handuk lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi, Dila beranjak ke dalam kamar untuk melaksanakan sholat tahajjud. Akhirnya Sholat Tahajjud sudah selesai ia lakukan selanjutnya ia mengangkat tangan nya untuk berdoa. Diselingi bertadarus Al-Quran menunggu datangnya waktu Shubuh.
Skip...
Beberapa saat kemudian, Sholat Subuh selesai dilaksanakan dan ia beranjak ke arah dapur. Sebelum kearah dapur Dila terlebih dahulu ke kamar sang adik nya.
Pintu kamar Dayu terbuka, terlihat Dayu masih menikmati alam mimpinya. Dila hanya bisa menghela nafasnya seraya meletakkan kedua tangannya di pinggang seperti seorang ibu yang kesal membangunkan anaknya.
"Masih tidur dek, enak ya berenang di alam mimpi. Astagfirullah lihatlah tersenyum senyum sendiri"gumam Dila melihat adiknya sedang hanyut dalam mimpi seraya tersenyum senyum
Tiba tiba sebuah ide terselip di benak pikirannya. Jika di film kartun seperti ada lampu menyalah terang. Ets, jangan so'udzon dulu kepada kakak yang sayang banget sama adiknya, walaupun dayu jahil terhadapnya namun tetaplah adik limited adition. Tidak dijual di pasaran dan gk boleh tuker tambah.
Ia beranjak ke dapur untuk membuatkan sarapan spesial untuk adiknya yaitu nasgor telur mata sapi dan segelas susu hilo teen untuk adik tercinta nan jahilnya itu. Dila selesai membuat nasgor, harumnya masya Allah sampai yang lagi tertidur pun ingin segera menyantap nya. Nasgor adalah makanan favorite nya apalagi buatan ala chef mba Dila pasti menggugah selera.
Ketika sedang asyik mengaduk segelas susu, tiba tiba ada yg membuat nya terkejut yaitu Dayu. Dila langsung tersentak kaget dan hampir terlonjak.
"dek!? astagfirullah , kebiasaan kamu dek selalu membuat jantungku hampir copot tau gak !?"pekik Dila terkejut.
"mba dila jangan marah dong, hehe"ujar Dayu yang terkikik kecil.
Dayu pun mengeluarkan jurus paling ampuh seperti biasanya. Tak lupa dengan tatapan memohon menginginkan permen itu ditampilkannya juga.
"ya sudah, kamu pasti mencium masakan mba kan, hayo ngaku"tebak Dila
Lihatlah mba Dilanya ini suka bener tebakannya, Dayu hanya menyengir kuda dan mengangguk tanpa rasa salahnya tadi udah ngagetin mbanya. Urusan perut no satu, no debat. Kemudian Dayu hendak duduk dan mengambil nugget yang sudah di masak terpisah dari nasgor.
"haii.. Jangan di ambil, enak saja mandi dulu sana"omel Dila yang menepis langsung tangan adiknya itu.
"hehe iya mba ini aku, adiknya mba dila yang cantik di seantero jagat langit otw mau mandi"oceh Dayu seraya berlari segera mengambil baju ganti dan menuju kamar mandi.
Sedangkan Dila? Jangan ditanya lagi selain nepuk jidatnya melihat kelakuan adik satu satunya ini. Untung adik, kl bukan dah diterjang kirim ke pantai selatan haha.
__ADS_1
Sehabis mandi barulah Dayu menyantap makanannya dengan lahap lalu bergegas untuk bersiap berangkat sekolah. Dayu bersekolah juga di SMA negri yang hanya jalan kaki juga sampai. Dila adalah alumni sekolah tersebut dan ingin sekali melanjutkan pendidikannya setinggi langit kaya bintang. Namun terhalang biaya bahkan sangat berharap dapat beasiswa untuk kuli uyah alias kuliah.
"assalamualaikum"pamit Dayu mencium tangan kanan mbanya.
"waalaikumsalam, belajar yg bener dek"balas Dila.
Dayu menghilang dari pandangannya, Dila langsung saja sarapan dan melanjutkan membersihkan rumah nya. Tiba tiba nada pemberitahuan di ponselnya berbunyi. ia melihat layar ponselnya, ternyata chatting dari sahabatnya di dubai yang sangat ia rindukan.
...Nessa calling 📍...
Nessa
assalamualaikum. apa kabar sahabatku ?
^^^Dila ^^^
^^^waalaikumsalam. Alhamdulillah baik. Bagaimana dengan mu? kapan kembali ke Indonesia?^^^
Nessa
Alhamdulillah baik juga. maaf ya aku belum bisa kembali ke Indonesia. Aku mau kuliah di sini. Bagaimana dengan kuliah mu?
^^^Dila^^^
^^^aku belum kuliah, belum ada^^^
Nessa
^^^Dila^^^
^^^aamiin nes. Yaa gak gimana gimana. Aku belum bertemu dengannya. Masih cari informasi hehe^^^
Nessa
Oh belum ya. Nanti kl ketemu minta foto jangan lupa. Trus kl foto sedikit mendekat agaknya masih wajar. Jangan jauh jauh hehe. Mau lihat, siapa tahu cocok
^^^Dil^^^
^^^jangan ngaco, itu mana mungkin terjadi. aku hanya fans nya^^^
Nessa
siapa tahu jodoh ye gak hehe. kl begitu udahan yaa. Mau lanjut nih. Wassalamualaikum
^^^Dila^^^
^^^ck iya, waalaikumsalam^^^
__ADS_1
Ustadz Alfi adalah ustadz terkenal yang menjadi idolanya Dila. Ia mempunyai paras yang tampan dan sangat baik. Apalagi caranya untuk dakwah sangat enjoy sekali. Memikirkannya saja sudah buat senyum senyum sendiri aww
"Yak!! Apaan aku ini huss huss huss. Inget, ustadz gak mungkin lirik kamu. Fans aja berharap banyak nanti mellow sendiri saat jodohnya udah launching"suara hati Dila
Ia tak mau jika nanti malah kecewa dan sakit hati gara gara laki laki. Cukup mengagumi dan mendoakan terbaik untuk kesuksesan sang idola. Bertemu satu kali saja sudah untung, tidak mau berpikir macam macam.
...#####...
...Tok..tok..tok...
Kegiatan Dila terhenti karena suara ketukan pintu dan kebetulan ia memang membersihkan ruang tamu dalam. gagang sapu diletakkan berseder di lemari televisi.
"Mm..siapa yang bertamu ya?"pikir Dila.
ada seseorang yg mengetuk pintu rumah Dila. ia pun langsung berdiri untuk membuka pintunya. saat membuka pintu, ternyata kurir surat.
"assalamualaikum mba"salam seseorang.
"waalaikumsalam, iya nyari siapa ya mas"jawab Dila sudah membuka pintu.
"ini paket untuk Dila N.C . apakah mba sendiri ?"tanya kurir tersebut .
"iya saya sendiri mas ."jawab Dila yg tersenyum menatap ke arah sang kurir.
Wajah Dila yang tersenyum semakin menambah Cantik dan manisnya dirinya. Ke terpa sinar matahari dan sedikit angin membuat sang kurir seketika terpesona. Walaupun Dila berpenampilan biasa dengan hijab instannya.
"cakep banget nih orang ya, ramah lagi."bathin si kurir.
"loh kenapa menatap saya begitu mas?"tanya dila.
"eh ini mba. silahkan di tanda tangani."kaget sang kurir yg ketahuan mandangin mulu wajah Dila dan menahan malu.
kemudian ia pergi setelah suratnya ditandatangani. Dila menggelengkan kepalanya dan terkekeh kecil lalu masuk kembali ke ruang tamu lalu melanjutkan membersihkan rumah.
Akhirnya urusan pekerjaan rumah selesai juga dan ia memilih untuk membaca segera surat yang menurutnya aneh. Perasaan sangatlah penasaran nih dengan surat tersebut.
sreek...
suara amplop putih berukuran panjang tersobek oleh Dila. Ketika surat itu dilihatnya, Dila kaget bukan main melihat logo Universitas Jogja yang ia inginkan.
"Ya Allah? Aku..aku dapat Beasiswa"pekik Dila
Hati Dian sangatlah bahagia dan langsung bersujud syukur atas beasiswanya. Selain itu, juga ada rasa tak tenang dihati sebab keinginan yang lain takut tak bisa ia tercapai. Dila memutuskan untuk mencari informasi di media sosial dan juga google. beberapa jam kemudian ketemu lah alamat tempat dimana ustadz Alfi dan tim dakwahnya.
"alhamdulillah, sudah ketemu alamat nya semoga aku bisa menemuinya sebelum berangkat ke jogja."pikir Dila.
Bersambung...
__ADS_1