
"Apa? Baik baik saja kamu bilang. Kakak yang gak baik baik saja asal kamu tahu"kesal Umay.
Terbuat dari apa hati adik sepupunya itu. Umay yakin dan sangat yakin penyebab dari tangisan yang ia dengar sebelum ke kamarnya itu adalah Dila yang melihat postingan tersebut. Entah tangan jahil siapa yang membuat hatinya bergejolak amarah.
"pokoknya kakak gak mau tahu. Ini harus kita adukan ke ustadz"ucap Umay yang meletakkan ponsel Dila di atas meja rias. Sedangkan tangannya mencari ponsel miliknya.
"jangan kak. Aku gak apa apa kok"cegah Dila yang sudah berdiri dari duduknya. Ia menggeleng tanda tidak setuju.
"harus. Kamu gak bisa diginiin. Kakak gak ridho orang lain hujat kamu kayak gini sedangkan kamu kakak jaga dari kecil sampai sekarang. Kamu gak apa apa tapi kakak... gak baik baik saja"ucap sedih Umay yang mengutarakan isi hatinya. Lalu menutup pintu dengan cepat.
Dila terpaku. Baru kali ini ia melihat kakaknya sedih karena kecewa dengan tanggapan dari penggemar Ustadz Alfi yang lain tentang pernikahannya. Sungguh bingung menentukan pilihan antara berhenti atau lanjut sampai sah.
Baru saja lamaran kemarin dilaksanakan suka cita tapi kenapa banyak yang menghujatnya seperti itu. Dila tertunduk sepi, pasrah akan apa yang dilakukan kakak sepupunya itu nanti.
"huff, ujian apa yang menimpa hamba saat ini Ya Allah"batin Dila dalam hati lalu menghela nafasnya pelan. Sabar, hanya satu kata yang bisa diandalkan olehnya saat ini.
Sementara itu, Umay sedang berada di ruang tamunya. Semuanya bertanya tanya akan apa yang membuat Umay terlihat sedang menahan amarah. Sedangkan Rida, tadi ia mendengar Umay begitu tegas dengan Dila dan akibatnya Dila kaget dengan ucapan Umay.
"mas kamu gak boleh kayak gitu sama adek kamu"peringat Rida
"lalu apa yang harus aku lakukan sebagai kakak. Apakah jika kamu berada diposisiku akan biasa saja? Pasti melakukan hal yang sama kan."ucap Umay.
"tapi caramu salah mas. Tadi aku lihat adek kamu kaget. Jangan membuatnya nambah beban"omel Rida. Dirinya kesal sebab Umay masih saja dengan pendiriannya.
"eh... ini ada apa sih? Kalian kenapa berdebat begini"tanya Bu Mira yang melerai perdebatan tersebut.
"ini bi, mas umay terlalu tegas sama Dila"kesal Rida.
"tegasnya karena apa? Gak mungkin umay bisa begitu. Ayo dibicarakan sama sama"perintah Ayah Ahmad. Mereka semua akhirnya duduk.
Umay menatap sekilas kearah Rida. Lihatlah istrinya mengalihkan pandangannya dan tidak seperti biasanya. Ia paham jika Rida kesal dengannya. Membuatnya menghela nafas berat hanya untuk menghilangkan amarah yang bahkan harus ditekan agar tidak menaikkan suaranya ketika berbicara dengan paman dan bibinya.
"jadi gini paman. Sebelumnya, umay mau ngajak Dila jalan jalan. Ini ide dek Rida yang mau keatas ngomong sama Dila, tapi ternyata tadi mengangkat telpon dulu. Jadilah umay yang keatas"
__ADS_1
"tapi umay kaget saat mendengar Dila nangis. Dan ternyata sebab hujatan di media sosial. Tentu umay marah, dan berniat untuk mengadukan ke Ustadz. Karena ini berhubungan dengan lamaran kemarin"
Jelas Umay yang membuat paman dan bibinya terkejut. Ayah Ahmad mendengar itu tentu saja merasa sedih akibat putri pertamanya dihujat. Semuanya terdiam dan membuat keheningan tercipta. Tapi tangan Umay segera mengetik pesan digrupnya.
...Genk 5 sekawan...
...Azam zam, Arhan jalannya, Teku, Ustadz, me...
^^^Anda^^^
^^^Assalamualaikum semuanya.^^^
^^^Maaf, menganggu waktunya. Periksalah postingan ini, tolong segara ditindak lanjuti @azzam zam^^^
^^^Link intagram^^^
##... Skip...##
Brak...
"apa apaan ini. Mereka sangat lancang"marah Kakek Ilham. Berulang kali beliau mengelus dadanya untuk berusaha sabar.
"sejak kapan ada postingan seperti ini?"tanya Abi Abdurahman dengan tegas.
"baru saja kami dapat dari umay. Ini sungguh diluar kendali kami abi"lirih Azzam takut dengan kakek dari sahabatnya.
"ya Allah, apakah mereka juga tag akun Dila seperti ini !? Dari mana mereka tahu Dila punya akun instagram dan tahu bahwa Dila adalah calon istri Alfi"khawatir Umi Shita.
"kemungkinan tahu itu cukup besar umi. Apapun gerak gerik Ustadz, bakal kebaca oleh mereka walaupun kita menyembunyikannya.Namun dari Akun Dila sendiri, Ia mempunyai pengikut yang cukup banyak dan mempunyai satu akun tanpa privat yang pasti sudah terbukti itulah akun aslinya."jelas Farhan panjang lebar tentang hipotesisnya
Suasana hening. Mereka kini sedang berada di tempat Ustadz Alfi dan timnya. Terlihat Umi Shita khawatir sedangkan yang lainnya berpikir keras mencari jalan keluarnya.
"ya Allah ujian sebelum nikah kenapa harus seperti ini? Hamba takut jika akibat ini pikirannya akan berubah"batin Ustadz Alfi.
__ADS_1
"Kita harus segera bertindak"tegas Kakek Ilham.
"baik kek"serempak Farhan, Azzam dan Ustadz Alfi yang kemudian segera keruangan khusus untuk memantau akun Instagram yang berani beraninya menyebarkan berita tak baik itu.
"abi, kita harus pergi kerumah Umay. Umi, khawatir bi, Dila berubah pikirannya."ajak Umi Shita
"baiklah, kalian memang harus kesana. Percayalah Farhan, Azzam dan Alfi akan menanganinya. Aku ingin ikut memantau juga. Sampaikan maaf dariku"final Kakek Ilham.
"baik abi. assalamualaikum"kor Umi Shita dan Abi Abdurahman.
"waalaikumussalam, hati hati"balas Kakek Ilham.
Setelah perjalanan yang kurang lebih tidak sampai 2 jam lamanya itu, akhirnya Umi Shita dan Abi Abdurahman telah sampai di kediaman Umay. Tak lupa mengetuk pintu dengan salam yang harus dinomor satu kan atas ke khawatirannya.
Tok...Tok...Tok
"assalamualaikum"salam Abi Abdurahman.
"Waalaikumussalam"balas seseorang dari balik pintu. Ternyata Dayu yang mendengar salam dari Abi Abdurahman. Ia membuka pintu dengan cepat agar tidak membuat tamu diluar menunggu lama.
"umi, abi silahkan masuk kedalam"sopan Dayu yang mempersilahkan tamu ke dalam rumah. Abi Abdurahaman & Umi Shita mengangguk tanda setuju.
Ketiganya memasuki ruang tengah yang sudah ada Umay bersama Ayah Ahmad, dan Paman Wisnu seperti sedang berbicara serius.
Ayah Ahmad menyuruh tamunya untuk duduk bersama di sofa. Semuanya kini sudah duduk dengan nyaman siap untuk melanjutkan pembicaraan mereka.
"kami meminta maaf atas kejadian ini"ucap Abi Abdurahman memulai pembicaraan mereka.
"jangan meminta maaf, kejadian ini bukan kesalahan dari pihak keluargamu. Ini diluar kehendak kita semua"ucap Ayah Ahmad.
"tapi tetap saja. Tentu saat ini Dila terluka hatinya sebab postingan itu"Umi Shita angkat bicara.
Semuanya jadi terdiam, betul ucapan itu. Suasana hening mendominasi mereka yang berada di ruang tamu. Syafa kebetulan sedang di kamar mengerjakan tugas yang dibantu Dayu. Perlu diketahui, saat ini Dayu sudah resmi lulus dari SMA nya. Ia akan menunda kuliahnya sampai Mbaknya telah menikah.
__ADS_1
"umi, abi"sapa seseorang yang memecah keheningan diruang tamu.
Bersambung...