
Hari ini Dila akan pergi ke cafe untuk mengurangi rasa bosan seperti biasanya. Sebelum berangkat, ia harus bilang ke adiknya dulu agar tidak mencarinya.
"dek, mba mau ke cafe ya . sekalian numpang wifi."pamit Dila
"hahahaha"tawa Dayu
"kenapa kamu ketawa?"Dila heran
"habisnya mba ke kafe numpang wifi doang, hadeuuh mba ada ada aja sih, hahahaha"Tawa Dayu lebih keras.
"hehehe, yaudah yuk sana berangkat. nanti telat loh"Dila tersenyum malu dengan menggaruk tengkuknya yg tidak gatal sama sekali. Sedangkan dayu sudah berhenti tertawa.
"oke ..oke siap bos" ucap Dayu .
Dayu seperti biasa berangkat sekolah berjalan kaki. ia sudah hilang dari penglihatan mbanya. Setelah itu, Dila mencari baju gamis yang telah diberikan oleh Umi Shita beberapa hari lalu. Barang yang dikirim ustadz Alfi telah sampai hehe. Ia berniat ingin memakai nya hari ini dan tidak lupa pula dengan sepatu putih dan tas selempang nya.
Selesai memakai gamis tersebut dengan kerudung nya juga, Dila pun langsung saja mengendarai motornya dengan santai kearah cafe kesukaannya.
Setelah beberapa menit, Dila sudah sampai di cafe yg dituju. Ia langsung memberhentikan motornya di parkiran cafe, tak lupa kunci di bawa setelah mengunci nya.
Saat sampai di depan pintu cafe , terlihat sangat ramai keadaan diluar. Namun di dalam tampak berbeda sekali. Orang orang lebih suka di luar daripada di dalam karena sebelah cafe ini terdapat taman bunga yg indah . Padahal itu tempat kesukaannya tapi yah mau gimana lagi , masa digusur orang lagi minum atau makan kan kesihan haha. Akhirnya ia memilih tempat yang kosong di dalam
Berbeda lagi dengan 4 orang laki laki yang termasuk tim ustadz Alfi. Mereka Umay, Azzam, Farhan & Teuku setelah perjalanan yang penuh dengan perbincangan random telah sampai di cafe Z. Yaps cafe yang Dila kunjungi hari ini.
"loh itu bukannya dek Dila. Masya Allah adik sepupuku."pikir Umay. Yey, akhirnya umay muncul hehe. Lanjut guys...
"assalamualaikum dek dila"salam umay yg sudah menghampiri adik sepupunya yang diikuti oleh ketiga laki laki bersamanya yang nampak heran.
"waalaikumsalam, kak umay"kaget Dian tersenyum sumringah dengan kedatangan kakak sepupunya tanpa janjian. Ia pun segera memeluk kakaknya.
"Masya Allah, tambah cantik aja kamu dek. Sehat kan?"tanya Umay.
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat kak"jawab Dila yang melepas pelukan itu. Tatapannya melihat kearah 3 laki laki yang tadi bersama kakak sepupunya.
"ini siapa kak?"tanya Dila menatap 3 laki laki di depannya yang terlihat memerhatikan dirinya saat ini. Mungkin terpesona hehe.
"kenalkan ini teman kakak , itu Azzam, ini Farhan, dan sebelahnya Teuku. Dan kalian, ini adik sepupu gw yang pertama "ucap umay yang menahan tawa melihat ketiga kaum adam jomblo sejati ini terdila dila wkwk.
"hai...kak"
Dila yg tersenyum manis lagi membuat ketiganya sangat tak berdaya akan senyuman itu. senyum senyum yg tidak bisa diartikan dengan kata kata merasa terpesona dengan apa yang dilihatnya lalu mereka langsung mengalihkan pandangannya, masa anak buah ustadz ngeliat bukan hallalnya ...iya gak guys
"oiya lagi apa disini sendirian?"tanya Umay kembali
"biasa kak lagi bosen. Trus kesini, sekedar main."ucap Dila yang hendak mau bertanya kepada Kak Umaynya ini tapi sudah terjawab.
"disini kakak mau ketemuan sama teman. Kl gitu kita pamit. Jaga diri kamu, kl ada apa apa telpon aja ya."ucap Umay lalu berlalu pamit bersama 3 laki laki sahabatnya itu.
Kemudian Dila pun memesan makanan dan minumannya. Lalu beranjak duduk sendiri sambil menonton video dakwah dan tak lupa mencatat hal yang penting. Siapa tahu kan ilmunya berguna karena Dila gak mau kehilangan ilmu sedikitpun hehe.
Berjalan santai dengan tatapan melihat kearah tas selempang untuk mengambil kunci motor tanpa menatap kanan kiri depan belakang atas bawah hehe.
Bersamaan dengan itu, kefokusan Dila menjadi masalah karena menabrak seseorang laki laki yang baru saja masuk kedalam cafe ini. Laki laki itu juga terkejut dan reflek berhenti berjalan. laki laki yang sedikit lebih tinggi dari dila, memakai baju koko lengkap dengan kopyah beserta masker kesehatan.
Tak lupa dengan jam tangan warna hitamnya. Sebenarnya Ia adalah ustadz Alfi yang tak sengaja berpapasan dengan seorang gadis yang tak dikenalinya. Agaknya sedikit bersentuhan diantara mereka. Tapi karena terjatuh jadi hanya dikit saja kontak fisiknya ...
"aduuh sakit ..." rintih dila kesakitan sambil terduduk dan berusaha untuk bangun kembali dari jatuhnya. Jujur pinggangnya terasa sangat panas karena beradu dengan lantai yang keras.
"maafkan saya, apakah masih sakit?" tanya seseorang itu (Ustadz Alfi).
Dila hanya terdiam dan tidak sengaja mata mereka bertatap secara lama. Akibat tatapan mata itu terbesit rasa aneh di dalam diri sang ustadz muda itu dan dengan cepat mengalihkan atau memutus pandangannya sebelum berubah menjadi zina .
Dila juga baru tersadar dengan lamunan nya yang tak sengaja memuji tatapan mata seorang laki laki di depannya namun langsung memalingkan wajah dengan menunduk serta langsung menjauh sedikit. ada perasaan malu tentang ia yang memuji tatapan itu secara diam diam. mereka berdua sama sama sibuk dengan pikirannya masing-masing.
__ADS_1
'ya Allah, tatapan matanya sungguh indah . bagaimana dengan wajahnya yang bertutupan masker itu pasti ganteng ya' Dila
'ya allah , dia cantik sekali, astagfirullah dosa Alfi ' Ustadz Alfi.
keduanya dilanda kecanggungan dan itupun tak luput dari penglihatan umay sekawan. farhan meminta semuanya untuk memberi ruang kepada ustadz mudanya itu menyelesaikan masalahnya. ia merasa bahwa ustadz Alfi menyukai adik sepupunya umay.
"saya ingin"
kor Dila dan ustadz Alfi bersamaan sontak berhasil mengundang senyuman penuh makna dari para penonton (umay sekawan).
"kamu aja"ucap mereka berdua serempak kembali.
Azzam bahkan sudah tertawa lepas melihatnya. Beruntung tidak terdengar ke posisi dila dan ustadz Alfi. Sementara itu, Dila jadi enggan menatap ke depan dan ustadz Alfi salah tingkah dibuatnya. Sungguh sangat canggung sekali sih, aura kharisma dari sang ustadz hilang begitu saja terbukti dari ustadz Alfi mengusap tenguknya dengan tangan kirinya.
lama dengan diamnya mereka....
"maaf saya gak sengaja. apa kamu baik baik saja?"ucap ustadz Alfi memecah rasa sepi diantara dirinya dengan gadis didepannya. Dila lalu menatap ustadz Alfi dan terseyum simpul membalas ucapan itu.
"gak apa apa. Saya juga salah maaf ya. Em... oiya saya duluan assalamualaikum"jawab dila tersenyum menunduk. Namun ustadz Alfi melihat senyuman itu dan jadilah buat jantung berdegup kencang.
"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"ucap Ustadz Alfi seraya melihat sembarang arah. Hanya sekali saat pandangannya terkunci tadi dengan mata hitam terang nan cerah itu, takut akan dosa jika dilihatnya terus. dirinya seperti termagnet oleh mata indah milik gadis tak dikenalinya tadi. bahkan ingin terus menatap serta tak mau berpisah barang 1 detik pun.
Dila sudah pergi dari jangkauan pandangannya. Gadis yang dilihat ustadz Alfi tadi sudah menghilang kearah parkir. Namun ia terhenti sebab teringat melihat kerudung yang dipakai gadis didepannya tadi warnanya tak asing.
'sepertinya aku tak asing dengan gamis dan kerudung miliknya. seperti yang di berikan umi padaku dan sekarang mungkin sudah terkirim. jangan jangan gadis ini adalah diaa...'
'...emm tapi gamis itu tak hanya dipakai oleh satu orang saja.'
'namun....sudahlah"pikir Ustadz Alfi pun menggeleng kepala untuk menghilangkan terkaannya. ia pun menghampiri 4 laki laki yang tampak mengobrol serius itu. padahal mah pas ustadz Alfi melihat ke arah mereka sebelum itu tertawa puas melihat kegugupan ustadz mereka tadi.
keempat laki laki itu menyambut ustadz Alfi dengan mempersilahkan duduk. memesan minuman agar tak haus saat membicarakan letak tausiyah selanjutnya sekaligus hang out melepas lelah sebab kemarin habis pulang dari sulawesi.
__ADS_1
bersambung....