Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Masakannya Enak


__ADS_3

Dila benar benar kembali segera ke Jakarta untuk membersihkan dan menyiapkan persiapan ke jogja. Bu mira, Ayah ahmad, Mbah Dahlan dan Dayu begitu berat untuk melepas Dila pergi meraih cita citanya. Walaupun dari rumah juga hanya 2 jam perjalanan saja. Namun juga memberi support tinggi agar Dila bersemangat untuk belajar di perguruan tinggi.


Hari ini Dila sudah sampai di terminal terpadu pada jam 5 pagi. Bus sudah terparkir rapi di tempat kedatangan dan kernet membantu penumpang menurunkan barang bawaan mereka. Bawaan Dila begitu banyak jadi sedikit lebih lama diturunkannya.


Adzan shubuh sudah berkumandang di terminal besar ini. Dila berjalan kearah mushola di dalam terminal dengan menggeret kopernya. Barang bawaannya dititipkan dan segera memberikan chat kepada umay untuk menjemputnya kurang lebih jam 6 pagi. Setelah itu, ia mengambil wudhu dan mengerjakan sholat shubuh berjamaah di mushola tersebut.


Berselang waktu....


Dila sudah selesai dari sholatnya, ia menunggu sambil memakan rotu untuk mengganjal perutnya. sesekali ia meminum air putih untuk mendorong makanan yang sudah di kunyahnya. Akhirnya kak Umay pun datang dengan istrinya biasanya Dian memanggil kak rida .


"assalamualaikum"ucap kak rida yang membuat Dila yang lelah menunggu mendadak Senang bukan main.


"waalaikumsalam kakak. apa kabarnya?"tanya Dila yang memeluk sekilas kakak iparnya .


"baik Alhamdulillah . ayo kita langsung ke rumahmu."ajak kak rida .


Dila pun masuk ke mobil bersama kak Rida . Sementara kak Umay meletakkan barang barang Dila ke dalam bagasi. Setelah kak Umay meletakkannya , ia pun segera melajukan mobilnya ke arah rumah Dila. Keadaan Hening di Umay saja tidak dengan Rida dan Dila dibelakang .


"oiya kak, kak rida gak ada tugas ?"tanya Dila.


"tugas. nanti jam 7.30 berangkat sama teman seangkatan."ucap kak rida. ia bekerja sebagai polisi wanita dan suka pergi tugas kemana pun diwilayah indonesia. Umay dan rida bertemu pertama kali di Surabaya lalu sama sama cocok melangkah menuju hubungan serius. mereka pun berkompromi dan menikah beberapa tahun lalu.


"oh begitu ya ."ucap Dila manggut manggut.


"kamu mau kuliah dimana?. kapan berangkat ? tinggal dimana?"tanya kak Rida bertubi tubi.


"aku dapat beasiswa di Jogja , mungkin 2 hari lagi sudah berangkat koq kak. tinggal di rumah Mbah yg di Jogja."jelas Dila.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara kak Rida dan Dila. Suasana kembali sepi . Kak Umay tetap fokus dengan jalan raya. kak Rida fokus liat ke ponselnya dan Dila tenang melihat jalan dari kaca mobil .


Setelah menempuh beberapa menit dari terminal, mobil milik Umay sudah berada di depan rumah Dila. mereka berdua keluar dari mobil dan hendak membantu Umay. Namun, Umay tidak mengizinkan mereka membantu. Keduanya pasrah dan menurutinya saja.


Dila mengambil kunci yang di sembunyikan di bawah meja yang atasnya terdapat pot bunga miliknya. bunga nya sudah hampir layu belum disirami. Kembali dengan Umay, ia memasukkan barang barang kedalam rumah setelah pintu itu terbuka. Setelah itu Dila membuatkan minum untuknya, kak Umay dan kak Rida . Hanya minuman saja yang bisa dihidangkan karena tidak ada makanan ringan .


"maaf kak, hanya ini saja. makanan belum dibeli sama sekali."ucap Dila yang meletakkan minuman tersebut di meja ruang tamunya seraya mendudukkan dirinya di sofa .


"tidak apa apa , ini sudah lebih dari cukup koq ."balas kak Rida yang tersenyum simpul . Sedangkan Umay , sudah menyeruput teh miliknya. Disusul oleh kak Rida dan Dila juga. Namun tidak lama kemudian, tiba tiba ponsel kak Rida berbunyi .


Kak Rida yang sudah mengakhiri telpon nya langsung minta izin untuk mengganti pakaiannya di kamar Dila. Sang empunya mengizinkannya dan segeralah ia mengganti pakaiannya di dalam kamar. Selang beberapa saat kemudian, kak Rida sudah rapi dengan seragam bertugasnya.


"maaf Dila, saya akan pergi tugas. tidak apa apakan ?"Tanya kak Rida yang tidak enak hati . Masa baru sebentar bertemu malah sudah harus berpisah kembali .


"gak apa apa kak. silahkan tugas saja."ucap Dila yang seraya tersenyum. Padahal dalam hatinya kecewa tapi yasudahlah lagipula nanti juga bertemu lagi .


"mas ayo pulang ."ajak kak Rida. namun umay menolak


"maaf dek, aku mau minta makan gratis di sini, hehe."tolak umay tersenyum sumringah.


"astaghfirullah mas kamu ini ya.. apakah tidak merepotkan Dila ?"tanya kak Rida yang tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh suaminya ini.


"gak kak. memang seperti itu"sahut Dila. Kak Rida hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya saja .


"oke lah. ini uang untuk belanjanya dan masakin kucing kesayangan saya"ucap kak Rida yg memberikan uang ke Dila.


Dila menerimanya dengan tertawa kecil mendengar sebutan baru untuk kakak sepupunya . seumur umur aku gak pernah mengatakan hal begitu ke kak Umay, pikir Dila.


"enak saja kl ngomong ya kamu dek. astaghfirullah sabar sabar .."keluh umay. Sedangkan kak Rida dan Dila ketawa bersama sama.


Asik ketawa sama sebutan itu, akhirnya kak Rida pamit pergi. Sebelum pergi, ia mencium tangan kanan kucing tersayang nya alias suami tercintah miliknya itu


(maafkan aku kak Umay, hehe ganteng ganteng koq disebut kucing 🐈).

__ADS_1


"assalamualaikum."pamit kak Rida .


"waalaikumsalam kak."sahut Dila.


"waalaikumsalam . hati hati dijalan dek ."ucap Umay sedikit teriak karena yg dituju sudah hampir menjauh dari pandangan nya .


Dila ikut pamit mau membeli beberapa kebutuhan dan makanan ke supermarket dekat rumahnya hanya 10 langkah dari rumah . Jujur ia jarang kesana lebih suka beli di pasar . Sedangkan Umay menikmati minuman nya dengan membalas chat dari seseorang .


Singkat cerita ...


Setelah pulang dari supermarket Tersebut, Dila langsung saja mengolah makanan itu . Hari ini ia ingin memasak rendang ayam dan sayur soup untuk dimakan. Bau masakannya enak banget dan menggugah selera siapa saja. Ternyata si kucing kesayangan kak Rida sudah menunggu di meja makan dari tadi 😂.


"hmmm...yummy enak banget wanginya. oiya dek , itu makanannya di taruh di tempat makan saja ya, ini "seru Umay memberikan tempat makan lumayan banyak . Untungnya masakannya banyak. Jadi bisa bawain deh .


"gak makan disini kak ?"tanya Dila.


"tidak dek . mau dibawa ke tempat kerjaan. boleh dibawain banyak gak dek ?"sahut umay.


"boleh dong kak . oke siap"balas Dila menyiapkan makan dan oleh oleh dari kampung buat kak Umay. Akhirnya selesai juga urusan kasih makan kucingnya kak Rida yang disertai Umay yang pamit segera pergi ke suatu tempat .


Sekarang Yang mau dilakukan Dila adalah membuka kotak yg dikasih Mbah Dahlan. Di bukanya koper , terlihat kotak yang dimaksudkan itu ada di sebelah atas sangat mudah di ambil. Kotak yang dibuat oleh kayu dan terlihat begitu sederhana tapi elegan. Saat dibuka, terlihat sebuah kunci dengan Kalung miliknya waktu kecil yang hanyut di sungai dan ternyata mbah kakungnya berusaha mendapatkan kembali.


"mbah, kalung dila hadiah dari mbah putri kembali lagi dan mbah kakung yang berusaha dapatkan."bathin Dila yang tanpa sadar meneteskan air matanya dan menghapusnya kembali seraya tersenyum.


Mengingat sudah bertahun tahun mbah putrinya meninggalkan dirinya selama lamanya. Ia sangat merindukan sosok mbah putri yang mengajarkan begitu banyak hal tentang tari tradisional. sedangkan dari mbah kakungnya mengajarkan tentang alat musik kebudayaan jawa kepadanya.


Setelah selesai puas melihat kotak pemberian Mbah Dahlan, akhirnya ia letakkan lagi di dalam koper miliknya. Dihitung hitung hanya tinggal menunggu beberapa hari saja untuk pergi ke Jogja.


Skip....


Sementara diruang makan tim-nya Ustadz Alfi, terdapat Azzam, Farhan dan Ustadz Alfi sendiri sedang menunggu Umay datang. Azzam pun sudah mulai tidak sabaran menunggu kedatangan temannya itu seraya mengeluh.


"astaghfirullah Umay kemana sih lama banget ini kan kita udah lapar."keluh azzam


"sabar dulu bang. Allah selalu bersama dengan orang yang sabar."ucap ustadz Alfi tersenyum.


(nahloo bang Azzam dapet siraman qolbu dari ustadz alfi 😂).


Mereka menunggu lagi sampai perut benar benar sangat lapar. Tak lama kemudian yang ditunggu menunjukkan dirinya . Datang lah si kucing yang membawa kotak makanan lumayan banyak untuk kawan kawannya. Umay mengucapkan salam terlebih dahulu ...


"assalamualaikum semua, hehe maaf telat"salam umay. Setelah salam, Umay menghampiri mereka yang terduduk di kursi dengan berhadapan dengan meja untuk makan .


"waalaikumsalam"jawab mereka bertiga serempak.


Umay pun membuka jaketnya dan hanya memakai baju Koko berwarna putih. Ketika Umay ingin duduk, Azzam pun sudah tidak tahan untuk membrondong dengan ucapannya .


"lama banget sih. mau makan nih kita."ucap Azzam .


Umay hanya tersenyum saja sambil menghidangkan makanan untuk mereka bersama Ustadz Alfi. Semuanya sangat menikmati makanan itu. Bahkan Ustadz Alfi sudah hampir habis isi piring tersebut. Beeh ludes dan gk perlu di cuci lagi keknya.


"enak banget masakannya. siapa yang masak nih."tanya Farhan.


"iya nih enak banget. tapi emang bisa masak sendiri, Umay. kayaknya gak yakin nih."ucap Azzam .


"saya mah lebih suka sama rendangnya, siapa sih yg masak bang?"tanya Ustadz Alfi yang sudah benar benar selesai makan dan kini ia sedang meminum segelas air putih.


"oh itu sepupuku. Dila yang masak." ucap santai Umay yang menikmati oleh oleh khas dari Wonogiri. Namun ...


uhuk..uhuk..uhuk...


Ustadz Alfi tersedak saat sedang minum. Entah mengapa setiap nama itu terpanggil ia akan merinding sendiri dengan jantung berdetak lebih kencang dari normalnya. Dan satu kenyataan bahwa Dila adalah sepupu dari Umay. Sungguh, diluar nalar pikirnya. Semuanya yang kaget sekaligus khawatir langsung bertanya dan mendekati nya.

__ADS_1


"astaghfirullah Ustadz kenapa kok bisa tersedak ?"Tanya Umay yang merasa heran dari gelagat sang Ustadz muda itu . sebenarnya ada apa , mungkinkah ?? pikirnya sudah traveling kemana mana Wkwk


"tidak ada apa apa kok bang ."ucap Ustadz Alfi yang mencoba tenang dan mengendalikan diri nya. bingung, satu kata untuk menyatakan keadaan nya. sebab ia belum pernah merasakan seperti ini.


"kagetlah orang yg masak calon istri, iyakan ustadz, hahaha" canda Azzam yang membuat Umay menatapnya tajam sedangkan Ustadz Alfi hanya bisa tersenyum canggung dengan candaan itu. Ia belum bisa menyimpulkan ada apa dengan dirinya.


"ck, Azzam keterlaluan."pikir Umay .


PLETAKK........


Akhirnya benda yang bernama sendok terbang begitu saja dan mendarat tepat di keningnya Azzam. Serangan Umay tepat sasaran . Sedangkan Farhan dan Ustadz Alfi menggeleng gelengkan kepalanya saja serta tersenyum melihat Umay yang sedikit sensi sama Azzam yang pasrah bakal dimarahi.


"orang lagi tersedak malah bencanda zam. minta maaf"tegas umay.


"maaf ya ustadz saya tidak sengaja "ucap Azzam yang meminta maaf.


"iya gak apa apa , bang ."ucap Ustadz Alfi. Setelah itu dilanjut dengan segala pembicaraan pembicaraan tentang hal lain.


Siang menjelang sore, Umay dan teman temannya sudah pulang termasuk Ustadz juga . Umay pergi ke rumah Dila lagi untuk mengembalikan segala peralatan makan dan makan gratis lagi. mengunci pagar terlebih dahulu lalu memberikan kepada salah satu tim yang tinggal disekitar tempat tersebut. Setelah itu barulah ia melajukan mobilnya kearah rumah adik sepupunya.


Beberapa saat kemudian , Umay sudah sampai di depan rumah Dila. ia memarkirkan mobilnya lalu membawa bawaan nya. Sesampainya di depan pintu, ia mengetuk pintu sampai beberapa kali dan akhirnya terbuka sudah pintu nya dan menampilkan Dila di depannya .


"assalamualaikum dek "Umay .


"waalaikumsalam ,,, eh kak Umay silahkan masuk kedalam."ucap Dila mempersilahkan Umay untuk masuk. Umay duduk di sofa dengan meletakkan peralatan makan milik Dila yang ia ambil tadi untuk membawa makanan .


"makasih ya dek udah di bawain makanan untuk kami semua nya."ucap Umay yang ditanggapi senyuman oleh Dila yang bangkit untuk mencuci semuanya namun dihentikan oleh ucapan Umay .


"kami?"pikir Dila


"oiya dek , makanannya enak loh. teman kakak dan ustadz juga suka."Ucap Umay tanpa sadar. Ia pun merutuki keceplosan nya itu. Ck terlanjur, bilang aja lah pikirnya.


"maksud kakak, ustadz siapa ?"tanya Dila yang berhenti ditempat.


"ustadz alfi lah masa orang lain sih."sahut Umay .


"hah!? ustadz Alfi,,,"pikir Dila.


"emang kak Umay itu temannya ustadz alfi ?"tanya Dila.


"iya emang kenapa dek?"ucap Umay dengan nada meledek alias wajah nya menyiratkan sesuatu.


"ah tidak apa apa kak , hehe".ucap Dila yang gugup dengan segera berjalan kearah dapur. Umay pun hanya tersenyum penuh arti .


"oiya kak, boleh gak besok kak Umay antar Dila yah ."ucap Dila.


"boleh. kemana ini ?"tanya Umay.


"buat beli tiket sama ke tempat......."jawab Dila terhenti dan tampak ragu. Umay menatap serius menanti terusan dari kalimat adiknya ini.


"ke tempat ustadz Alfi"jawab Dila melirih. sontak saja umay terkejut dan hampir tertawa akibat itu. haish...mereka berdua ini benar benar cocok (ustadz Alfi & Dila) malu malu kucing begini...pikir umay.


"ustadz Alfi ? mau ngapain dek....ciee"ledek umay seraya menaikturunkan alisnya dengan tersenyum begitu lebar.


"eh !? apa apaan sih kak. jangan mikir macem macem deh. aku hanya ingin bertemu saja"ucap Dila tremor bahkan cuci piringnya perlahan lahan.


"macam macam gimana dek? emang aku bilang kl kamu bertemu buat nikah sama ustadz? kayaknya kalian cocok deh. kau tahu, masakanmu dipuji sama ustadz loh."kompor Umay. Pipi Dila tiba tiba memerah dan hampir saja jantungan dibuatnya. Piring yang ia pegang bahkan mleset namun masih sempat digenggam kuat olehnya.


"kenapa aku begini ya allah? apa aku terlalu mengagumi ustadz yaa dan sampai merasa malu hanya ledekan kak umay. hadduh kenapa otak dan hatiku tak sama"pikir Dila


"it's oke. besok aku akan mengantarmu"ucap Umay yg membuat Dila terkekeh demi menghalau malu luar biasa.

__ADS_1


Umay pun pergi ke meja makan sedangkan Dila mencuci alat makan bekas tadi sambil sedikit bersenandung kecil terkadang membuat senyum Umay tidak bisa tertahankan. ia bahkan tau bahwa adiknya pintar nyanyi dan main alat musik.


bersambung...


__ADS_2