
"Dila bangunin"rengek vira yang tak bisa berdiri.
"astagfirullah. aku lupa"ucap Dila menepuk keningnya dan tersenyum malu sedangkan caca menertawakan sepupunya yg dicuekki oleh Dila sebab karena dirinya.
"dasar sepupu gak ada akhlaknya"gerutu vira dalam hati.
Dila akhirnya menolong vira. Menyadari waktu sudah beberapa menit untuk masuk, mereka langsung bergegas kedalam ruang kelasnya. Dila akhirnya tidak jadi membeli makanan sebab sudah lupa dengan tujuan ke kantinnya.
Ditengah perjalanan, ada seorang pria yg terus melihat ke arah Dila terus menerus. Tapi Dila mah cuek aja, gak mau ambil pusing. Sampai pria itu malah menghampirinya mereka bertiga.
"Hai. Anak baru ya."sapanya.
seorang laki laki yg rapi dengan jas dan juga jam tangan yg menghiasi pergelangan tangan nya. Kl orang lain bilang keren sih tapi buat Dila biasa saja . Tidak menarik perhatiannya kecuali tentang "DIA" yg selalu membuatnya seperti tersipu malu saat bertemu.
"Haii juga. Iya betul kita anak baru."ucap Caca.
"Nama kalian siapa. Saya asisten dosen jurusan sejarah . Perkenalkan nama saya Zainal"ucap zain. Matanya melihat Dila sedikit terpaku.
"kenapa ia melihatku seperti itu. Aku risih sekali."gumam kecil Dila yg sudah merasa tak nyaman.
"Oh pak Zainal , perkenalkan yg disana namanya Dila, yg sebelah saya Vira dan saya sendiri Caca. "ucap Caca sopan. Sedangkan Dila udah gak nyaman ingin sekali cepat cepat masuk ke ruangannya. Ia memilih untuk sedikit bersembunyi dekat vira. Karena dari tadi diliatin terus. Vira sampai sampai mengerutkan keningnya.
"vira aku risih"bisik Dila. Vira mengangguk dan menutupi tubuh sahabatnya.
"Jangan panggil pak, Panggil kak Zain aja . Suka dibilang kayak gini disini." Ucap zain .
"diih kepedean banget"pikir caca yang terdiam begitu saja.
"Kalo gitu kami pamit ya kak, assalamualaikum."ucap Dila menarik tangan 2 temannya.
Sesampainya di ruangan banyak orang yang sudah menduduki tempat duduk didepan jadinya Vira, Caca, dan Dila memilih duduk di baris kedua bersejajar . Setelah itu dosen pun masuk , berperawakan sudah berkepala 4, tinggi, dan berkumis kayak pak Raden... Ups... beliau bernama pak kuswadi.
"assalamualaikum semuaa"sapa pak kuswadi ramah.
"waalaikumsalam pak"balas semuanya yang berada didalam kelas.
"apa kabar semuanya? perkenalkan saya pak kuswadi dosen pembimbing kalian selama 7 semester kedepan. Dan yah, bocah bagus kae namanya zain yang menjadi asdos (asisten dosen) saya."ucap pak kuswadi yang berjalan kearah kursi dekat caca yang dibalas 'alhamdulillah baik pak' oleh semuanya.
"baik. hari ini mau langsung ke pokok materinya atau mau ngobras. kita ngobrol santai saja"tawar pak kuswadi.
"ngobras pak"jawab laki laki yang duduk di kursi paling belakang.
"okey setuju. i'am manut ae lah"ucap pak kuswadi yang membuat seluruh kelas dihiasi tawa. ngomong jawa dan inggris campur campur sih pak jadi pada ngakak deh.
Jam kuliah hari pertama berjalan dengan lancar. Dikira galak, ternyata pak kuswadi ternyata humoris dong. Semua mahasiswa/i diruangan itu jadi ketawa bersama sampai sakit perut . Soalnya pak kuswadi bisa ngelawak, pantun dan nyanyi Jawa dengan lancar serta gombalannya gak nahan.
Setelah pelajaran selesai, Dila dan kawan kawan pulang kerumah masing masing. Sebelum pulang Vira dan Caca pergi ke rumah Dila dulu . Katanya sih kl main udah tau gitu letaknya.
"assalamualaikum"salam Dila.
"waalaikumsalam non"jawab bi mina.
"oiya bi, temenku mau main sebentar disini sambil lihat lihat rumah boleh kan ?"izin dila kepada bi mina.
"tentu saja non. mari silahkan non...emm"balas bi mina yang menghentikan ucapannya.
"saya vira dan sepupu saya namanya caca"ucap vira yang diangguki oleh bi mina.
__ADS_1
"owalah. mari non vira dan non caca"ramah bi mina.
Dila, vira dan caca berbincang diruang tamu dengan canda dan tawa. Dari topik satu ke topik lainnya. Bi mina sudah menyediakan makanan ringan dan teh hangat.
"Oiya dil, tadi aku lihat ada salsa deh di koridor ruangan manajement."ucap vira membuat Dila terhenti mengambil wafer tangonya.
"salsa? kayaknya sih kuliah juga dikampus itu. Namun beda jurusan saja. Padahal waktu itu sempat menghubungiku loh dan gak bareng aku kesininya."jawab Dila menaikkan alisnya heran. Salsa adalah sahabat 10 tahunannya dila tapi sekarang sudah rada renggang dan jarang bertemu apalagi bertegur sapa.
"koq gw liat salsa kek ada yang gak beres ya. pas kita papasan sama si asdos ganjen itu."celetuk caca.
"bener dil, salsa kek natap beda sama kamu. jadi soudzon aja nih."timpal vira.
"gak boleh gitu ca dan satu lagi vir kita gak boleh negatif thinking begitu."ucap Dila.
"yee gimana sih. si salsa sama temen yg satu lagi tuh punya tatapan memuja buat si asdos itu. emang sih gw akui kl kak zain itu ganteng"ucap caca.
"berarti kamu suka dong sama asdos tadi? bilangnya kan ganteng ca"ledek vira dan hanya dibalas senyuman oleh Dila.
"idih amit amit deh sama si asdos itu. mon maaf kepedean nya membuat gw ilfiil"sungut caca dan mengundang tawa diantara mereka.
Akhirnya caca dan vira pamit pulang lalu selepas mereka sudah pulang. Dila membersihkan ruang tamu dan mencuci piring/gelas kotor ke dapur. Kemudian Dila santai dulu sekedar liat Ig, wa dll. Tiba tiba ada notif yg berisikan nama Aisyah yang menghubungi Dian.
...Aisyah Calling......
Aisyah
assalamualaikum kak.
^^^Dila^^^
^^^waalaikumsalam Syah. Ada apa ya?^^^
Aisyah
^^^Dila^^^
^^^boleh, nanya apa?^^^
Aisyah
misalnya kak Dila dapat lamaran dari kak alfi gimana rasanya ?
^^^Dila^^^
^^^wadduh kok pertanyaannya gitu sih syah^^^
^^^(wajah Dila bersemu merah tanpa sebab)^^^
Aisyah
kan misalnya kak .
^^^Dila^^^
^^^Em.. Misalnya ya. ya gimana ya, rasanya sih agaknya pasti seneng. Tapi itukan gak mungkin syah^^^
Aisyah
__ADS_1
Kok agaknya kak hehe. Okey deh. Oiya kak dila sekarang lagi apa ?
^^^Dila^^^
^^^lagi dikamar. kenapa ?^^^
Aisyah
emang gak kuliah jam segini kak ?
^^^Dila^^^
^^^udah selesai. Alhamdulillah lancar.^^^
Aisyah
Alhamdulillah. kak, dapat salam dari kak Alfi .
(Eh apaan sih Syah - ucap Alfi yang tiba tiba namanya diucapkan oleh aisyah. Sedangkan Dila yang mendengar suara laki laki yg pastinya kakaknya si aisyah, langsung merasa malu banget. apakah dari tadi ia bicara terdengar apalagi tentang lamaran astagfirullah malu banget.)
^^^Dila^^^
^^^Em.. oiya Syah. Kl gitu udahan ya (mau nyari aman aja deh)^^^
Aisyah
loh koq udahan, kenapa kak ?
(dengan ekspresi kecewa namun polos tanpa dosa hehe)
^^^Dila^^^
^^^em..hehe gak apa apa . Hanya saja mau istirahat . Wassalamualaikum (padahal mah malu bukan lelah)^^^
Aisyah
yaudah deh kak, selamat istirahat. waalaikumsalam
Dila mulai menetralkan detak jantungnya, Aisyah sungguh membuatnya marathon tanpa berlari apalagi tentang gimana dilamar sama Ustadz Alfi. ya dian harus jujurlah masa bohong . Lagipula itu tidak mungkin terjadi.
"gak boleh ngarep nanti sakit dil jangan sampai berharap sama laki laki yang jelas bukan setara denganmu"pikir Dila.
## Skip...##
Sementara di Jakarta , rumahnya Ustadz Alfi....
"Syah koq bilangnya gitu sih."ucap Ustadz Alfi yang kesal kepada adik perempuannya.
"eh, maaf kak. Syah keceplosan tapi niat sih hehe"ucap Aisyah cengengesan. Sedangkan Ustadz Alfi, matanya menyorot tak senang. Tiba tiba abinya dan umi Shita ikut berkata dan menanggapi.
"Aisyah, Aisyah kenapa masih demen ngeledekin kakak kamu."ucap abinya yang tidak habis habis memikirkan kedua anaknya ini kl udah ngumpul gitu. Istilahnya udah kebiasaan begitu
"iya tau Abi. Alfi jadi malu kan."ucap Ustadz Alfi sedikit kesal.
"gak apa apa juga sih, umi setuju sama Aisyah."ucap umi Shita.
"lah koq malah dukung Aisyah si umi."kesal Ustadz Alfi yang lama lama tidak nyaman langsung memilih masuk kamar dari pada dipancing emosinya terus menerus. Sedangkan Umi Shita dan Aisyah, mereka berdua ber tos tangan.
__ADS_1
"heem, abi udah gak ikut ikutan deh."ucapnya dalam hati sambil membuka surat kabar yang tadinya di atas meja.
bersambung....