
Hari telah memasuki waktu pagi. Kemarin keluarga ustadz Alfi berencana dan berharap bahwa pernikahan ini berjalan dengan lancar. Dila tersenyum senyum mengingat kemarin. 3 kali pernyataan cinta yang membuatnya menerima lamaran dari idolanya.
"ya ampun, senyum senyum aja sih neng"goda Kak Rida.
"apa sih kak"malu Dila yang sedikit terkejut juga.
"kamu beruntung deh dapet calon suami kayak ustadz Alfi. Apalagi ustadz juga cinta sama kamu"ungkap Kak Rida.
"beruntung?"beo Dila.
"yah. Tentu beruntung. Secara kan ustadz itu agamanya udah bagus, baik, ramah, gak sombong, sederhana, dan sudah punya pekerjaan loh. point pentingnya sih ganteng. Wahh udah mapan trus ganteng lagi."jelas Kak Rida.
"memang benar kata kakak iparmu dek. Jangan ragukan ketulusan cintanya ustadz"timpal Umay
Tiba tiba nongol tanpa memberitahu keduanya. Kak Rida hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya kini sudah mengambil roti untuk sarapan.
Dila hanya bisa tersenyum dengan mendudukkan diri di meja makan. Sambil memakan roti tawar dengan dilengkapi susu cokelat buatannya sendiri.
"oiya kak, boleh minta saran gak?"tanya Dila.
"em.. Boleh aja"sahut Umay dan istrinya serempak.
"hehe kompak banget sih kak"tawa Dian pecah hanya bersama mereka berdua.
Sedangkan Kak Rida yang membantu suaminya mengambil roti lagi menjadi tersipu malu dan Umay yang santainya tersenyum ketika menerima roti pemberian dari istrinya.
"kl misalnya nanti sudah nikah, boleh gak kl Dila tetep kerja? Ustadz bakal ngizinin atau enggak"tanya Dila yang membuat pasangan suami istri di depannya terdiam sebentar.
"itu sih sesuai ustadznya dek mau gimana. Kamu harus berdiskusi dulu dari hati ke hati agar kedepannya ada tujuan dan visi misi pernikahan yang akan dicapai. Kalian akan menjalani ibadah itu gak satu atau dua hari. Walau sampai ajal menjemput, kalian tetap menjadi suami istri."jelas Kak Rida.
"nah bener tuh. Kakak juga diskusi sama kakak ipar kamu dulu. Kita harus bagaimana nih buat kedepannya. Biar sama sama nyaman dalam berumah tangga. Selain itu, kamu harus ingat. Izin suami itu adalah yang terpenting. Apapun yang akan kamu lakukan harus minta izin sama suami walau nanti kenyataannya tidak diperbolehkan. Apapun itu sih harus ada komitmen diantara kalian."timpal Umay yang memperjelas semuanya.
"oh begitu ya kak. Nanti aku pikirkan lagi niat ini."simpul Dila.
Tak lama, satu persatu dikeluarga beriringan menuju meja makan untuk sarapan bersama. Dila yang sudah selesai sarapan langsung pamit ke dalam kamarnya.
Sesampainya dikamar, Dila membuka ponselnya yang tadi tergeletak tak terpegang karena setiap pagi pasti baru bisa memegangnya ketika jam setengah 8 pagi. Yah sebab banyak kegiatan rutinitas yang gak bisa di campur aduk sama si gadget.
"kayaknya ada chat dari caca. Buka WA dulu deh"monolog Dila.
...Caca cantik ...
...Online...
Caca
Assalamualaikum Dila
Hehe cieee
__ADS_1
^^^Dila^^^
^^^Waalaikumussalam ca. Eh kenapa nih ?^^^
Caca
Ah jangan pura pura gak tahu deh. Lo abis dilamar sama ustadz kan. Ya kan, ya kan
^^^Dila^^^
^^^Iya sih^^^
Caca
Haha, cieee akhirnya sahabat gue sold out karna dilamar sama ustadz idolanya sendiri. Pasti seneng sumringah seperti kaca kena silau matahari wkwk
^^^Dila ^^^
^^^Apaa sih ca. Kamu berlebihan deh. Aku gak gitu kok^^^
^^^(nyatanya, Dila sudah bersemu merah mengingat kemarin)^^^
Caca
Alah gak usah ngeles mbaknya. Btw, selamat yaa. semoga lancar sampai hari H sahabat gue.
^^^Dila ^^^
Caca
Pasti dong hehe. Gue bakal datang dan yang penting sekarang lo harus juga latihan mental ya dil. Kita gak tahu seperti apa kedepannya. Gue hanya ngingetin, kl ada apa apa chat gw aja atau chat calon misuanya ya 😘
^^^Dila^^^
^^^Caca emotnya tolong dikondisikan 🙂^^^
Caca
Hehe, udah ya dil. Ini mau kerumah Vira. Biasa nongki nongki di alun alun. Wassalamuaalaikum
^^^Dila^^^
^^^Okey, waalaikumussalam caa^^^
Chat berakhir dengan Dila yang mulai menerima notifikasi dari akun instagramnya. Dahinya berkerut akan banyaknya notif dari aplikasi tersebut. Tanpa pikir panjang, Dila akhirnya membuka aplikasi instagramnya.
Tanda di ikon hati terdapat 500 pengikut dan lebih dari 2 ribu tag sedangkan di ikon pesawat gagal terbang terdapat 1 ribu chat lebih. Dila membulatkan matanya terkejut akan itu. Dengan penasaran yang amat besar, ia membuka fitur love di aplikasi tersebut. Lalu mengklik postingan yang nge tag akunnya.
"Astaghfirullah"ucap Dila terkejut.
__ADS_1
Postingan yang nyatanya baru beberapa menit sudah menyebabkan akun Dila meledak dengan banyak tag ataupun dm. Postingan tentang kabar dirinya saat ini.
"Ustadz Terkenal melamar seorang gadis biasa bukan keturunan kyai. Pernikahannya dilaksanakan tidak lama lagi"
4.300.999 Like
2.100 Komentar
~"ustadz alfi kenal darimana tuh. Kok tiba tiba lamar. Bukan keturunan kyai lagi. Iih gak like banget deh."~75 balasan
~"ustadz gak pandai milih pasangan yah hehe. Masa yang gak jelas silsilahnya"~21 like
~"itu gimana jadinya yaa. Akhlaknya bener gak tuh. Jangan jangan minim ilmu lagi."~10 balasan
~"ustadz ngapain lamar lamar orang yang jelas bukan keturunan kyai. Cocokan juga sama ning pesantren kota banjar. Udah cantik, silsilahnya juga jelas"~100 like
~"wah wah wah, ustadz udah mau sold out. Semoga lancar sampai hari H yaa"~3 like
~"jangan jangan pakai pelet lagi. Iih serem"~20 balasan
~"cantik cantik kok pakai pelet ahahaha lucu yaa"~4 balasan
~"kabar yang mengejutkan tapi juga enggak mengenakan. Ciih"
Begitulah isi dari komentar dalam postingan tersebut. Benar benar membuat Dila minder kembali. Merasa ia tidak pantas dan bahkan belum juga menikah udah ada aja berita buruk tentangnya.
"Ya Allah hiks hiks, nama ustadz tercemar gara gara aku"tangis Dila. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Hatinya yang yakin menjadi goyah kembali. Benaknya terus mengingat kemarin. Apakah menerima lamaran dari seorang laki laki yang terkenal sesakit ini. Udah terlanjur juga ia katakan bahwa menerima. Lalu apa yang harus dilakukan saat ini.
Tiba tiba bunyi pintu terbuka membuat Dila menghentikan tangisannya. Tangannya dengan cepat menghapus air mata yang mengalir tadi. Ia pun tersenyum menatap siapa yang datang.
"kak, ngapain ke kamar Dila?"tanya Dila sopan kearah kakak sepupunya.
Senyuman Dila luntur sebab tatapan tajam dan menyelidik dari Kak Umay nya. Sungguh dalam mata itu terdapat sedikit amarah yang terus tertuju kepadanya walau sebab amarah itu bukan untuknya.
"kamu habis nangis?"tanya Umay.
"eng..enggak kok kak"gugup Dila yang nyatanya gak bisa menyembunyikan sesuatu dengan menundukkan kepalanya.
"jujur sama kakak"tegas Umay. Dila terlonjak kaget dari duduknya. Ia panik, kakak sepupu yang ia kenal penyayang dengannya kini menampilkan aura berbeda.
"enggak kak. Aku gak nangis"kilah Dila.
Umay menggeleng kepalanya dengan tatapan tak percaya. Lalu matanya segera melihat kearah ponsel Dila yang terus berbunyi dengan disertai light notif. Dila pucat pasi, Umay sigap mengambil ponselnya.
"yakin gak nangis, Lalu ini apa dek? Kamu dihujat kan. Trus hatimu gak sakit gitu dikatain begini."ucap Umay dengan tetap bertahan dalam ketegasannya.
Dila menunduk kembali.
__ADS_1
"kak ituu... aku baik baik saja"ragu Dila.
Bersambung...