Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Menggetarkan Hati


__ADS_3

...POV Ustadz Alfi...


Semenjak aku bertemu dengan gadis yang tidak dikenal, perasaanku semakin membuncah terus menerus. Bahkan sampai detik ini, aku terpikir kembali.


Kini ku rebahkan tubuh yang lelah sehabis pergi ke cafe. Sungguh lelahnya masih ada, walau ia mengendarai mobil kesana tapi tetap saja kan. Ku silangkan kedua tangan ini sebagai bantalan kepalaku.


Suasana hening, hingga membuatku menutup mata sejenak. Namun saat lagi tenang tenangnya, terdengar ketukan pintu kamar. Ditambah suara cempreng yang dihasilkan oleh seseorang sangat khas kayak rasa bumbu dapur yg sering ia hirup ketika makan masakan umi.


Siapa lagi selain adik perempuanku. Sangat aneh sih aku dan Aisyah sangat bertolak belakang sifatnya. Sebenarnya umi ngidam apa sih dulu bisa begitu.


"assalamualaikum kak Alfi"


salam Aisyah yang memecah heningnya kamarku. Dengan kembali membuka mata ku malas dan menghela nafas untuk lebih bersabar dengan adikku satu satunya itu. Namun masih tetap berbaring dan dengan santainya menjawab salamnya.


"waalaikumsalam Syah. masuk aja gak dikunci "


Tak lama, Aisyah langsung membuka pintu dengan perlahan lahan yang memasang wajah tersenyum senyum manis seperti itu menghampiri ku saat ini.


Aku pun memutar otak dengan keras hanya memikirkan maksud kedatangan Aisyah ini. Ada apa sebenarnya? pasti ada maunya nih, minta apa kamu Aisyah ?? ...


"kak Alfi hehe . waktu itu kan kakak punya nomornya kak Dila."

__ADS_1


"ehm.....aku minta dong nomor itu. kakakku yg ganteng rupawan"pinta Aisyah yg cengengesan meminta persetujuan dariku.


Hah, tuh kan pasti mau sesuatu. Memang dasar Aisyah. eh tapi tunggu, nama itu... kenapa menggetarkan hatiku lagi. Susah payah aku lupakan tapi kini teringat kembali. padahal aku tidak pernah melihatnya bahkan bertegur sapa dengan nya...


Namun aku merasa bahwa pernah bertemu, kenapa aku malah mengingat perempuan yg jatuh di cafe waktu itu. apa apaan aku ini, jika benar adalah dia...ingat Alfi dia adalah fans mu. Ayo tegaskan sekali lagi, DIA FANS MU JANGAN MACAM MACAM, peringatku...


Aku termenung dan menggeleng geleng kepala. Aisyah yang mungkin diacuhkan olehku langsung saja menggerakkan tangannya yang membuatku tersadar dari lamunan.


"oiya , untuk apa kamu memintanya Syah?"tanyaku yang menatap Aisyah selidik seraya menetralkan pikiranku ini tentang Dila


"pengen punya nomornya saja kak, akukan udh berteman sama kak Dila. tentu harus punya nomornya. ku mohon kak , kasih ya" rayu Aisyah yang memasang wajah melasnya didepanku agar aku kakaknya mengabulkan permintaannya. Benar benar gak bisa berubah sikapnya itu, huff sabar Alfi...


Setelah permintaan nya terpenuhi olehku, Aisyah tersenyum sumringah dan sangat ber terimakasih.


"terimakasih kakakku yang tersayang, tercinta dan yang terganteng nomor satu di dunia hehe"ucapnya dan sekaligus memujiku segala.


"hmm.. sama sama ."balasku seraya meletakkan ponsel di nakas. Aisyah pamit keluar dari kamar dan menutup kembali pintu...


Hening kembali, aku kembali merasa seperti ada yang menggelitik hatiku. Jujur saja, tidak pernah aku rasakan dan membuatku cukup frustasi.


Dila.... Dila....

__ADS_1


Namamu menggetarkan hatiku...


Hatiku selalu saja berdesir aneh seperti ini karenamu, wahai gadis yang sungguh tak.pernah aku sangka sangka...


Ya Allah, sungguh ini ujian yg lebih berat dibanding berhadapan dengan 500 orang jamaah yang hadir di acara tausiyahku...


Bisakah kau hilang sejenak dari pikiran ku...


Siapakah kamu sebenarnya? Kenapa bisa membuatku se frustasi ini hanya ingin melupakan kejadian tadi...


Ya Allah Ya Rabb...


Apakah ada yang bisa mengalihkan rasa cintaku padamu dan Rasulmu Ya Allah...


Dan...


gadis itulah yang benar benar membuatku merasakan getaran getaran rasa cinta dari pandangan pertama... Apakah ia benar benar pantas aku sisipkan dalam doaa?? aku merasa tak pantas untuk menyisipkan namanya..


Aku terlalu takut akan cinta yang benar benar tak terduga ini... Takut saat dimana ia bukanlah jodohku yang telah tertulis...


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2