Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Lulus Kuliah


__ADS_3

Hari telah berlalu dan bulan pun bergilir menempatkan diri di kalender. Skripsi sudah selesai bersamaan ujian lainnya termasuk sidang bersama dosen pembimbing. Caca dan vira menghadapi semuanya dengan tenang serta menjawab dengan lancar. Dila juga sudah melakukan nya.


Mereka pun tinggal tunggu hasil prestasi selama 2 tahun ini. Di dalam hati Dila, ia sangat penasaran dengan hadiah yg akan diberikan oleh ayahnya. Apakah seistimewa itu? Sampai sampai bisa seharian memikirkannya. Ayah benar benar membuat anak nya menjadi pemain teka teki saja.


Kini Dila, Caca dan vira sudah memakai kebaya modern dengan make up yg sederhana. Saat ini sedang gugup gugupnya mereka, mahasiswa mahasiswi menanti siapakah yg mendapat nilai terbaik untuk pertama lalu kedua serta ketiga. Untuk caca dan vira tidak terlalu berharap sih kl dapat 3 terbaik sedangkan dian ia khawatir sebab takut mengecewakan keluarganya terutama ayahnya. Rasa khawatir itu kemudian hilang dengan Dila benar benar jadi yg pertama nilai terbaik.


"Untuk yang memperoleh nilai terbaik pertama adalah Dila Nurul Cahyaningrat. Di persilahkan maju"


Singkat cerita....


"dil, kamu hebat banget. Selamat sekali lagi loh.."ucap Vira yg sangat senang.


"...makasih Vira. Tapi aku masih ada yg kurang koq."ucap Dila yg membuka toganya yg sangat membuat gerah itu.


"kurang apanya?"tanya vira. Caca pun tersenyum senyum sendiri lalu angkat bicara dan masih fokus menyetir.


"lo gk kurang apapun. Tapi yg kurang saat ini tuh suami pujaan, dambaan dan pendamping hati jiwa lo yang jomblo haha" canda caca yg membuat vira terkekeh pula.


"sembarang kl ngomong. Belum sampai situ pikirannya."ucap Dila yg menekuk wajahnya seketika itu.


"terus aja terus mikir kek gitu dil"ledek Vira.


"gw betulkan? Kata lo ada yg kurang. Oiya Bagaimana jika ada yang ngelamar tiba tiba kan kita juga gk tau ya kan?"Tanya caca yg tetap fokus mengendarai mobilnya menuju rumah dila.


"Ha? Gak mungkinlah ca. Lagipula siapa yg mau ngelamar. Kamu ngaco deh."ucap dila yg menjawab pertanyaan menurutnya sangat konyol.


"terserah aja deh, kamu juga akan tau nanti"timpal vira.


Saat Dila ingin menanyakan maksud itu ternyata sudah sampai di depan rumahnya yg selama ini ia tinggali pada masa belajar dan menuntut ilmu di jogja. Bi mina yg melihat mobil caca membuka garasi seluas luasnya. lalu Caca dan vira pamit pulang Serta bersiap untuk berangkat 7 hari lagi untuk persiapan acara pernikahan sahabatnya itu.


Kemudian setelah dila turun tadi ia Langsung saja mencium tangan kanan bi mina secara bergantian. Hari ini juga dila akan pulang ke jakarta tempat nya umay. Entahlah untuk apa itu tapi yg pasti sebab kak rida yg libur beberapa hari. Rasanya tidak sabar untuk melihat Kak rida lagi.


Selesai makan siang dan menunggu paman wisnu datang untuk mengantarkannya ke jakarta menggunakan mobil nya. Sembari menunggu dila pun pamit dan berterima kasih Kepada bi mina.

__ADS_1


"Bi Mina, makasih ya . Dila merasa sangat berhutang Budi . Maafin Dila yg kadang pernah keras kepala tidak mau makan hehe. Maaf sekali lagi kl Dila disini merepotkan Bi Mina ."ucap Dila berkaca kaca.


Sungguh berat sekali meninggalkan bi mina. Ia menganggap seperti ibu kandung sendiri begitupun dengan bi mina yg merawat dan selalu mendampingi dila seperti anak kandungnya sendiri.


"Iya non gak apa-apa. Selamat ya non atas wisudanya. Tambah Pintar, tambah rezekinya, tambah sukses, tambah cantik. Oiya semoga allah dekatkan jodohnya hehe...."ucap bi Mina.


"Terimakasih bi. Sayang deh sama bi Mina ."ucap Dila memeluk bi Mina. Lama lama sambil menangis Juga saking lama nya mereka berpelukan.


"Udah non jangan nangis , nanti ilang cantiknya."ledek bi Mina.


"yaudah ya bi, dila pamit dulu. Mungkin nanti bakal sering nengokin bi mina kl lagi senggang. Sepertinya paman sudah datang bi."ucap dila yg mendengar bunyi klakson mobil dari seseorang yang diduga milik paman wisnu. Keluarlah dila dari rumah itu membawa tas yg berisi pakaiannya sehari hari serta tas yg berisi semua surat menyurat saat tadi wisudanya. Terbukalah kaca mobil tersebut yg menampilkan paman wisnu.


"Weh, ponakan paman yg cantik . Ciee yang udah wisuda. Selamat ya"ucap paman wisnu .


"Iya paman, makasih ."jawab Dila yang tersenyum malu lalu ia pun mencium tangan bi mina dan tak lupa untuk memberi salam


"assalamualaikum bi."pamit dila


"waalaikumsalam non. Hati hati dijalan"jawab bi mina yang menutup pagar lalu menguncinya dan pamit pulang kerumah disebalah nya. Kemudian dila masuk kedalam mobil di bagian penumpang. Dan berjalanlah mobil tersebut menuju jakarta. Kira kira akan sampai esok hari di jakarta.


Setelah perjalanan yg melelahkan akhirnya Dila dan paman wisnu telah sampai di depan rumah Umay. Dila di sambut oleh keluarga nya. Ia pun keluar dari mobil paman Wisnu dengan menatap rindu kepada keluarganya. Bahkan sangat komplit sekali saat ini. Berasa lagi kumpul arisan keluarga yah. Semua anak cucu alm bersatu di rumah umay yang luas itu.


"Assalamualaikum"salam Dila.


"waalaikumsalam" jawab mereka serempak.


"ayah, ibu"ucap dila yg tersenyum lalu berlari memeluk ayah ahmad dan Bu mira.


Orangtuanya membalas pelukan hangat dari anaknya itu. Dayu dan syafa (anaknya paman wisnu) sudah stay di belakang mereka ikut tersenyum gembira akan kelulusan saudari mereka. Tak lama terlepaslah pelukan itu.


"Masya Allah, putri ayah sama ibu cantik sekali" Puji ayah Ahmad .


"Makasih ayah. Bu, dila bawa nilai yg terbaik buat ibu ." Ucap Dila memberikan sesuatu kepada ibunya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, selamat nduk atas prestasinya. Kami sangat bangga kepadamu. "Ucap Bu Mira .


"Iya Bu. Ini berkat doa kalian juga."ucap Dila. Dayu dan Syafa memberikan hadiah berupa bunga .


"Terimakasih Dayu, Syafa. Oiya Ini buatan Syafa sendiri ya?" Tanya Dila.


"Iya mba . Bagus kan ?"ucap Syafa .


"Iya bagus banget ." Jawab Dila .


Dayu dan Syafa pun memeluk Dila. Walaupun berbeda ibu apalagi bapakĀ  mereka tetap seperti saudari kandung sendiri padahal saudari sepupu . Kemudian terdengar suara umay yg menyuruh adik adiknya masuk dari pada diam di teras kan capek.


"Udah jangan di peluk lama lama. Kasihan itu, sini masuk dek. Jangan berdiri terus."ajak kak Umay .


Kemudian Dila masuk yang disusul orangtuanya dan Kedua adiknya itu. Keluarlah Rida dari dapur menuju ruang tamu membawa makanan dan minuman. Setelah meletakkannya, ia pun berjalan lalu memeluk dila dan mereka berdua tertawa gembira sambil jingkrak jingkrak.


Sedangkan Umay pun menggelengkan kepala dan menyantap pisang goreng yg diatas meja lebih tepatnya didepan nya itu..


"selamat ya...Udah wisuda nih...."ucap rida yg mengendurkan pelukannya sambil mencubit pelan pipi kiri Dila dengan gemas.


"iya kak makasih"Balas dila.


"oiya ayo kita keruang tamu. Nanti Pisang gorengnya di makan kucing lagi..."Ucap Rida yang mengajak dila dan semuanya berkumpul di ruang tamu. Sontak umay tersedak sedak mendengar itu.


"uhuk..uhuk"batuknya. Rida pun menghampiri umay dan memberinya minum.


"lho mas kenapa? Koq keselek? Makannya gk baca doa dulu yaa"tanya rida.


"bukan gk baca doa. Karna kamu dek ngomong kucing. Memangnya masmu ini kucing"ucap umay yg menekuk wajahnya itu.


Semuanya mengulum senyum untuk pasangan ini. Pasangan yang dulunya tidak pernah marahan sama sekali. Saling menjaga komitmen dan tetap saling melengkapi.


"oh kan memang iya. Kucing tetangga suka masuk lewat dapur. Takutnya dia ambil dan kita kehabisan. Lalu hubungannya sama mas apa?" ucap rida dengan wajah tanpa dosa yang membuat semuanya tertawa.

__ADS_1


Sedangkan umay hmm sudahlah ia malu sekali dan langsung menormalkan wajahnya menjadi biasa saja. Tapi benar koq kl istrinya ini suka manggil kucing.


bersambung....


__ADS_2