
Diperjalanan, Dila dan Ustadz Alfi tidak terlibat pembicaraan. Mereka berdua terdiam tanpa ada yang mau berbicara. Tapi sejak tadi hanya melempar senyuman lalu mengalihkan pandangan dan begitupula seterusnya. Sungguh membuat hiburan tersendiri.
"hahaha, mas cukup jangan begini lagi."tawa Dila yang sudah tak tahan akan situasi.
"habisnya kamu dari tadi tidak berbicara. Mas merasa iseng"ungkap Ustadz Alfi. Dila meringis merasa bersalah.
"hehe, maaf ya mas. Aku tidak ada topik untuk dibicarakan."jujur Dila.
"yasudah, nanti kamu mau beli 'sesuatu' itu dimana?"tanya Ustadz Alfi yang wajahnya sesekali menoleh.
"di sana aja mas. Itu ada supermarket"jawab Dila menujuk supermarket didepan yang berjarak tidak jauh dari mobil milik suaminya saat ini.
"baiklah"singkat Ustadz Alfi.
Ia mencari cara agar mobilnya terparkir sempurna didekat supermarket agar tidak mengganggu jalan raya milik umum ini. Setelah benar benar berhenti, Dila hendak membuka pintu mobilnya. Namun berhenti sebab melihat Ustadz Alfi terlihat membuka juga.
"loh mas, ngapain ikut buka?"tanya Dila.
"ikut kamu kedalam."jawab Ustadz Alfi.
"aku sendiri aja, kamu tunggu disini mas"seru Dila.
"gak mau, mas ikut kedalam"kekeuh Ustadz Alfi. Tuhkan protektifnya muncul lagi.
"aku baik baik saja keluar sendiri. Kamu bisa lihat dari mobil mas. Tuh, keliatan kan dan bisa awasi aku dari sini"bujuk Dila.
"hah... Baiklah, hati hati."balas Ustadz Alfi yang menyerah karena Dila menyakinkannya dengan senyuman.
Jujur ia merasa sangat was was jika Dila pergi sendiri karena trauma tentang wartawan yang kadang gak kira kira sampai Aisyah waktu itu hampir saja terjatuh. Ia tidak mau itu semua terjadi kepada Dilanya. Sungguh, adiknya sudah merasakan hal itu yang bahkan ia tidak mau sesuatu hal terjadi kepada adik perempuannya. Kini ia sudah bertambah tanggung jawabnya, sudah ada 3 wanita yang harus ia lindungi.
"ya Allah, hamba selalu khawatir seperti ini. Hamba mohon lindungi 3 wanita yang hamba miliki karena mereka adalah sumber kebahagiaan dalam suka maupun duka"batin Ustadz Alfi yang memantau Dila yang asik memilih barang kebutuhannya.
Matanya bergerak ikut seiring Dila kesana kemari mencari kebutuhannya. Terlihat wajah Dila serius sekali memilah milah kebutuhannya. Lalu mata lentik tersebut menatap Ustadz Alfi yang mengitip dibalik kaca mobil. Terlihat menahan tawa sebab setiap langkahnya diikuti oleh perputaran bola mata Ustadz Alfi.
"mas kamu ngapain ?"begitulah arti tatapan Dila saat ini dari dari supermarket.
__ADS_1
"ngawasin kamu"balas Ustadz Alfi yang menjawab tanpa berbicara dari jarak jauh.
Tak lama Dila segera membayar barang belanjaannya dikasir. Kebetulan tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi jadi cepat dalam menyelesaikan urusannya. Kasihan juga dengan Ustadz Alfi didalam mobil tapi lucu juga lihat keproktektifan dari laki lakinya itu.
Ustadz Alfi mengerutkan keningnya sebab Dila berjalan sambil tersenyum sendiri menghampirinya. Ketika sampai di dalam mobil pun Dila masihlah tersenyum senyum sendiri. Ada apa dengan dila saat ini, pikirnya.
"kamu lucu deh mas"ungkap Dila yang sudah meletakkan barangnya di kursi belakang.
"lucu?"beo Ustadz Alfi heran.
"iya, dari tadi kamu ngawasinnya gak biasa. Masa aku kesana kemari diikuti terus. Matamu gak capek mas?"seru Dila.
"gak capek. Aku khawatir kl kamu lepas dari pengawasanku. Takut aja"simpul Ustadz Alfi.
"aku baik baik saja."senyum Dila.
Didalam hati Dila, ia tentu peka akan perasaan khawatir Ustadz Alfi. Bagaimanapun, Ustadz Alfi selalu berwaspada selama ini. Sampai sampai wartawan adalah traumanya. Dila ingin Ustadz Alfi tidak berlarut dengan rasa itu. Ia akan mencari cara agar suaminya merasa 'baik baik saja' saat mereka keluar bersama.
"oiya, kamu mau kemana sehabis ini?"tanya Ustadz Alfi yang ternyata sudah lupa akan rasa takut tersebut.
"apa? Pulang? Loh kamu gak ingin pergi kesuatu tempat yang kamu mau datangi dek"tanya Ustadz Alfi bertubi tubi.
"enggak ada. Habisnya kamu khawatiran terus."sengaja Dila mengatakannya.
"e.. Aku tidak akan khawatir dek. Ayolah jangan pulang dulu. Kita belum termasuk pacaran. Masa ke supermarket doang."oceh Ustadz Alfi.
"kamu mau kemana mas? Aku sih ikut aja"seru Dila.
"jangan tanya aku dek. Bingung"balas Ustadz Alfi yang tersenyum kikuk dengan menggaruk tengkuknya. Sedangkan Dila hanya bisa tertawa kembali.
"ke taman yuk mas."ajak Dila yang melihat sekelilingnya yang menuju kearah taman kota sebentar lagi. Ustadz Alfi setuju saja dengan ucapan Dila karena memang hari ini berniat agar semua apa yang diinginkan oleh wanitanya akan terpenuhi.
##.. Skip.. ##
Ketika matahari mulai bergerak menempatkan posisinya dan terasa lebih hangat dari sebelumnya, suasana di taman kota mulai sepi karena orang orang tidak mau terpapar sinar matahari yang menyengat kullit. Begitupula dengan Dila yang merasa mulai kepanasan. Ia menoleh kearah Ustadz Alfi yang santai memakan gorengan dengan cabainya.
__ADS_1
Dengan wajah penuh tanya, Dila menatap Ustadz Alfi dalam. Di pikirannya, kenapa laki laki itu diam dan santai menikmati makanannya sedangkan ia tidak nyaman karena panas. Bahkan wajahnya sudah terdapat buliran keringat yang satu persatu turun dari dahinya. Tak lama, Ustadz Alfi telah menyadari jika ada yang melihatnya dalam itupun menoleh lalu tersenyum menghadap Dila yang tepat disampingnya.
"kenapa lihatinnya sampai begitu? Mas terlalu ganteng yaa hehe"tanya Ustadz Alfi disertai senyuman penuh arti miliknya. Dila mengerjapkan matanya sebab suara yang tiba tiba apalagi wajah khas menggoda dirinya itu dari laki lakinya. Sungguh sudah dihapal diluar kepala
"ih jangan terlalu geer kamu mas"ucap Dila yang mengkerutkan keningnya dan meringis heran.
"habisnya, kamu ngapain natap mas seperti itu? Ada yang kamu inginkan dek"ucap Ustadz Alfi menutup tempat yang digunakannya untuk menaruh gorengan.
"kamu niat banget mau beli gorengan sampai sampai bawa tempat begini mas"seru Dila tak habis pikir.
"tebakan kamu 99.9% terbukti. Tapi 0.1%nya salah. Sebenarnya, mas pengen beli habis nurutin kamu. Tapi kamu gak minta apa apa, cuma mau ke taman. Kebetulan mas juga ingin kesini. Namun taman kota opsi terakhir"jelas Ustadz Alfi.
"aku tidak meminta apapun mas. Sudah lebih dari cukup cintamu untukku dan rasa nyaman yang kamu berikan. Selain itu, tidak ada yang aku inginkan"ucap Dila yang tersenyum damai sesekali menatap Ustadz Alfi.
Disertai tatapan penuh cinta dari seoramg Dila. Bahkan ini termasuk spesial, karena Dila tidak pernah mencintai orang lain sebelum Ustadz Alfi. Sedangkan Ustadz Alfi, ia menatap Dila dan membalas tatapan itu dengan durasi yang lama. Keduanya sama sama kontak mata yang bahkan lebih lama dari sebelumnya.
"speechless aku dek"ucap Ustadz Alfi yang membuat suasana romantis langsung ambyar seketika. Dila langsung menepuk bahu Ustadz Alfi sedikit lebih keras.
"iih kamu mas, nyebelin banget sih"omel Dila yang cemberut.
"awsh, hehe"keluh Ustadz Alfi. Ets tapi sepertinya adanya salah dengan laki laki ini. Ketika awalnya kesakitan, eh malah cengengesan setelahnya. Ya Allah cobalah lihat ekspresi Ustadz Alfi saat ini, mungkin kalian bakal ilfil.
"aku ngerti dek. Seharusnya aku yang bersyukur mendapatkan dirimu saat ini. Mas gak akan cemburu sama laki laki lain yang telah hadir didepanmu dahulu. Karena ternyata akulah yang pertama mendapatkan cintamu. Subhanallah, mulianya perempuan ini. Hatinya sungguh bersih."batin Ustadz Alfi sembari melihat Dila yang terlanjur sebal dan tampak berdiri dari duduknya.
"hei mau kemana dek dila."Seru Ustadz Alfi melihat Dila semakin menjauhinya. Dila sontak menoleh. Tapi....
"Adek manis mau mas temani pulang"goda Ustadz Alfi.
"mas, aku masih menghormatimu yaa saat ini"peringat Dila yang terlihat kesal.
Ustadz Alfi tertawa akibat wajah kesal wanitanya. Yang dilihat Ustadz Alfi, wajah itu sangatlah imut sekali sampai sampai ia ingin mencubit gemas kedua pipi Dila saat ini.
Oh ayolah, Ustadz Alfi hobbynya sangatlah gabut banget yah. Dila digodain terus dan bahkan membuat jengkel. Ingin sekali melempar sesuatu tapi sayang sama laki laki itu.
"Ya Allah mas, kamu ngeselin banget sih. Tapi aku pasrah karena kenyataannya aku sayang sama kamu"batin Dila yang meringis dalam hati
__ADS_1
Bersambung...