Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Chat ??


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Dila hendak ke ruang tamu, ponselnya berbunyi. Chat WA dari seseorang yg tidak dikenal tiba tiba muncul di layar ponselnya. Dengan penasaran, Dila segera membukanya.


+62xxx


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


^^^Dila^^^


^^^waalaikumsalam, maaf ini siapa ?^^^


...+62xxx mengetik......


ustadz Alfi


saya Alfi Yusuf Al Fahri


^^^Dila^^^


^^^maaf Ustadz, saya tidak tahu.^^^


^^^(ya allah, ustadz? Mimpi apa aku ini kemarin malam....bathinnya yg terkejut bukan main)^^^


ustadz Alfi


tidak apa apa. oiya apakah pulpen mu hilang?


(apakah aku terlalu to the point?... Pikirnya)


^^^Dila^^^


^^^iya betul sekali Ustadz. bagaimana ustadz^^^


^^^tahu?^^^


^^^(Dila membalas pesan itu dengan senyum senyum sendiri bahkan sampai terguling guling di kasurnya)^^^


...Ustadz Alfi mengetik......


ustadz Alfi


pulpen kamu berada di saya . sebelumnya saya berterima kasih atas pertolongan mu kepada umi. bolehkah saya meminta alamatmu?


(ini.. Apakah pantas menanyakan alamat anak gadis orang dengan santainya al... Kau gila...rutuknya)

__ADS_1


^^^Dila^^^


^^^Sama sama Ustadz. boleh, di jl. Ahmad Yani no 47. kl boleh tahu, untuk apa Ustadz meminta alamat saya ??^^^


^^^(Kya ... ustadz kenapa minta alamatku ? ayolah jangan halu deh _ucapnya yang hampir saja memekik dan segera menepis perkiraannya)^^^


ustadz Alfi


untuk ucapan terimakasih, saya ingin mengirim sesuatu untuk mu


^^^Dila^^^


^^^Terimakasih sebelumnya ustadz. Apakah boleh kl saya menemui ustadz?^^^


^^^(apa? sesuatu apa Ustadz. ck kenapa aku segila ini bahkan hanya di chat olehnya , membuatku sangat gila _ ucapnya)^^^


ustadz Alfi


tentu saja boleh.


(seketika ia merasakan sesuatu yang aneh dengan dirinya, tak terduga senyumnya tiba tiba mengembang)


^^^Dila^^^


ustadz Alfi


Iya. Oiya, jangan beritahu siapa pun tentang nomor ini karena bersifat privasi wassalamualaikum.


^^^Dila^^^


^^^baik Ustadz, waalaikumsalam^^^


Dila seakan mimpi dan tak percaya akan hal yg telah terjadi saat ini. hatinya sangatlah senang dan bahagia. setelah menolong orang yg gak dikenalnya sama sekali malah dapat rezeki nomplok. bahkan sampai saat ini masih saja tersenyum senyum sendiri setelah save nomor tersebut. wahh kesempatan nih wkwk.


'takdir mana yang harus hamba persalahkan ya Allah'.... gumam Dila.


senyum senyum sendiri dan tanpa sadar malah menimbulkan rasa ingin memiliki. Dila segera menepisnya untuk tidak perduli lagi dengan chat itu. Dayu belum pulang sekolah, ia memilih keluar untuk membeli keperluan sehari hari di pasar salah satunya untuk dimasak hari ini maupun besok.


>> skip...


Setelah Ustadz Alfi chattingan bersama wanita yang tak dikenalnya, ada perasaan aneh yg ia rasakan. tak beda dengan Dila, Ustadz muda ini juga merasakan apa yang dirasakan oleh fans-nya itu. namun ia segera menggeleng kan kepalanya menepis rasa itu. senyumnya tanpa sadar mengembang begitu saja. Berkali kali ia mencoba menghalau tapi nongol lagi nongol lagi.


lalu ia memutuskan untuk pergi ke kantor JNE untuk mengirim ke alamatnya Dila. ia pun menghubungi bang Azzam untuk mengantarkan barang tersebut. sebelum itu, ia membungkus barang barang yang akan di kirim sudah seperti kado dan rapi dengan tulisannya juga. akhirnya ia beranjak pergi dari kamarnya menuju lantai bawah .


saat menuruni tangga , terdengar suara ketukan dari pintu depan. Ustadz Alfi pun bergegas untuk membukakan pintu tersebut. setelah pintu terbuka terlihat 2 orang yg tak asing lagi baginya. yaitu Abi dan adiknya sendiri .

__ADS_1


"assalamualaikum, abi dan aisyah sudah pulang."


"waalaikumsalam , abi . kemarin kemana saja? kok tidak pulang?"ucap Ustadz Alfi seraya mencium punggung tangan abinya. berlanjut dengan Aisyah yang mencium tangan nya.


"kemarin abi dan bang Umay rapat dengan kakek di tempat biasanya. kalo Aisyah menginap di pesantren dan menggantikan kakek mengurus pesantren."


Walaupun tebakan sang ustadz benar tapi kan.. seketika Ustadz Alfi menatap sang adik yang tidak memberitahu nya sama sekali dan parahnya langsung pergi begitu saja lalu meninggalkan pulpen yang tadinya entah punya siapa. sedangkan Aisyah hanya tersenyum meminta ampun pada kakaknya. ia tahu dengan kakaknya menatap dengan tatapan mengintimidasi pasti sedikit kesal kepadanya


"ck..tidak bilang bilang. awas saja kamu syah"arti tatapan ustadz Alfi.


"maaf kak"sesal Aisyah dengan tatapan memohon


Mereka berdua seperti melakukan obrolan kalbu dengan tidak ada suara sama sekali. sedangkan abi abdurahman menghela nafasnya, sungguh anak anaknya ini seperti bocah padahal sudah besar.


"oh begitu. yasudah"singkat ustadz Alfi.


"hendak kemana kamu, alfi. koq sudah rapi aja?"tanya abi abdurahman yang melihat penampilan rapi dan membawa sebuah kotak.


"paling mau kencan sama calon kakak ipar yang umi rekomendasikan"santai aisyah yang hampir saja dilempar uang logam di keningnya.


"sembarangan kalo ngomong.... mau ke JNE abi. ngirim barang"ucap ustadz Alfi yang tak jadi melempar sebab uang logamnya di ambil oleh abi abdurahman. namun masih menatap sengit kearah aisyah yang sudah berada dibalik badan abinya meminta pertolongan.


"hati hati. nanti sekalian beliin es boba keinginan adikmu yang abi belum turuti"ucap abi abdurahman.


"iya. assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


sontak abinya masih heran. ada apa tiba tiba mengirim barang, pikirnya. namun ia tidak mau tahu urusan anak muda dan langsung pergi ke kamar untuk berganti pakaiannya.


Beberapa menit kemudian...


Ustadz Alfi sudah menyerahkan barang yg akan di kirim menuju alamat Dila. Lalu beranjak ke arah tempat minuman yang sedang ngetrend di kalangan anak muda.


"oiya ustadz, koq dilihat lihat dari tadi senyum senyum aja sih? lagi jatuh cinta yaa"ledek azzam. ternyata azzam mengamati tingkah laku ustadz Alfi yang sebelum sampai sudah senyum senyum gak jelas menatap barang tadi lewat kaca spion dalam.


"eng..enggak kok."kilah ustadz Alfi yang membenarkan letak duduknya dan kopyahnya dilepas. tiba tiba saja rambutnya basah seperti diguyur hujan.


"gak apa apa lagi. lagipula kita wajar suka sama lawan jenis. wahh jadi penasaran siapa yang nantinya bakal jadi istrimu"oceh azzam tanpa henti


"bang kita beli boba dulu baru pulang yaa"ucap ustadz Alfi mengalihkan pembicaraan.


azzam hanya terkekeh kecil dibuatnya sambil sesekali melirik reaksi dari ustadznya. Ia tahu dan sangat kenal dengan seseorang dibelakangnya ini yang jomblo akut sama sepertinya hahaha miris.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2