Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Persiapan Menyambut Tamu


__ADS_3

5 bulan kemudian ...


Sudah 5 bulan berlalu juga sudah beberapa banyak kenangan terukir. Persahabatan yg dijalani bersama semakin erat walaupun berbagai rintangan yg dihadapi Dila , Vira dan Caca. Sampai kemana pun perginya pasti selalu bersama.


Gunanya sahabat adalah selalu mensupport , mendoakan , bersama dan berbagi . Sejak bekerja di stasiun radio, Dila dan kawan kawan selalu dapat pekerjaan ngevlog ke daerah Jawa dan sekitarnya. Memperkenalkan budaya, tarian, adat istiadat dan pariwisatanya.


Salah satu pengalaman mereka bertiga yaitu sempat mengelilingi gunung Bromo dan berfoto bersama disana karena memang pemandangan nya juga indah. Selain memperkenalkan banyak budaya, mereka konser mendadak disana hihi .


Hari ini Dila, Caca dan Vira lagi ngumpul bareng di stasiun radio sekedar makan, minum dan bercanda gurau. Mba Dinda lagi diruangannya dan tidak berkumpul dengan yg lainnya, entah sebab apa, biasanya selalu nimbrung kl lagi rame rame gini. Semua nya sangat menikmati kue dan aneka gorengan serta es teh manis atau teh coffe.


Suasana sedang tenang tenangnya. Tiba tiba Mba Dinda datang dengan wajah kusut serta membawa berkas. Mereka pun bertukar pandangan satu sama lainnya dan berpikir ada apa dengan pimpinan muda seperti mba dinda ini bisa kusut wajahnya.


(Mohon maaf mungkin lupa di setrika wkwk)


"Mba din kenapa ?. Kelihatannya lagi bingung begitu sih ?"tanya Dila yg berusaha mendekatinya.


"Iya lagi bingung . Oiya besok kamu berjaga full ya .."ucap Mba Dinda masih dengan wajah kembali normal .


"Siap Mba.  Tapi untuk apa ? Memang ada tamu penting ya?"tanya Dila kembali.


"Iya betul besok ada tamu istimewa yg merayakan ulangtahun nya bersama keluarga , teman dan kerabat nya . Sebenarnya ini lebih tepatnya untuk kumpul keluarga."ucap Mba Dinda.


"Siapa yg bisa menghias atau dekorasi yg simpel dan bagus ??!!"ucap Mba Dinda sedikit teriak tujuannya ada yg memberikan pendapatnya.


"Mba, sama Dila aja . Ia kan jago menghias ruangan atau acara . Waktu itu pas SMP juga ia yg menghias kelas dan juara ."ucap Vira .


Hari semakin sore, waktunya untuk pulang . Mba Dinda, Caca dan Vira pulang duluan sedangkan Dila masih membagi pihak keamanan menjadi beberapa kelompok dan bergantian. Setelah semuanya setuju , mereka pun ikut pulang juga . Sesampainya di rumah Dila membersihkan rumah lalu membersihkan diri . Setelah semuanya selesai , adzan magrib berkumandang menandakan bahwa shalat harus segera didirikan .


Saat waktu sudah mulai malam , semua lampu jalanan menyala semua dan bi mina sudah mulai memasak untuk makan malam hari ini .


Setelah makan malam, Dila bantu membereskan peralatan makan. Hari ini sangat melelahkan baginya, Dila pun mempersilahkan bi mina pulang lalu , ia kembali ke kamarnya untuk istirahat .


Kemudian ia teralihkan dengan pikiran lainnya sendiri. Besok ada tamu penting, tapi tidak diberitahu siapa tamu itu. Dila juga bingung mau pakai apa besok, lagi pula ia hanya memiliki beberapa pakaian untuk formal dan kebaya.


Masa pakai kebaya, ia tidak terlalu suka sama hal yg berbau rok kl untuk menjadi satpam. Mungkin akan lebih sulit untuk bergerak . Dila langsung menggosok pakaiannya dengan cepat dan rapi lalu beranjak tidur masuk kedalam alam mimpi .


Sementara itu...


Dihotel dekat alun alun Jogja, keluarga ustadz Alfi sudah memesan kamar untuk 3 hari disini. Selain itu, juga memesan tempat untuk merayakan ulang tahunnya si ustadz. Ralat, bukan merayakan tapi mendiskusikan rencana kakek dab bertemu sanak saudara mereka. Sudah lama sekali saudara mereka tidak menemui.

__ADS_1


Awalnya mau di Boyolali tapi umi gak setuju alasannya mau liburan aja ke Jogja padahal mah mau umi hanya ingin bertemu dengan calon mantunya haha.


Ya, umi sendiri sudah tau kl Dila bekerja di stasiun radio tapi tidak memberitahu oleh siapapun. Kemudian alasan nya untuk langsung memberitahu ke mbah Dahlan untuk meminang cucu nya nanti setelah lulus agar semua segera dipersiapkan .


"Oiya umi , apakah sudah di sewa tempatnya?"tanya abinya Alfi.


"Sudah koq bi, tapi di stasiun radio."jawab umi Shita .


"pasti tempat seseorang kerja ya umi"ucap Umay menerka nerka.


"Eh ada deh , Umay mau tau aja."jawab umi Shita tersenyum kecil.


"Umay, bagaimana kabar Mbah mu?"tanya kakek Alfi .


"Alhamdulillah baik kek."ucap Umay singkat .


"alhamdulillah kl begitu. Lalu bagaimana kabar adik sepupu mu katanya di jogja kuliahnya."tanya kakek yg sedikit tersenyum kearah menantunya yang pandai menyusun rencana. Sedangkan umi shita membalasnya dengan senyuman nya juga. Ia dengan ayah mertuanya sangat akrab dan sudah dianggap interaksi anak dan ayah kandung.


"kl kabar dek dila sepertinya baik kek. Belum ada kabar lagi. Soalnya kerja sama kuliah, dibiayain hidup gak mau. Padahal umay ada uang untuk membantu tetap ditolak."jawab umay.


"mungkin adik sepupumu tidak mau merepotkan. Jadi ia menolak halus tawaranmu itu."ucap kakek yg ada benarnya juga.


Seperti biasa membahas tentang bagaimana dakwahnya lancar atau tidak. Karena yang mendukung ustadz Alfi adalah kakeknya. Mereka membahas sampai jauh membahas tentang pernikahan itu.


"alfi kamu masih sabar kan? Baru 5 bulan loh. Masih lama nunggu wisudanya"Tanya Kakek Ilham.


"eh.. Insya Allah kek"kikuk Ustadz Alfi yang tersenyum seraya menggaruk tenguknya tak gatal sama sekali.


"hemm, kl tidak bisa menunggu. Kamu bisa bilang alfi. Mau menikah dengan yang lain, kakek akan berbicara dengan sahabat kakek. Biar dibatalkan."ucap Kakek Ilham tersenyum tipis tanpa terlihat oleh cucunya. Sontak Ustadz Alfi duduk tegak dan menoleh kearah kakeknya.


"Enggak kok kek. Jangan begitu, Alfi rela nunggu bahkan 5 tahun lamanya"tegas Ustadz Alfi.


"haha kamu serius sekali. Kakek hanya bercanda"tawa Kakek Ilham yang tersenyum menggoda cucunya.


Ustadz Alfi skakmat. Habis sudah, wajahnya memerah menahan malu. Ya allah tadi kakeknya itu mengucapnya dengan serius loh. Ia hanya bisa tersenyum kaku saja. Ada ember gede gak sih? Ustadz Alfi pengen ngumpet rasanya wkwk.


####


Keesokan harinya ....

__ADS_1


Dila sudah bersiap untuk bertugas full hari ini. Sebelum berangkat seperti biasanya harus sarapan terlebih dahulu. Selama pusing yang sering muncul, ia selalu menjaga pola makan dan gak lupa beli obat nya secara runtin serta teratur. Emm, jika memang pusing harus diminum, tapi kl tidak ya tidak diminum hehe.


Setelah sudah siap, ia pun naik motor ke studio. Setelah siap, ia berangkat lebih awal dari pada biasanya.


"Bi Mina  aku pamit kerja ya ..."ucap dila yg melihat bi Mina yg mau masuk kedalam rumahnya tersebut.


"Iya non . Tapi udh sarapan ? Obatnya masih ada?" Tanya bi Mina beruntun.


Sudah hal biasa bagi Dila, Caca dan Vira. Mereka sudah dianggap anak sendiri. Kasih sayang yg diberikan bagaikan kasih sayang untuk seseorang yg dirindukan olehnya. Bi mina sudah tidak memiliki anak perempuannya itulah sebabnya.


"Aku udah sarapan. Aku mau minum di tempat kerjaku aja bi. Tapi mungkin obat buat besok tidak ada bi."ucap Dila.


"apa non masih suka pusing?"tanya bi Mina yang diangguki oleh Dila.


"Oh begitu Non , yaudah biar bi Mina aja yg beli nanti."ucap bi Mina. Dila pun menolaknya.


"Tidak usah bi, biar Dila aja yg beli nanti merepotkan lagi. Aku tidak enak."tanya Dila yg sudah membuka pagar. Lalu mengeluarkan motornya.


"Ndak apa apa non ."ucap bi Mina


"Baiklah bi. Assalamualaikum "pamit Dila.


"Waalaikumsalam non, hati hati."jawab Bu Mina.


Beberapa menit kemudian, Dila sudah sampai juga di tempat kerjanya . Terlihat masih sepi , karena ia berangkat terlalu pagi . Sebelum masuk , ia memarkirkan motornya di parkiran untuk tamu karena parkiran motor di gedung sebelah penuh . Tiba tiba , seseorang memanggilnya sebut saja nimas yg asli Sunda . Dengan senyumnya yang khas menyapa Dila yg sudah mengunci stang motornya .


"Teteh ..."panggil nimas yg menghampiri Dila .


"Selamat pagi teh Dila ."sapa nimas .


"Pagi nimas , oiya baru datang ya?.."tanya Dila merapikan hijabnya.


"Iya teh . Punten teh , koq datangnya pagi sekali ?"ucap nimas .


"Oh iya nimas . Hari ini kan aku jaga full jadi datang pagi . mari ke pantry .."ajak Dila .


Nimas hanya mengangguk angukkan kepalanya . Setelah sampai di pantry, nimas langsung menjajakan bahan adonan kue dan menyalakan kompor untuk memasak air.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2