Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Membantu itu Hebat


__ADS_3

Keesokan harinya....


Dila sudah bersiap untuk meluncur dengan motor matix kesayangannya. Setelah Dayu berangkat ke sekolah untuk pergi ke tempat tujuannya. Ia tampak terlihat cantik memakai baju warna biru muda, hijab navy dan celana panjang hitam. kayak lebih menjadi anak remaja.


Dila membawa tas selempang yg berisi buku catatan kecil, pulpen pribadinya, hp dan dompet. Ia juga tak lupa membawa mukena dan manaruhnya di jok motor.


Perjalanan membutuhkan 2 sampai 3 jam jikalau melewati jalan pintas. kalau melewati jalan biasa bisa bisa terjebak mancet. tak terasa Dila sekarang sudah berada di depan gardu sesuai yg ditunjukkan oleh google maps. sebelah gardu terdapat papan berisikan AWAS RAWAN BEGAL .


Ia menelan bergidig ngeri sendiri dan terkejut. memang jalanan terlihat sangat sepi dan mengerikan. tetapi ia harus melanjutkan perjalanan nya dan langsung mengendarai matixnya dengan segera.


sudah 2 menit menelusuri jalanan ini, Dila belum bisa menemukan tempat itu. namun melihat seorang ibu yang berusia sekitar 40 tahunan yg sedang dihadang 3 orang yg sangat ganas bertubuh besar dan ternyata itu ialah begal yang ingin merebut tas dari seorang ibu.


Dila memarkirkan motor nya tak jauh dari tempat tersebut. salah seorang menarik tas milik ibu tersebut sampai terjatuh ke jalan. ia langsung menghampirinya .


"tolong jangan ambil tas saya ..."panik ibu itu.


"hei , apa yg kalian lakukan kepada ibu itu !?"ucap Dila yang sedikit meninggikan suaranya sebab tak terima jika ada laki laki berbuat seperti itu pada orangtua.


"hey cantik, galak sekali kamu . apa urusan mu. mau ku hajar kau !?."ucap mereka.


"ayo silahkan anda maju duluan."ucap Dila yang langsung memasang kaki kuda kudanya dan menyerang begal tersebut. Terlihat kewalahan menghadapi Dila. Inget woy, sama perempuan aja kewalahan muka mau taruh dimana.


Bugh...bugh...gubrak


akhirnya begal itu maju satu satu, bahkan ada yg sudah tepar. sekarang 2 begal sudah tertangkap, tetapi hanya 1 begal yg tersisa ia tak menyerah kepada seorang gadis .sedangkan Dila menghampiri ibu tersebut .


"bu, apa ada yg terluka ?"tanya Dila.


"tidak nak, saya tidak apa apa"balas Ibu yang berada di depannya.


senyum terbit dari sang ibu tersebut namun tiba tiba begal itu mengeluarkan pisau dan bertujuan ingin menusuk Dila dari belakang. tetapi nurul tidak menyadarinya.


"awass nak !!"pekik ibu itu dengan panik. Jantungnya hampir saja copot sebab begal begitu cepat menyerang gadis yang menyelamatkannya ini.


Sring...bugh..bugh..


Ibu itu sangat mengkhawatirkan Dila. takut terjadi apa apa kepada seorang gadis yang baru di temukan olehnya. Rasanya sangat sayang sekali jika gadis secantik ini terluka. Boleh lah jadiin mantu wkwk.


hampir Dila tertusuk pisau, untung saja ibu itu memberitahukan nya. ia dan begal terlibat perkelahian lagi dan lagi . saat Dila menepis pisau, sayang tangan kirinya terkena pisau sampai banyak darah yang keluar dari tangannya. Darah itu mengalir namun ia tahan dan merebut tas yang sudah tergeletak di bawah jalanan.


Tiba tiba bunyi sirene polisi terdengar. ternyata ada seorang warga yg melihat kejadian tersebut dan melaporkannya. begal itu terkejut dan lari. tampak warga sedang mengejarnya. Dila mengambil kunci motornya dan menghampiri warga tersebut dengan tujuan mengasih kunci motornya.


"pak , ini kunci motor saya yg terletak disana silahkan bapak pakai untuk mengejar begal itu . temui saya di tempat Ustadz Alfi pak kl sudah selesai motornya"seru Dila.


"iya nak makasih"sahut bapak paruh baya itu.


"terima kasih ya nak . siapa nama mu ?."ucap ibu tersebut yang sudah menerima tasnya.


"perkenalkan Bu . nama saya Dila Nurul Cahyaningrat. panggil Dila saja."balas Dian.


"oh Dila... tapi tangan mu terluka ."khawatirnya.

__ADS_1


"oh gak apa apa bu . siapa nama ibu dan maaf ibu ini mau kemana kok jalan di daerah sepi begini."ucap Dila.


"saya ibu marshita. saya ingin ke tempatnya ustadz Alfi"ucap umi shita.


"wah, saya juga mau kesana tapi tidak tau pasti tempatnya. saya fansnya ustadz alfi saya sangat ingin menemuinya.mari saya antar sepertinya kaki ibu terkilir dan ibu bisa tunjukan jalannya"ucap Dila.


"mm....baiklah akan saya tunjukan jalannya."sahut Umi Shita.


'ternyata Dila ini fansnya si Alfi. udah cantik, berhijab, baik dan jago silat lagi.' bathin umi shita.


mereka berdua berjalan menyusuri jalan menuju tempat tujuan. ternyata jalannya salah . Dila pun merasa bahwa Google maps tidak seakurat perkiraan nya. Sambil menahan senyumnya atas kebodohannya malah ngikutin maps. Tapi alhamdulillah sih jika ia tidak salah maka ibu yang bersamanya tidak akan selamat.


Saat sampai di tempatnya ustadz Alfi, Dila mendudukkan umi shita di kursi dan berusaha menyembuhkan nya. sesaat kemudian terlihat seorang gadis cantik menghampiri mereka


"umi, apa yang terjadi"khawatir gadis itu.


"gak apa apa syah. cuma terkilir aja"jawab umi shita lalu bercerita dengan panjang x lebar. Barulah terlihat wajah lega gadis yang diduga anaknya ibu atau umi shita yang ditolong ole Dila


"oiya kak, perkenalkan aku aisyah dan kakak siapa ?."ucap Aisyah yang mencoba perkenalan dengan Dila.


"hai aisyah, aku Dila"balas Dila seraya menampikkan senyuman manisnya.


"ouh kak dila"simpul Aisyah mengerti.


'cantik dan ramah.hmm pengen punya kakak kayak kak dila. Tapi juga sayang koq sama kak alfi'bathin aisyah.


"kak, tangan mu terluka , biar ku obati sebentar ."seru aisyah yang baru melihat tangan kirinya Dila terluka. belum sempat di jawab, Aisyah sudah pergi untuk mengambilkan p3k .


"assalamualaikum."salam bapak yang tadi membawa motor milik dian.


"waalaikumsalam"serempak semua


bapak itu memberikan kembali motor yang sempat ia pakai tadi dan Dila menerima kunci tersebut dengan tersenyum lagi untuk menghormati yang lebih tua darinya. bapak itu menyerahkan kunci motornya dan langsung meninggalkan mereka .


tiba tiba suara ponsel Dila berbunyi dan ia izin mengangkat telpon tersebut . ternyata Dayu yg menelfonnya dan memekik khawatir sebab firasat mbanya terluka.


'yah gagal lagi deh bertemu dengan ustadz Alfi . huff , tapi gak apa apalah mungkin bukan takdirnya gk ketemu' bathin Dila lesu.


"maaf bu , Aisyah saya pamit karena sudah ditanyakan oleh adik saya dirumah . assalamualaikum ."pamit Dila.


Ia mencium punggung tangan umi Shita dan tanpa disadari oleh Dila, pulpennya terjatuh di kursi. saat terbangun ia merasa ada yang jatuh namun seolah angin lalu dan menganggap bukan apa apapun segera bergegas mengendarai motornya kembali.


"waalaikumsalam wr.wb "kor aisyah dan umi shita.


Dila sudah tidak ada ditempat tersebut. umi Shita melihat bahwa ada pulpen kuda poni di tempat duduk yang tadi diduduki oleh gadis yang menolongnya.


"pasti ini punyanya Dila"pikir umi shita


"Aisyah ini pegang . jangan sampai hilang, umi mau pergi ke rumah teman di daerah sini . assalamualaikum"pamit umi shita dengan memberikan pulpen itu ke anak perempuannya.


"waalaikumsalam , tapi umi...."jawab Aisyah namun apa daya uminya sudah meninggalkan nya sendiri. Ia hanya memandang pulpen itu. tiba tiba seorang laki laki memanggilnya suara yang familiar siapalagi kl bukan Ustadz Alfi .

__ADS_1


"assalamualaikum aisyah, sedang apa kamu ?"seru ustadz Alfi yang sudah duduk disebelah aisyah.


"waalaikumsalam kak, untung ada kakak. kak Alfi , bawa pulpen ini pulang jangan sampai hilang nanti umi marah . assalamualaikum."ucap aisyah yang terbirit birit baru ingat bahwa ada urusan. ia juga merutuki kelupaannya yang santai di tempat kakak laki lakinya itu.


Ternyata kakaknya aisyah adalah Ustadz Alfi yg baru keluar dari persembunyiannya. Kenapa gak dari tadi stadz, keluarnya?. wahh gak terduga yaa, coba saat ada Dila tadi wkwk.


"waalaikumsalam. Eh.. tapi..."belum saja dijawab oleh ustadz alfi , aisyah sudah pergi entah kemana. ia hanya mematung memandang pulpen kuda poni itu .


'punya siapa ini'pikirnya.


Skip...


Ustadz Alfi sudah berada dirumahnya. tidak ada orang, itu sudah biasa dialaminya. Untuk mengusir rasa bosan, Ustadz Alfi memilih membaca Alquran miliknya di sofa ruang tamu hingga tak lama kemudian terdengar suara ketukan dan pintu terbuka dari luar. menampilkan seorang ibu yang sudah mengandungnya dan yang ia sayang serta hormati .


"assalamualaikum"salam umi shita masuk.


"waalaikumsalam. umi sudah pulang?."seru ustadz Alfi seraya menghampiri uminya dan mencium tangan beliau.


"sudah. oiya nak , kemana abimu dan dek Aisyah ?."tanya umi shita yang melihat sekeliling rumah tidak ada selain anak laki lakinya yang duduk di sofa seraya memegang Al Qur'an .


"abi lagi pergi sama bang umay kalo aisyah entah kemana mungkin ke rumah kakek. umi duduk dulu ya...."


"oiya, umi itu yang dikasih aisyah. pulpen siapa ?"tanya ustadz alfi yang ingat dengan apa yang dikasih Aisyah . lalu mengeluarkan nya dari saku bajunya dan meletakkan pulpen tersebut di meja.


"oh punya Dila"singkat umi shita.


'dila?? Siapa ia?' pikir ustadz Alfi


"jadi sebenarnya..tadi umi di begal dan pemilik pulpen ini yang menolong umi. alfi.. Dila itu cantik,baik dan jago silat lagi. oiya ia ngefans sama kamu tapi memilih untuk pulang karena tangannya luka karena nolongin umi ."terang umi shita dan memuji muji Dila.


("hatsiuu" sementara Dila yang dirumahnya langsung bersin bersin hingga 3 kali sempat heran dengan dirinya sedangkan dayu tak dengar sebab menggunakan penutup telinga untuk mendengar video pembelajarannya.)


Ustadz Alfi hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh uminya. Ia merasa tidak enak, jika umi sudah memuji seorang gadis. Hmmm nanti ujung ujungnya ya gitu tau kan para kaum adam jomblo hehe


Apalagi umurnya sudah hampir 21 tahun. Tapi uminya mau banget kl dia itu punya istri yang bisa mengurusnya nanti dan selamanya. bahkan ia juga tak tau jodohnya itu siapa. untung saja sang umi tak menjodoh jodohkan dirinya dengan anak gadis orang. Jika itu terjadi, hah sungguh membuat kening ustadz Alfi berdenyut nyeri tak tertolong.


"oh gitu ya umi. baiklah aku akan cari tau alamatnya."ucap ustadz Alfi mengalihkan pembicaraan.


"jika kamu sudah tau alamatnya nanti tolong kirimkan baju gamis ini juga dan bersama pulpen miliknya itu. umi mau istirahat dulu. Assalamualaikum"balas umi shita membuat hati sang ustadz lega bukan main.


"waalaikumsalam. baik umi "jawabnya.


mereka sama sama masuk ke kamarnya masing masing. umi shita tertidur di kamarnya. sedangkan ustadz alfi setelah membuka kopyahnya. ia melihat ke arah pulpen punya Dila. ia memegangnya sambil memeriksa bolak balik pulpen itu. namun tidak ada yang ia cari. kemudian ia membuka pulpen yang menampakkan isi nya dan... jreng sebuah kertas kecil yang dililitkan di isi pulpen tersebut. Lalu mengetikkan nomor itu dan memilih untuk memeriksa laptopnya. Namun ia merasa seperti tidak biasanya.


"Ya allah ada apa dengan jantungku yang terasa berdegub kencang begini. Dila Nurul Cahyani... Hmm cantik namanya. Apakah orangnya pun sama? Eh!"bathin ustadz Alfi.


Ustadz Alfi menggeleng untuk menghalau rasa tersebut. Tapi hatinya menuntun untuk terus menyebut nama itu. Hadduh repot kalau begini jadinya, sedangkan wanita itu tidak pernah ia temui. Nama itu membuatnya tidak tenang.


"dasar jomblo"lirih ustadz Alfi yang merutuki dirinya sendiri dan langsung beranjak mengambil wudhu.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2