Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz

Gadis Pemilik Hati Sang Ustadz
GPHSU : Bertemu kembali


__ADS_3

"nimas, kl caca atau vira bertanya tentangku. Bilang aku berkeliling. Biasa, nyalahin lampu dan matiin lampu di tempat tempat. Sekalian ngambil peralatan buat siaran radio hari ini yaa."pesan Dila.


"siap teh, pasti itu mah"sahut nimas .


"aku pamit, assalamualaikum" pamit Dila yg keluar dari ruangan pantry, nimas pun membalas salam dan berlanjut membuat kue untuk anggota kerja di stasiun radio . Kuenya untuk snack kl makan siangnya nanti dari katering langganan mba dinda .


Sementara itu ...


Caca dan Vira sudah sampai dari tadi Ia tidak menemui Dila dulu , malah buat tik tok pagi pagi. Awalnya cuma 1 kali tapi malah berkali kali sampai jam 7.30 . Pekerja sudah mulai berdatangan, termasuk pakdhe Sarto yaitu keamanan yg berjaga di luar pintu masuk. Pakdhe Sarto melihat 2 bocah yg sedang joget jogetan gak jelas lalu menggeleng gelengkan kepalanya melihat 2 orang memakai batik jogja itu.


"Masya Allah, pagi pagi sarapan tik tok. Pagi pagi tuh sarapan lontong sayur apa nasi gitu bukan malah joget joget begitu "ucap pakdhe Sarto .


"Hehe, maaf pakdhe . Kami sudah selesai koq"jawab vira yg tersenyum. Sedangkan caca, ia menampilkan deretan giginya yg putih kinclong itu. Tiba tiba perut caca mules banget, sepertinya ini kode alam.


"Adduh koq pengen ke toilet ya.. vir temenin yuk udah gak tahan nih"ucap Caca sambil berlari menuju toilet .


"Oke. Kl gitu assalamualaikum pakdhe ."pamit Vira .


"Waalaikumsalam."jawab pakdhe Sarto menggeleng gelengkan kepalanya kembali namun tersenyum memaklumi.


Beberapa menit kemudian, Vira dan Caca sudah selesai urusan ke toiletnya, tapi Caca belum keluar karena ada telpon dari ayahnya. Ketika Vira sudah keluar, ia melihat kak Umay bersama keluarga ustadz Alfi. Ya mereka sudah datang. Umay langsung memanggil vira yg ia kenal dari lama.


"Dek Vira .."sapa Umay .


"Kak Umay . Assalamualaikum"ucap salam Vira serta menghampiri kak Umay dan lainnya.


"Waalaikumsalam."jawab mereka serempak.


"Bagaimana kabarmu dek ?"tanya Umay yg tersenyum tipis, dingin dan biasa saja kl bukan dengan keluarganya atau dila atau istrinya . Umay tidak akan tersenyum lebar .


"Alhamdulillah baik koq kak "jawab vira. Tiba tiba suara Caca memanggil Vira. Caca langsung menghampiri Vira yg bersama dengan sekelompok orang berkerumun sedikit itu .


"Vira ...."panggil Caca.


"Oiya kak , ini Caca sepupu ku."ucap Vira yg memperkenalkan caca kepada semua orang.


"Assalamualaikum kak , semuanya."ramah Caca .


"Wahh, pada pakai batik ya .. cantik."puji umi Shita. Beliau melihat sangat senang sekali karena caca yg memakai batik dengan rambut yg disanggul Sedangkan vira dengan batik berupa gamis dengan pashmina warna cream. Sungguh ayu tenan rek hehe


"iya umi"ucap Vira tersenyum malu sedangkan Caca hanya bisa menampilkan giginya. Senyum ala ala pepsodent. Kenapa ia tahu itu umi Shita, karena Dila pernah cerita dan memberikan foto ketika waktu itu ia berkunjung ke tempat Ustadz Alfi.


"mana dek Dila?"tanya Umay melihat sekelilingnya.


Sontak Ustadz Alfi menatap kearah Uminya dengan menaikkan alisnya namun yang dikode pertanyaan malah tersenyum manis sekali. Umi oh Umi ...


"Belum tahu kak, Soalnya belum melihat juga hari ini."ucap Caca. Muncullah si nimas yg menuju arah pantry.


"Nimas ...sini."panggil Vira yg membuat nimas menghampiri mereka semuanya.


"Iya teh. Punten ada apa ?"tanya nimas.


"Lihat Dila gak?"tanya Vira .


"Lihat atuh teh . Tadi pagi kan ketemu di pantry . Tapi sekarang lagi berkeliling seperti biasa."jelas nimas (singkat n akurat).

__ADS_1


"O gitu ya nimas. Oke suwun."ucap Vira.


"Sami sami Mba."ucap nimas yang langsung pamit dan menyelesaikan pekerjaannya segera. Tak lama dari itu, ada Suara laki laki menyapa seseorang yg di sebut Dila dengan serempak dibalik tembok itu .


"Pagi Mba Dila."sapa pekerja laki laki itu yg diduga pakdhe hartanto & mas Ari.


"Pagi pakdhe, mas Ari ."ramah Dila .


Ia pun berjalan mendekati arah mereka dengan membawa berkas dan handy talkie atau disebut radio HT . Ia memakai batik juga tapi dengan celana panjang (gak mau pake rok , nanti kl ada penjahat gak bisa gerak dong hehe).


Tak lupa dengan pashmina yang menutup rambutnya sampai dadanya. Sangat sangat cantik walaupun ia memakai celana bahan panjang itu. Tetap Anggun & berwibawa mbaknya wkwk


"Dila ..."panggil Vira .


Dila pun menengok ke arah mereka dengan senyuman dan mulai menghampiri mereka. Matanya menatap umay dengan antusias. Betapa rindunya dengan kakak sepupunya yang sangat posesif dan baik namun kadang menyebalkan kepadanya .


"Assalamualaikum."salam Dila.


"Waalaikumsalam."jawab mereka serempak. Dila pun kaget dengan apa yg dilihatnya . Sedangkan Ustadz Alfi sekilas menatap lalu membathin.


'Dihari Ulangtahunku, ternyata Allah menakdirkanku bertemu dengannya'bathin Ustadz alfi tersenyum lalu menatap handphonenya.


"kak umay"ucap dila yang langsung memeluk kakak sepupunya dibalas senyuman dan elusan dipucuk kepalanya.


"kangen ya sama kakak laki lakimu yang ganteng ini"goda umay. Agak kepedean sih, tapi emang kenyataannya begitu.


"iih ke ge'eran banget."balas dila yang sudah melepas pelukan itu. kak umay menghancurkan suasana kerinduannya.


"dasar ikan koi"gumam Dila yang sempat terdengar lirih di telinga umay. ikan koi adalah sebutan umay waktu dulu saat dila baru bisa bicara.


"eh...hehe gak ada koq kak"kilah Dila tersenyum manis di depan umay.


"Wahh calon mantu umi cantik banget hari ini."puji umi Shita yg asal ngomong. Jujur sangat senang sekali menemui calon mantunya ini sampai keceplosan


"Maksud umi ???"tanya Dila bingung .


"Emh, lupakan. Apa kabar nak?"tanya umi.


"Alhamdulillah baik umi."jawab Dila.


"Hai Kak Dila ."sapa Aisyah.


"Hai Aisyah."balas Dila.


Tak sengaja pandangan Dila, tertuju ke ustadz Alfi lagi yg sedang melihatnya juga. Sangat kebetulan, padahal tadi melihat kearah hpnya tapi tiba tiba melihat kearah Dila.


"Ustadz ..."sapa Dila yang tersenyum lalu menunduk karna gugup. Nah si ustadz salting nih dan gugup juga. Sambil senyum lalu mengalihkan pandangannya sesaat. Ternyata kepergok sama adeknya sendiri nih


"Kak Alfi kenapa senyum kek gitu ke kak Dila?"tanya Aisyah dengan nada meledek .


"Eh...gak kok Syah ."ucap ustadz . Hayolo makin terpojok. Lalu umi mengalihkan pembicaraan nya .


"Oiya. Dila kerja sebagai apa di sini ?"tanya umi .


'untung ada umi , hehe. Aman ' gumam ustadz Alfi.

__ADS_1


"Jadi ketua keamanan di sini umi "ejek Caca yg ngomong duluan .


"Beneran kamu nak ?"tanya umi .


"Iya umi betul."ucap Dila.


"oiya umi, ada apa rame rame kesini? Maaf kl udah gak sopan"tanya Dila. Jiwa keamanannya meronta ronta dari tadi ingin bertanya.


"itu mau kumpul keluarga. Sewa tempat disini nak, sekalian buat acara kecil kecilan buat Alfi."jelas Umi Shita.


"ustadz Alfi?"pikir Dila.


"bentar... Ini bukannya ulang tahun ustadz Alfi ya. Lah kok aku baru nyadar."pikir Dila.


"Ustadz ulang tahun?"terka Dila.


"benar sekali"timpal Aisyah.


"oh kalo gitu, Barakallahu Fii Umrik Ustadz"ucap Dila tersenyum tulus didepan Ustadz Alfi. Sedangkan Ustadz Alfi menatap mata hitam nan bening itu dengan sedikit terpaku. Sontak membuat semuanya mengulum senyum penuh arti.


"syukran doanya"balas Ustadz Alfi tersenyum yang membuat Dila terpesona sesaat.


"ah senyumannya. Ustadz, bagaimana dengan jantungku ini. Mau bertanggung jawab gak? Kl misalnya mendadak kena serangan jantung"bathin Dila. Ia salting. Hampir saja apa yang ada ditangannya terlepas dan wajahnya terlihat memerah sedikit. Tak lupa dengan bibirnya yang mengukir senyum kecanggungan.


"maaf sebelumnya gak bisa lama lama. Soalnya masih banyak pekerjaan. Kl gitu aku izin pamit dulu."ucap Dila mulai meninggalkan mereka. Demi kesejahteraan dan kesehatan jantungnya ini, lebih baik lanjut kerja.


"Eits, kami ikut dil"ucap Vira dan Caca serempak seperti anak yang mau ikut induknya .


"ndak usah. Disini aja, tunjukkin tempatnya. Aku mau ke ruangan Mba Dinda mengantarkan jadwal penyiaran hari ini."ucap Dila.


"Ihh, dasar ketua keamanan . Sibuk mulu."gerutu Caca yang masih bisa didengar untung saja tidak membuat Dila berbalik badan. Sedangkan semuanya terkekeh melihatnya.


"Tapi umi, Dila itu peduli sama kita.."ucap Vira


"Oiya ?"ucap umi. Vira dan Caca mengangguk lucu. Namun, yang dibicarakan kembali berbalik.


"em, Caca Vira udh makan belum ?. Di Pantry ada kue buatan nimas, enak loh . Jangan lupa ambil nanti di habisin sama mas Ari."ucap Dila dan kemudian pergi kembali dan sudah tak terlihat batang hidungnya.


"Wahh kalian sudah mengenal banyak sifatnya Dila ya?"ucap umi .


"Hehe , iya umi . Dila emang pendiam tapi kl udh kenal ramah dan peduli nya Gak ada obat . Apa lagi nanti kl ada suaminya pasti setia nya Gak ketulungan umi ."ucap Caca yg begitu sangat asal jeplak aja .


"Hehe berarti yg jadi suaminya beruntung dong "ejek umi dengan melirik anak laki lakinya.


"Umi emang ustadz itu calon suaminya ?"tanya Caca asal omong.


"Iya tau kak . Tapi jangan kasih tau ke kak Dila yaw "ucap Aisyah .


Yg membuat Caca dan Vira ketawa dan disusul semuanya sedangkan si ustadz meredam malu yg luar biasa.


"Sudah sudah. Kita langsung saja ke tempatnya."ucap umi.


Setelah itu , Caca dan Vira mengantarnya ke ruang yg telah di sewakan oleh umi dilantai 2 . Mereka pun masuk dan mulai mengobrol dan menunggu yg lainnya datang. Selesai mengantar, mereka berdua pamit untuk segera menuju kearah ruangan untuk menyiaran sekaligus pembuatan rekaman yg terletak di dekat pantry dan lift lantai 1.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2