Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Bab 19 - Keputusan dua tetua agung besar


__ADS_3

Semua orang yang awalnya bersemangat,


Lalu mengubah ekspresi mereka menjadi bingung dan jatuh.


Kenapa bisa jadi seperti ini?


Awalnya dalam bola kristal itu.


Menunjukkan seluruh elemen berkumpul,


bahkan perhitungan kelas kekuatan yang sudah pada tahap terakhir turun pada posisi junior menengah sama halnya dengan Kenta.


"Oh ternyata obatnya bekerja! Kita aman!" Bangga Nami dengan wajah penuh kebahagiaan.


Berbanding terbalik dengan ekspresi yang harus ditunjukkannya.


Seperti kecewa.


Orang-orang yang ingin memperhatikan wajah malu, Nami.


Memiliki ekspresi sakit diwajahnya,


Bukankah dalam di situasi memalukan ini.


Dia harusnya sedih dengan wajah pucat.


Tetapi kenapa anak biasa yang banyak bicara itu terlihat tampak begitu bahagia?


Bahkan dia melakukan selebrasi kemenangan.


Para penonton ntah bagaimana harus mengungkapkan ekspresi apa.


"Anak yang tidak sopan,


sangat buruk untuk terlalu percaya diri." Kecewa tetua agung archer yang begitu bersemangat lahirnya anak legenda yang hanya akan muncul ribuan tahun,


bahkan jika dia masih bisa hidup dalam kurun waktu tersebut.


"Hahaha anak itu benar-benar anak yang menarik." Tawa sang tetua agung warrior pernah bertemu anak itu sekali,


bahkan dia benar-benar tau  anak ini bukanlah anak biasa sambil mengelus jenggot putihnya.


"Pak tua bagian mana yang menarik?


Apakah semakin kau berumur, cara berpikirmu semakin memburuk?


Bahkan kau tidak bisa membedakan mana yang putih dan hitam.


Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu." Ledek tetua agung archer dengan wajah kekanak-kanakannya.


"Tuanku, apa yang kau pikirkan?" Tanya tetua agung warlock begitu menghormati tetua agung elementalist.


Tetua agung elementalist hanya tersenyum tipis dan tidak menjawab.


Membuat tetua agung warlock tidak bertanya begitu jauh.


Jauh dalam dasar hatinya dia sangat menghormati tuan ini.


Kembali pada pemikiran tetua agung elementalist.


Dia mengerti ekspresi tetua agung warrior tidak biasanya dia memberi wajah seperti itu.


Selain bertindak sarkartis dan sikap acuh tak acuh sepertinya.


Dia benar-benar memperhatikan.


Sepenuhnya dia juga bingung dan akhirnya mengerti.


Dia sepenuhnya tak merasakan Mana yang mengalir pada bocah lusuh itu.


Awalnya ia cukup takjub dengan kejadian tak terduga ini.


Dia tidak begitu kecewa dengan hasilnya yang menipu.


Tapi adakah yang bisa memberitahunya?


Tanpa sebuah Mana bagaimana anak ini bisa berada di kelas junior menengah.


Harusnya dia akan menjadi sia-sia anak tanpa bakat dan memiliki aliran Mana dalam tubuh.


Yang lebih anehnya, mengapa anak ini tidak menguasai elemen sama sekali.


Pokok utama selain mana untuk menikatkan kelas,


dan mengetahui bakat.


Setiap orang harus bisa memiliki satu pengendali elemen.


Tapi pada akhirnya?


Kalian bisa melihat sendiri bola kristal itu bening seperti pada awalnya.


Tetua agung elementalist mulai memanggil kepala pengawas,


dan menyuruhnya memeriksa sesuatu.


"Tuan-tuan sekalian,


ada yang bisa memberitahuku seberapa lama kalian membuatku menunggu?


Bisakah kalian lebih cepat,


sangat melelahkan berdiri seperti ini." Tanya Nami tidak menunjukkan ekspresi hormat sama sekali,


namun tidak menutup kebahagiannya menjadi rata-rata dan biasa-biasa saja.


Semua orang terdiam.


Anak ini sungguh memiliki keberanian untuk bertindak sopan.


Anak miskin dari mana ini?


Bahkan tetua yang mereka hormati dan sembah seperti dewa dihari mereka.


Malah di pandang sebelah mata oleh bocah itu.


Kepala sekolah itu yang mendengar penuturan anak itu.


Memiliki ekspresi pucat.


Siapa yang membiarkan anak biasa saja ini lolos.


Bahkan wajahnya tidak dipertimbangkan.


Dan bagaimana bisa dia begitu acuh tak acuh dengan kehadiran para tetua agung ini.


Bahkan Kaisar sihir begitu menghormati mereka.


Kemudian kepala sekolah meminta semua guru untuk memilih.


Apakah mereka ingin mengambil bocah lancang ini sebagai murid untuk mereka.


Dan satu yang pasti.


Mereka tidak akan mengambil bocah ini,


Kecuali mereka sepenuhnya meminta permusuhan.


Karena bocah ini sudah memberi bahu dingin kepada para tetua, dan kepala sekolah.


Nami tersenyum bangga selangkah lagi dia akan menjadi kaya.


3 menit.


5 menit.


Kenapa tidak ada yang mengangkat papan mereka?


Apakah dia tidak cukup menjadi biasa-biasa saja?


Kenta yang melihat wajah masternya tertekan.


Dengan tak seorang pun memberinya wajah.


Ini seperti mereka tidak mengenal masternya dengan baik.


Masternya adalah yang terkuat yang pernah ada.


'Apa-apaan manusia rendahan itu?


Apakah tuannya tidak cukup baik Dimata mereka?


Dia yang agung ini bahkan menjilat ujung kuku jempol tuannya.


Dia sudah sangat bahagia.


Lalu kenapa kalian bersikap seolah tinggi.


Dasar manusia rendahan yang menganggap dirinya tinggi.


Biar aku Phoenix ini menyapu stadion ini dengan api ku.


Emosi Phoenix bersiap mengubah ke tubuh aslinya.


"Kau tak perlu melakukan apa pun.


Biar aku saja yang menunjukkan bagaimana cara bertindak sombong." Batin Nami memperingati Phoenix dengan wajah jatuhnya.

__ADS_1


Bahkan menjadi rata-rata sesulit ini?


Apakah dia harus mematahkan satu tulangnya untuk terlihat lebih normal?


"Sayang sekali anak muda sepertimu harus mengikuti ujian lagi tahun depan." Ungkap kepala sekolah dengan senyum sinisnya,


seolah jika kau bisa sedikit lebih sopan bocah dan tidak menyinggung siapa pun mungkin kau akan mendapat kelas,


walau itu kelas terburuk.


Si kembar berbeda jenis kelamin.


Memiliki pemikiran rumit,


Namun mereka cukup senang dengan  suasana menarik ini.


Mereka marah karena pusaka berharga mereka patah begitu saja,


jika ayahnya tahu mereka tidak bisa membayangkannya.


Dan juga setidaknya kemarahan mereka terbalaskan.


Uang yang menjadi milik mereka selama bersekolah di sini telah direbut oleh bocah lusuh itu.


Setiap kali dia melihat mata penuh kelicikan dari bocah itu.


Membuat mereka tertekan.


Namun situasi terbalik ini membuat mereka sedikit senang.


Chen mengepalkan tinjunya.


Penyelamatnya bukan orang yang lemah.


Bahkan pil yang tidak pernah ada.


Dia mampu membuatnya,


Tuan tetua agung alchemist itu pasti akan menyesalinya nanti,


dia menjamin bahwa tetua agung alchemist akan muntah darah setelah mengetahui kebenaran.


Bahkan dia bisa menjamin dengan hidupnya.


Setiap orang akan mengalami kesulitan seorang diri jika menghadapi binatang roh tingkat tinggi.


Kalah akan menjadi nasib mereka.


Bahkan yang kuat sekali pun akan mendapatkan luka berat saat menghadapinya.


Tapi penyelamatnya?


Jangankan terluka,


dia hanya sekali menendang, binatang roh itu  sudah tak mampu bergerak dengan luka berat pada organ dalamnya.


Dan tendangan kedua menjadi akhir bagi binatang roh tingkat tinggi itu.


Dia telah mati dan menjadi bagian dari dalam tubuhnya sebagai makanannya.


Sst...


Papan pemilihan meluncur ke atas.


Ada tiga orang yang melakukannya.


Semua audiens terdiam.


Ada yang bisa jelaskan kejadian ini?


Sudah cukup mengejutkan seorang tetua guru agung warrior mengangkat papannya.


Tapi situasi lainnya.


Guru tetua agung elementalist sedari tadi tidak pernah mengangkat papannya malah mengangkat papannya sambil tersenyum jernih.


Dan yang terakhir kepala guru dari terburuk yang terkenal unik, kasar, dan pemalas.


Mengangkat papannya dengan semangat.


Semua orang tahu guru ini menerima murid hanya perantara dari bawahannya.


Dan dia selalu mengatakan terserah untuk memilih murid dari bawahannya.


Untuk pemberitahuan lainnya.


Guru ini terlihat buruk, suka mengacaukan segalanya.


Bahkan tingkat keberhasilan yang tinggi,


akan menjadi kerugian yang tinggi dengan sekitar yang rusak.


Dia selalu memiliki misi rahasia.


Dan tidak ada yang tahu bahwa dia orang kuat lainnya yang tersembunyi dengan kemalasannya.


"Siapa yang akan anda pilih, nak?" Tanya kepala sekolah dengan ekspresi kalut dengan perubahan besar tiba-tiba ini.


Semua orang menatap Nami dengan iri dan kecemburuan yang tinggi.


"Aku yakin dia akan memilih guru tetua agung elementalist!


Siapa pun akan mau masuk ke kelasnya!" Puja salah satu peserta sekaligus iri pada anak dengan bakat lemah seperti itu.


"Walau begitu bagaimana guru tetua agung memilih anak ini?


Bukankah dia penyihir tanpa elemen?


Bukankah kau melihatnya?


Dan kau tahu tetua agung adalah seorang elementalist!" Protes anak lainnya.


"Aku mengerti!


Anak ini harus tidak mengambil resiko dengan hidupnya.


Dari pada memilih elementalist sedangkan dia tidak mengetahui satu pun elemen.


Bukankah dia harusnya memilih tetua agung warrior?


Tapi walau begitu dia terlalu beruntung!


Selain si kembar yang aku akui!


Dia sepenuhnya tidak layak!" Bisik merek meledek Nami dengan tidak menyembunyikan raut wajah tidak sukanya.


Phoenix yang memiliki pendengaran tajam ingin mengangkat cakarnya.


Dasar bocah ingusan yang tidak mengenal dunia!


Bahkan suatu kehormatan para guru idiot itu memilih tuannya sebagai murid!


Bahkan tuannya bisa menjadi guru mereka!


Guru itu tidak memiliki kualifikasi apa pun untuk mengajari tuannya!


Tuannya sudah mengetahui semuanya!


Aku ingin mencakar wajah mereka dengan kesombongan sia-sia! Marah Phoenix.


Sedangkan vermilion hanya tertidur mendengar omelan Phoenix di bahu Nami.


Di sisi lain,


Si kembar memucat.


Tuan gurunya, memilih bocah pencuri itu!


Bahkan mereka tidak pernah membayangkan itu terjadi.


Mereka saling bertatapan mengirimkan telepati.


"Kakak aku tidak ingin dia menjadi salah satu dari kita!" Tolak Troy dengan wajah jatuh.


"Aku juga tidak mau!" Parau Shopia merindukan pusaka cambuk esnya dari ayahnya pagi tadi yang sudah rusak.


"Kakak! Aku tahu dia sengaja menutupi kekuatannya!


Dia bukan bocah yang mudah!


Bahkan guru menyadari bakatnya.


Jika begini kita akan ditindas seperti sebelumnya!" Setiap kali Troy memikirkan uangnya dan pedang pemberian ayahnya,


dia tak bisa bermasalah.


Lalu bagaimana dengan Chen?


Dia tak bisa menutupi rasa syukurnya.


Untung guru itu tidak buta!


Jika tidak dia akan mengeluh!


Sedangkan Anna memberi ekspresi cemberut.


Kenapa semakin dia melirik tunangannya.

__ADS_1


Dia akan melihat ekspresi seperti itu yang tidak pernah diberi untuknya.


Dia cukup sadar tunangannya ini selalu memberi senyum palsu padanya,


tapi dia tidak peduli.


Tetapi hal yang masih membuatnya sangat kesal.


Bagaimana bisa ia kalah?


Bahkan itu adalah seorang laki-laki!


Terlebih lagi wajahnya tidak memiliki ketampanan atau kecantikan.


Hanya wajah biasa yang mudah dilupakan ditengah kerumunan.


***


Sebelum kejadian pengangkatan papan.


Kedua orang itu,


Tetua agung warrior dan elementalist menyuruh bawahannya.


Untuk melihat rekaman bagian dimiliki anak itu, Nami.


Dan juga informasi tentang dirinya, dan aksi apa yang dilakukan sebelum tes.


Apa yang dia lakukan?


Bagaimana bisa bertahan di hutan terlarang yang berisi binatang roh tingkat tinggi tanpa luka sedikit pun.


Lebih anehnya lagi,


Dia tak menunjukkan ekspresi ketakutan apa pun setelah di pindahkan ke tempat ini.


Tapi dia masih terlihat bersemangat,


Seolah apa yang dilakukannya adalah bagian dirinya yang misterius.


Tak lama mereka mendapat info.


Para bawahannya tampak pucat.


"Tuanku. Saya sudah melihatnya. Anak itu bernama Onami.


Dia hanya anak miskin tanpa latar belakang.


Dia  pertama membuat keributan kedatangannya." Bawahannya terdiam.


Tetua agung warrior telah mengetahuinya bahwa anak ini sebelumnya bertengkar dengan si kembar itu yang telah menjadi muridnya.


Sedangkan tetua agung elementalist terlihat begitu tertarik dengan perubahan sikap pucat bawahannya.


"Cepat katakan."


"Pada saat itu terjadi perkelahian yang sengit antara si kembar anak utama dari kepala keluarga Stone.


Mereka berkelahi mengunakan senjata pusaka keluarga.


Tapi saat itu ada seorang anak tak bersalah berjalan di antara mereka.


Dan pada akhirnya mereka tidak bisa mengerem perkelahian mereka.


Awalnya mereka berpikir setelah ini mereka bakal membunuh,


tetapi sesuatu yang tidak bisa diprediksi.


Si kembar itu berhenti dan terjatuh,


bahkan mereka kehilangan kekuatan mereka sementara.


Terlebih lagi anak bernama Onami itu, Tuanku.


Dia tak terluka sedikit pun.


Melainkan dia hanya terlungkup jatuh, dan menangisi rotinya.


Yang terjadi setelahnya dia pun marah,


dan ingin meminta kompensasi untuk rotinya yang jatuh.


Dia melihat dua senjata pusaka awal dari bencana rotinya.


Dia melempar mereka tepat di depan si kembar dengan lemah.


Namun inilah bagian yang paling membingungkan."


"Cepat jelaskan tak usah dipotong!"


"Baik tuan. Itu...pedang pusaka kelas 4 yang kokoh itu.


Pedang api dan cambuk duri es.


Akan hancur begitu mudah.


Lalu tak lama tanpa menjelaskannya lebih keras untuk sebuah kompensasi si kembar itu tidak melakukan aksi protes apa pun,


dan segera menyerahkan uangnya tanpa pikir panjang!


Bahkan seluruh uang saku mereka berikan pada bocah miskin itu.


Dengan ekspresi penuh ketakutan.


Dan seluruh negeri tahu bahwa si kembar ini adalah anak nakal yang sombong dan sulit diatur,


tetapi mereka bertindak sebaliknya."


Kedua tetua agung itu terdiam tak pernah membayangkan.


Anak tanpa mana mampu membuat benda pusaka kelas 4 yang keras dan kokoh itu hancur dengan sekali lemparan lemahnya.


Bagaimana ini bisa terjadi?


Terlebih lagi anak tidak bisa diatur itu begitu patuh padanya.


Yang menjadi lebih kaget adalah tetua agung warrior.


Kemudian dia tak bisa menahan tawa dan menyisir janggutnya.


Dia benar-benar ditipu anak itu.


Awalnya dia berpikir anak itu ditindas si kembar itu.


Tapi merekalah yang ditindas!


"Ada lagi yang tidak ku mengerti tuan."


"Apa itu?"


"Saya telah menyelidiki tempat menjalankan ujian.


Selain dia bertindak malas,


dan berbicara dengan burung dibahunya.


Ada hal yang tidak bisa dilihat lagi sampai akhir."


"Apa maksudmu? Bagaimana bisa itu terjadi?"


"Aku tidak tahu tuan.


Kejadian sampai akhir telah menghilang seolah ada kekuatan tak terlihat menghancurkan segalanya.


Dan bahkan aku mencoba memeriksanya.


Saya merasakan fluktuasi sihir yang tidak biasa.


Bahkan saya bertanya pada pengawas lainnya.


Siapa yang menyebabkan kekurasakan ini.


Ataukah mereka melihat keganjalan yang terjadi,


mereka menggeleng tidak tahu.


Dan juga orang yang lulus akan membawa tanaman dan bagian dari binatang roh.


Dan hal yang kutemukan anak itu,


mendapatkan tanaman langka yang hanya bisa ditemukan jika mereka masuk ke dalam gua yang berisikan binatang roh tingkat tinggi.


Untuk beberapa alasan.


Binatang roh tingkat tinggi adalah binatang yang paling mudah terangsang dengan keadaan yang mencurigakan walau itu hanya langkah kecil.


Anak itu tidak hanya mengambil satu jenis,


tapi itu ada berbagai macam." Jelas bawahan dua tetua itu.


Dan alhasil mereka memberi wajah bermasalah.


Anak ini bukanlah anak biasa menurut mereka.


Kemudian dalam pembicaraan yang panjang bahkan hampir menghabiskan beberapa menit.


Tanpa menunggu lagi mereka mengangkat papan tanpa memikirkan yang lain dalam memberi tanggapan dengan yang dilakukan mereka.

__ADS_1


Setidaknya satu kalimat yang terpikirkan dalam isi kepala mereka.


DIA HARUS MENJADI MURIDKU!


__ADS_2