Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Pengumuman


__ADS_3

Untuk para pembaca maaf ya saya melakukan double update namun bukan melanjutkan cerita. Akan tetapi meminta dukungan kalian untuk singgah ke cerita baru saya. Mohon bantuannya untuk menyisipkan waktu mampir ke cerita ini. Cerita ini tidak kalah jauh seru selain slice of life, ini tak kalah menyenangkan untuk dibaca karena ada bumbu komedi di dalamnya. Dan juga ada adegan actionnya. Hoho...


Aku akan memberi satu episode cerita untuk kalian lihat. Aku berharap penuh kalian tertarik. Terima kasih *Banyak cinta*


Sepasang sejoli sedang mengenakan pakaian pengantin, sang pria mengenakan tuxedo putih, lalu seorang wanita mengenakan gaun putih yang cantik.


Mereka tampak bahagia mengucapkan ikrar janji mereka bersama. Setelah sang lelaki mengatakan bersedia, sang mempelai wanita tidak ingin berlama-lama menjadi pengantin yang sah, dan mendahului orang yang akan membacakan sumpah setianya.


"Ya, saya bersedia!" Jeritnya mantap tanpa menunggu lama dia menarik sang mempelai pria, lalu menjatuhkannya dan tanpa ada rasa malu atau canggung, sang mempelai wanita mencium mesra suaminya.


Semua orang yang melihat pemandangan tak biasa itu terbengong, dan kemudian berseru meriah. Banyak hati yang patah untuk pernikahan ini.


Dan hei kenapa ciumannya begitu lama. Para penonton hanya berseru kalian bisa melanjutkannya setelah selesai acara ini!


"Bayi manisku tunggu mama dan papa membuatnya!" Jerit mempelai wanita tanpa malu sekali pun, berhasil membuat semua orang tertawa, sedangkan sang mempelai pria tersipu malu, bagaimana Popuri bisa menolak pesona suaminya, dia pun mimisan dan mengotori gaun putihnya dengan darah dari hidungnya.


***


Kalian pasti penasaran bagaimana bisa seorang wanita hebat pemimpin geng terkuat, dan menguasai seluruh wilayah dalam kurun usia muda 25 tahun dan sekarang sudah berkepala 3, bisa menikahi seorang pemuda biasa saja dan pekerja minimarket.


Hobi: bengong


Cita-cita : Pengangguran (sayangnya hal ini hanya mimpi belaka)


Bakat : Pemalas


Itu dimulai saat Popuri berada di negara Z. Saat itu dia bersama gengnya melawan mafia lain yang bersiteru dengannya.


Tembakan demi tembakan terjadi, dan negara ini merupakan negara di mana tingkat kriminalitas tertinggi. Dan menjadi kawasan bebas dari pengawasan polisi. Sedangkan warga sipil yang melihat kejadian ini segera pergi bersembunyi seolah hal ini sudah biasa terjadi.


Dor! Dor!


Bunyi tembakan terdengar melawan udara dan menyerang lawan satu-persatu dan itu dilakukan oleh Popuri yang memberikan aba-aba pada gengnya biarkan dia dulu yang menghadapinya, kemudian setelah lawan banyak berjatuhan mereka bisa maju.


Namun saat Popuri mulai berlarian menuju sasaran selanjutnya. Dia malah melihat seorang pemuda berkacamata terbengong di sekitar pertarungan tembak-tembakan.


Apakah dia tidak waras? Dan bosan untuk hidup? Aura apa itu? Jangan hiraukan aku, setengah nyawaku ntah kenapa sudah dibawah angin. Itulah yang Popuri Lihat dari aura pemuda itu.


Karena berdebat dengan pikirannya dan juga sosok pemuda bengong itu. Popuri lupa dia masih berada di antara pertarungan hidup dan mati.

__ADS_1


"Awas!" Jerit pemuda itu yang tersadar dari aksi bengongnya, dan ia segera melompat ke arah Popuri, mendorongnya dari bahaya tepat seperti itu.


Popuri yang baru menyadarinya sudah berada dipelukan seorang pemuda yang ia kutuk sebelumnya.


Tak lama Popuri bersemu merah karena mencium aroma pria dalam posisi yang aneh dan berpelukan ini.


Ini adalah pelukan yang hangat, dan tubuh orang ini terbentuk dengan baik. Saat mendekapnya dalam.


"Nona, berhenti menciumi badanku seperti orang mesum." Datar pemuda itu, namun ekspresinya tidak menunjukkan penghinaan.


"Bau mu enak." Balas Popuri malah keenakan, namun tangan satunya tak berhenti melepaskan tembakan.


Dor!


Seseorang yang mendekat ke arah mereka langsung mati di tangan Popuri, pelurunya tepat di tengah kepalanya.


"Jangan seperti itu. Aku harus pergi bekerja." Balas pemuda itu berusaha melepaskan diri.


"Jadilah suamiku." Ajak Popuri, dia benar-benar jatuh cinta oleh aroma pemuda itu.


Popuri punya banyak pelamar. Tapi dia tak pernah tertarik. Bahkan dia akan merusak mulut mereka, hanya karena mereka terlalu banyak bicara.


"Nona ini tidak benar." Balas pemuda itu segera berdiri dari tempat mereka terbaring.


Dia sepenuhnya tak mementingkan penampilan. Dia tak peduli asal badannya bagus dan baunya enak, semuanya tidak masalah untuknya.


Pemuda itu ingin memperbaiki gagang kacamatanya. Kenapa malah kacamatanya yang terbelah dua.


"Aduh rusak." Keluh pemuda itu, namun terpaku melihat Popuri yang mimisan berlebihan.


"Tenang aku suka baumu, bukan wajahmu!" Ucap Popuri cepat meler hidungnya banjir mimisan darah.


Seolah dia bertarung dari kenyataan bahwa dia tak bisa menampik ketampanan pemuda ini merusak mata, dan aduh mata bulatnya yang imut membuat wanita tua ini berfantasi aneh.


"Itu."


"Mari kita cap darah pernikahan. Tek!" Ujar Popuri entah kenapa cerita ini berubah menjadi genre fantasi. Sebab dia sudah memegang surat-surat pernikahan ditangannya, satu langkah lagi dia akan melakukan cap tangan. Bukan cap ungu biasa tapi ini cap darah.


Popuri sudah menusuk ujung jarinya hingga mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Hei tunduklah!" Ujar Popuri malah menarik paksa pemuda itu agar memberi punggungnya. Segera dia mencap tangannya di atas sana.


"Sangat baik! Giliranmu. Tek!"


"Sakit..." Keluh pemuda itu tak sepenuhnya sadar bahwa dia mencap tangannya di atas surat pernikahan itu.


Popuri tersenyum mesum. "Halo suamiku."


"Eh?!" Bingung pemuda itu, apakah dia salah masuk cerita?


Tak lama setelah itu Popuri melayaninya menjadi istri yang baik di sampingnya, dan tak butuh waktu lama mereka menjadi pasangan tak terpisahkan, dan akhirnya menggelar pernikahan sesungguhnya dihadiri oleh sanak saudara, teman, bahkan semua petinggi premanisme, atau para gangster menyambut suka cita pernikahan boss mereka.


Dan untuk membuat berita lebih gempar dari pernikahannya, adalah mengumumkan pada dunia.


"Aku ingin menjadi istri dan ibu yang baik. Terima kasih telah bersamaku, dan berjuang bersama-sama selama ini, aku sangat menghargainya.


Dan ini terakhir kali kita bisa melihat satu sama lain dalam urusan pekerjaan dunia gelap.


Aku Popuri Akashi mengumumkan pada dunia, bahwa aku mengundurkan diri sebagai pemimpin Golden Shadow, dan akan pensiun dari dunia ini." Ujar Popuri tenang, dan kulitnya semakin hari semakin bagus, jadi dia bisa mempertahankan penampilan mudanya, dan melupakan bahwa dia telah berumur 30 tahun sekarang. Efek jatuh cinta.


Sontak semua orang yang sangat setia padanya shock dengan kejadian mengejutkan ini. Mereka tak pernah bisa membayangkan tanpa bos mereka ini.


"Bos apa kau bercanda?"


"Tentu saja tidak, benarkan sayangku." Ucap Popuri sambil mengelus perutnya tak menampik bahwa dia tersenyum hangat.


"Boss ini?"


"Hehehe tak lama lagi aku punya anak dengan sayangku. Saat lahiran nanti kalian datanglah, jangan lupa bawah kado. Isinya boleh emas, berlian, dan permata sesuai selera dan kemampuan dompet kalian. Hoho..." Tawa Popuri menggelegar keluar dari tempat itu.


Ternyata suami tercintanya berdiri di sana menunggunya yang sangat lama di dalam sebelumnya. Itukan dia tak salah pilih suami.


"Tampang bengongnya kenapa sexy sekali sih!" Jerit Popuri sambil mimisan.


Dia pun berlarian dan berhamburan ke dalam pelukan suaminya.


"Sayang! Kenapa kau tidak kembali saja. Lihat tanganmu kedinginan." Popuri menggenggamnya erat dan meniupinya berulang kali.


"Tidak, aku tidak kedinginan. Aku sengaja bersatu dengan alam." Jawab suami Popuri, Kai dengan ekspresi biksunya seolah dunia adalah fana.

__ADS_1


Kenapa lelucon suaminya semakin hari semakin dia tak mengerti.


Maaf Jika kalian kesal kalau saya melakukan promosi di sini. Tapi terima kasih sudah membaca sampai akhir, dan jangan lupa untuk berkunjung dan memberikan kritik dan saran diakhir setiap episode, saya begitu menghargainya! ^^


__ADS_2