Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Part 24 - Pura-Pura Pingsan


__ADS_3

Nami memanggil semua orang menyerangnya. Namun sebelum itu terjadi. Dia melirik ke arah pemuda tampan yang sedang menahan amarah.


"Bisakah tuan membuat array? Untuk membatasi perkelahian di luar area. Aku takutkan orang lain akan terluka juga." Jawab Nami enteng meminta pada pemuda bekas lap up*lnya.


Azriel yang mendengar itu hanya mendengus. Untung salah satu asistennya membersihkan cepat. Jika tidak dia sudah mengamuk sekarang."Tidak tahu malu!" Umpatnya namun tetap mengikuti permintaan Nami.


Kembali pada situasi perkelahian. Nami mengernyit apakah hanya 20 orang saja yang melawannya. Apakah ini tidak terlalu banyak?


Semua orang segera menyerangnya bersamaan. Namun sebelum itu terjadi.


"Tunggu!" Tahan Nami sambil mengangkat tangannya ke atas.


Sontak semua orang berhenti mendadak, alhasil tubuh mereka terjatuh ke lantai mengkilat berwarna biru gelap itu.


Nami mendorong poninya ke belakang, dan memberi ekspresi acuh tak acuh. "Apa peraturan perkelahian ini?" Tanyanya tanpa ada kesalahan dari kata-katanya, alhasil semua orang kembali terjatuh.


Berkelahi ya berkelahi. Pemenang akan terlihat apabila siapa yang bisa bertahan tanpa menggunakan sihir.


Nami menunjukkan kening yang berlipat-lipat sambil tersenyum cemberut. Apa yang mereka semua lakukan, terpeleset bersamaan bukan gaya yang keren.


"Apakah satu pukulan dan tendangan bernilai seratus koin emas?" Tanya Nami lagi membuat semua orang memuntahkan seteguk darah, oke, puncak darah tinggi mereka meningkat pesat.


Bisakah satu, dua kali, tuanku tidak bisa membahas uang dalam keadaan serius.


Wahai tuanku yang tirani. Bahkan jika anda orang susah. Bisakah selesaikan terlebih dahulu perkelahian.


Lalu meminta kompensasi di atas perjanjian berdarah! Sedih Phoenix kadang dia tak mengerti di manapun, kapanpun tuannya akan bertanya masalah uang, jika melakukan pergerakan apa pun, bisakah mata duitannya dikondisikan pada tempatnya.


"Anak darimana ini?! Kenapa dia begitu lucu. Hahaha...perutku sudah cukup kram untuk tertawa." Tawa pemuda berambut perak itu yang bercengkrama di lantai dua.


Hanya 5 dari mereka yang merupakan murid terbaik di salah satu bidangnya hanya bisa berada di lantai ini.


Ketua dewan kesiswaan berada di bawah. Jadi hanya empat orang yang berada di atas terlihat fokus dengan kegiatan masing-masing, namun salah satu dari mereka malah begitu tertarik dengan perkelahian pada anak lelaki kurus miskin itu.


"Pangeran Eiran, apakah anda benar-benar setertarik itu? Apa yang menarik dengan perkelahian anak biasa-biasa saja itu." Tanya salah satu dari mereka andalan Alchemist.


Dan ya dia adalah keponakan dari Kaisar Sihir yang notabene sedang mencari Nami di manapun.


Eiren yang tampak bersemangat segera menarik temannya itu. Karena dia bertanya, jadi dia harus menunjukkan apa yang menarik.


Namun teh hijau berkualitasnya yang dia esap malah terjatuh di bagian itunya. Dan pangeran sama sekali tidak peduli.


Kenapa nasibnya begini sekali. Sedangkan dua temannya lain hanya menertawai nasib naasnya itu.


Awas kalian! Pekiknya.


Mereka berlima adalah 5 terkuat di sekolah ini sekarang.


Dan di bawah naungan terhormat para tetua besar agung sihir, dengan pita emas melingkar dilengan seragam kebesaran mereka.


Untuk definisi kekuatan siapa yang lebih kuat. Maka mereka sulit menentukan siapa pemenang antara Pangeran Eiren, dan Azriel.


Mereka berdua menguasai bidangnya masing-masing. Satu Elementalist dan satunya adalah Archer.


"Lihat anak lucu itu. Dia mengajak 20 orang berkelahi dengannya. Sedangkan dia sendiri. Bahkan tulangnya terlihat begitu lembut jika mendapat serangan kecil. Dan apakah kau tahu selain aku, mana ada yang berani membuat Azriel begitu dipermalukan. Haha...anak yang menarik!" Tawa Eiren berulang kali mengagumi keberanian anak miskin itu.

__ADS_1


"Benarkah? Dia mempermalukan Azriel?" Kagetnya tak percaya, bahkan dia kadang harus menjaga jarak apabila Azriel memberi aura jangan dekati aku kalau kau kotor.


"Tentu saja. Apakah kau tidak lihat asap di atas kepalanya? Hahaha..." Tawanya lagi menggelegar membuat yang lain ikut memperhatikan.


Kembali pada perkelahian Nami dan 20 orang lainnya yang menunjukkan siapa yang menindas yang kuat, ingat bukan lemah, jika dia lemah, uangnya melayang, haha.


"Maka sudah diputuskan kalian memberiku uang sebesar 200 koin emas setiap pukulan dan tinjuan!" Cetus Nami lalu segera berdiri di belakang dua orang lainnya dengan melayangkan tendangan beruntungnya.


Tak lupa dengan kata "watauw!"


Semua orang dibuat kaget dengan situasi aneh ini. Anak itu sangat cepat. Bahkan mereka tidak mampu melihat bagaimana anak itu sudah berdiri di belakang mereka.


Sedangkan Nami tertawa cengengesan dia mampu berpindah tempat. Karena dia menggunakan teleportasi.


Kadang hal sihir kecil ini berguna juga. Namun Nami tidak tahu menggunakan teleportasi adalah hal langka hanya orang pada kekuatan tertinggi setara dengan kekuatan kaisar sihir dan beberapa orang tertentu lainnya mampu menggunakan itu. Bahkan mereka perlu waktu cukup lama untuk melakukannya.


Dan tanpa orang sadari bagaimana bisa permintaan 100 koin emas berubah menjadi 200 koin emas saat melakukan kesepakatan, ini menyalahi perjanjian awal.


Secret Roman : Dasar Tirani! Siapa yang menciptakan karakter mata duitan yang begitu keterlaluan. Bahkan aku juga menginginkannya!*Banting Meja*


Dua orang uang mengalami tendangan malah terbang dan menabrak array sihir. Dan akhirnya pingsan begitu saja.


"Apakah dia mesin pembunuh?!" Pekik siswa yang menonton.


'Tuanku! Ingat! Menjadi rata-rata!' Sedih Phoenix memuntahkan seteguk darah dan terjatuh ke lantai.


'Burung kecil!' Jerit Kenta melihat peliharaan tuannya terjatuh dan muntah darah.


"200, 400, 600, 800 koin emas sudah kudapatkan." Hitung Nami dia sudah berhasil membuat 4 lainnya tidak sadarkan diri.


Nami tersenyum sinis. Jika hal lemah itu mengalahkannya, bagian mana dia disebut penguasa para predator purba.


Nami menampik pukulan itu dengan tangan kanannya sedangkan kaki kirinya melayangkan tendangan pada penyerang lainnya.


"Bahkan kalian tidak berbelas kasihan sama sekali." Segera Nami melayangkan tendangan berputar.


Dan tendangan berputar itu malah mengenai 3 orang secara bersamaan dan mereka terpental jauh.


Pertarungan terus berlanjut dan tersisa setengah dari mereka. Bahkan tak ada luka sekali pun di tubuh Nami, sedangkan yang lain benar-benar babak belur.


Nami hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk melakukan itu. Gerakan beladirinya sangat cepat dan gesit.


Tidak sia-sia dia menonton film ip-m*n sampai beberapa series, bahkan film idolanya sekali pun bruc* l**.


"Bagaimana bisa anak dengan mana lemah, begitu kuat!" Kaget yang lain sedangkan Azriel nampak tertegun bahkan kekuatan perkelahian anak ini membuatnya kagum, dia seperti setara dengan tentara elit kerajaan, begitu juga Eiren mengakui bahwa dia notabene keturunan kerajaan langsung.


Kesepuluh orang lainnya mundur beberapa langkah kala Nami berjalan mendekat ke arah mereka sambil menautkan tinju dan memberi ekspresi pencabut nyawanya.


Seolah tinjuan sebelumnya tidak ada bandingannya dengan emosinya yang sekarang. Bahkan dia akan mematahkan tangan dan kaki mereka.


Siapa yang tidak takut dengan itu?!


Dia melihat ke arah penonton namun tak ada yang memberi mereka uluran tangan, pertolongan.


Bukankah ini disebut balasan? Bahkan mereka menggertak anak bernama Acer itu tanpa belas kasihan sebelumnya.

__ADS_1


Nami melihat ekspresi takut mereka tambah menunjukkan senyum liciknya. "Aku akan memukul kalian tidak sampai pingsan. Jadi tenang saja! Aku hanya perlu memukul kalian beberapa kali lagi, lalu aku akan mendapatkan uang lebih banyak. Hahaha..." Tawa Nami menggelegar tanpa rasa malu sedikit pun.


Semua orang yang mendengarkan ocehannya merinding seketika. Di mana anak setan ini berasal?!


Kesepuluh orang itu saling memandang satu sama lain dengan ekspresi sakit dan lelah.


Seolah mereka harus menentukan strategi secepatnya jika tidak mereka akan benar-benar dipermalukan dan akan memakan banyak waktu untuk penyembuhan.


Nami tertawa sekali lagi, "Haha...ke mana rasa sombong kalian menghina sumber uangku, tidak maksudku teman kelasku, dan bahkan kelasku. Apanya kelas bermasalah, dan apanya guru unggulan.


Selama itu mengedepankan kesopanan dan menghargai satu sama lain, aku takkan mempermasalahkannya.


Namun kali ini kalian benar-benar mencapai batasan toleransi ku. Jadi tak ada gunanya strategi kalian, kalau tidak menggunakan sihir untuk menyerangku langsung." Pancing Nami menyiratkan mereka cepat gunakan sihir kalian, agar perkelahian ini selesai, dan dia bisa meminta kompensasi lebih.


Sontak kesepuluh orang yang mendengar itu nampak sangat marah selain menghina mereka, bahkan guru mereka juga dihina.


Alhasil mereka segera menahan kaki dan tangan Nami.


Nami yang melihat strategi putus asa mereka nampak tertawa sinis. Lelucon darimana lagi ini?


Azriel yang nampak lambat menyadari itu segera mencoba menghilangkan array. Namun itu butuh waktu.


Semua orang yang melihat itu nampak menutup mata, ketika salah seorang dari mereka sudah merapalkan mantra sihir dan mengeluarkan elemen penuh mereka, melalui senjata dan tangan.


Segera menyerang Nami secara bersamaan.


"Apakah kalian tidak akan menyingkir. Ini bahaya loh, kalian akan terluka!" Tegur Nami dengan orang-orang yang menahannya.


Tapi sayang kulit telinga mereka terlalu tebal untuk tertembus.


"Jangan salahkan aku kalau begitu!" Nami pun mengikuti sekali lagi gaya dari salah satu komik andalan lainnya yang sering dia baca. Dan menganggap kali ini dirinya seorang Shinobi dengan merubah sosoknya menjadi kayu.


Orang-orang yang teriak langsung memberi ekspresi jatuh. Bagaimana bisa itu terjadi secara tiba-tiba.


Mereka yang akan melakukan serangan malah mengenai teman mereka sendiri hingga tak sadarkan diri dengan luka parah.


Sontak mereka pucat, apa yang terjadi. Walau dilihat dari situasi manapun ini tak menggunakan Mana sihir sama sekali.


Dan anak itu berada di mana? "Tepat di belakang kalian, haha..." Tawa Nami langsung menepuk belakang mereka hingga pingsan.


Pemenang kali ini adalah dirinya.


Semua orang yang melihat pertempuran kilat hanya memakan waktu lima belas menit tampak terheran-heran dengan kejadian ini.


Tidak menggunakan sihir dalam pertempuran mampu mengalahkan yang menggunakan sihir.


Apakah ini benar-benar terjadi?


Nami tersenyum puas mereka tak sadarkan diri sedangkan array sihir telah hilang.


Namun tiba-tiba bibirnya menekuk kala mendapat pesan telepati dari burung bodohnya. Bahwa ingat dia harus rata-rata.


Dia benar-benar lupa. Apakah dia harus senang atau sedih dengan kemenangannya.


Otomatis saat array itu hilang dia melakukan aksi pura-pura pingsan. Setidaknya setelah dia sadar, dia akan mengatakan bahwa dia telah dirasuki oleh ahli seni beladiri. Jadi kehidupan sekolahnya aman.

__ADS_1


Semua orang kembali tersadar dan segera mengerumuni anak itu, Nami.


__ADS_2