
“Tuan! 30 menit sudah berlalu kenapa anda belum memberikanku perintah?” Tanya Onix (Phoenix) protes pada tuannya yang melupakan dia dan bersenang-senang sendiri menindas manusia rendahan lainnya.
Nami menepuk jidat, dia melupakan burung bodohnya. Dia mengabaikan pria tua lemah itu. “Hei, apakah yang kuperintahkan sudah kau laksanakan dengan baik? Berapa jumlah uang yang kau dapatkan?”
“Tuanku aku menemukan puluhan senjata sihir kelas 2, 3, dan 4, puluhan juta perak, jutaan emas, ribuan ruby, dan terlebih lagi pasokan makanan yang mampu mengisi perut kita selama setahun (harusnya puluhan tahun, tapi mengingat Nami pemakan besar).” Lapor Onix memastikan semua benda itu adalah selera tuannya.
Nami yang mendengar itu memiliki silau dimatanya apakah dia kaya sekarang? Dia menatap pria tua itu yang memiliki banyak harta. Terlebih lagi,
SLURP!
Nami mengelap air liurnya yang jatuh dari mulutnya, makanan? Onix tahu saja selera tuannya. Dia cukup berguna juga mengerti akan kodenya. “Apakah makanan itu ada dagingnya? Apakah itu banyak?” Berusaha fokus pada pendengarannya, dan dia menyeret pria tua itu ke tangannya dan segera melakukan teleportasi dari tempat ini yang apinya sudah hampir menyerang mereka ke tempat aman.
“Tentu saja! Aku takkan melupakan selera makan tuanku yang besar!” Bangga Onix yang sedang berdiri di atas atap bangunan lain.
Karena dia sudah menghabisi seluruh orang yang berada di bawah dengan tangannya. Jadi, jika dia turun maka lautan darah akan mengitarinya.
Nami muncul di hadapan Onix dengan senyum sumringan dan melepaskan pria tua itu yang terduduk di atas atapnya sendiri.
Api menyebar menghancurkan salah satu bangunannya tempat dia melakukan tindakan tidak terpuji kepada selirnya.
Kepala Keluarga Hawk langsung membeku frustasi dan mengingat selir kesayangannya sudah terlalap habis oleh si jago merah.
Dan juga fakta ditemukannya adalah saat dia melirik ke bawah semua orangnya sudah binasa. Siapa yang melakukan ini?
“Apakah kau menyentuh tubuh tuanku?” Dorong Onix pada pria tua itu ke samping untung saja dia tidak jatuh dari ketinggian ini.
__ADS_1
Onix merasakan aroma pria tua itu sudah menyentuh pakaian tuannya. Ya dan itu benar lebih tepatnya dia telah melempar Nami ke tembok karena kesombongan dia sebelumnya.
Kalau Onix tahu bahwa memperlakukan tuanya seperti itu, jangan harap dia akan bersikap lembut.
Kepala keluarga Hawk langsung merinding takut dan pucat, manusia di hadapannya tidak kalah jauh menakutnya. Apa yang terjadi? kenapa bisa begini?
Dia merasa menyesal memperlakukan buruk anaknya, Kenta, yang mampu menarik orang hebat di belakang layarnya.
Harusnya dia memperlakukannya dengan baik dan dia bisa membuat kepala keluarga lainnya iri, benar-benar serakah. Namun sayang nasi telah menjadi bubur.
Oh apakah dia benar-benar bisa selamat sekarang. Bukankah dia adalah orang yang mengaku Kenta adalah muridnya? Setidaknya orang misterius ini bisa membebaskannya mengingat anaknya adalah seorang anak yang berbakti.
“Tu-tuan-tuan bisakah kalian melepaskanku atas nama anakku, Kenta?” Tanya pria tua telanjang itu melupakan harga dirinya.
Nami dan Onix saling melirik setelah mendengar perkataan pria tua tidak tahu malu itu. Kemudian tawa renyah mengejek mereka layangkan pada kepala keluarga Hawk.
“Tidak! Argh!” Jerit pria tua itu kesakitan dia merasa tersiksa dengan cekikan ini, tulang-tulangnya seakan patah begitu saja.
“Tuanku walau senang menyiksa, dia sepenuhnya tidak membiarkan tangannya turun langsung untuk membunuh orang menjijikkan sepertimu. Anakmu telah memberi izin kepada tuanku untuk menghadapi keluarganya.
Dan ingatlah dia bukan lagi bagian dari keluargamu, dia hari ini melepaskan semua hubungan darah yang telah terjalin denganmu. Jadi nikmatilah kematianmu secara perlahan dengan api abadiku.” Sinis Phoenix langsung mengambil jantung pria tua itu dengan mudah dan membakar tubuhnya ke dalam apinya.
HOEK!
Nami yang melihat pengambilan jantung secara live hanya bisa muntah pelangi. Ok, dia pernah membunuh orang tanpa sengaja namun tidak dengan itu.
__ADS_1
Setelah kepala keluarga hawk mati. Onix kemudian mengubah tubuhnya menjadi tubuh asli binatang roh mitologinya, Phoenix.
Sedangkan Nami berdiri di atasnya seolah tubuh api binatang roh mitologinya tidak melukainya. Tak lama Onix memuntahkan bola api dari mulutnya dan membakar habis kediaman klan keluarga Hawk beserta orang-orang yang sudah mati.
Akhir dari kejadiaan itu menjadi malam mengerikan bagi para masyarakat lainnya yang menyaksikan malam berapi dan penuh darah.
Mereka dipenuhi kekagetan dan ketakutan setelah melihat binatang roh mitologi terbang di atas kediaman keluarga Hawk dan melahap habis kediamannya.
Orang kuat mana yang keluarga Hawk singgung sehingga mereka berakhir dengan kejatuhan?
Dan yang paling penting membekas dihati mereka adalah seorang pemuda misterius mengenakan pakaian ninja berwarna pink dan topeng rubah yang mendukungnya terlebih lagi dialah pemilik binatang roh mitologi, Phoenix, yang menjadi ikon binatang roh lambang kerajaan awan ini.
Bahkan di daratan ini menundukkan binatang roh mitologi itu hanya akan menggali kuburan mereka sendiri, dan orang itu malah memegangnya dalam kendalinya.
Gyut!
Di sisi lain Nami yang awalnya terlihat keren langsung terpeleset saat burung bodoh ini bergoyang tanpa memberitahunya.
“Burung bodoh perhatikan gerakanmu! Aku jatuh berarti nyawamu melayang.” Malu Nami citra tampanya sudah menghilang.
Onix memiliki ekspresi sedih, “Tuanku kau yang tidak bisa diam!” Jeritnya dalam hati, tuannya bahkan berulang kali meminta pendapatnya mengenai posisi berdiri keren apa yang harus dia gunakan.
A/N
Kepada para pembacaku yang hebat sampai hari esok dan lusa cerita ini tidak update. Karena dalam tahap pengerjaan untuk babak baru. Jadi mohon maaf untuk menunggu. Terima Kasih\,*memberi banyak cinta*
__ADS_1