Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Bab 26 - Kenalan Nenek


__ADS_3

Sebelum gadis yang menyamar sebagai bocah laki-laki miskin bajunya tertahan oleh seseorang.


Gadis itu mengernyitkan keningnya. Lalu segera menelusuri arah siapa yang menahannya.


Dan ya dia pemuda babak belur tadi. Jadi dia berada di samping dengan pembatas gorden yang memisahkan mereka.


"Nak, utangmu lain kali saja dibayar. Aku ada urusan penting." Jawab Nami sekenanya, ok, dia merasakan fluktuasi sihir dalam darahnya.


Si pemuda memberi ekspresi teguh, "istirahatlah." Balasnya membuat Nami mengernyitkan, ok, dia tidak sakit hanya memalsukan denyut nadi, dan lupa ingatannya.


"Aku baik-baik saja. Bisakah kau melepaskannya. Apakah kau benar-benar pasien sakit? Bagaimana bisa kau masih memiliki kekuatan?" Datar Nami melepaskan tangan pemuda itu.


Pemuda itu tak mengatakan apa pun lagi. Saat Nami membuka pintu, sosok yang memarahi 5 orang aneh itu, tepat berdiri di depannya.


"Apakah seorang pasien sakit memiliki begitu banyak tenaga untuk memanipulasi sakitnya?" Dingin dokter itu memberi ekspresi menakutkan.


Nami yang melihatnya tersenyum getir, "halo, Lady Diana!"


"Ikut denganku." Titahnya penuh keanggunan dan kebatinan yang membuat orang harus patuh.


Sedangkan Nami mau tak mau mengikutinya, dan sepenuhnya dia berharap banyak pada burung bodoh itu untuk segera pulih.


***


Kembali pada situasi perusakan terjadi. Namun berakhir dengan seseorang yang terbakar api yang belum padam sama sekali.


Tentu saja, api abadi milik vermillion tidak ada yang mampu menghilangkannya. Namun karena dia masih berukuran kecil hanya orang tertentu yang mampu mematikannya.


"Anak sialan burung roh darimana ini! Ah panas!" Jeritnya kesakitan, apakah wajahnya akan rusak.


"Tuan!" Jerit si selir muda itu menangis, dan para pengawalnya sudah berulang kali menyiraminya air.


Sedangkan Kenta tak menggubrisnya, dia terlihat kesakitan melihat burung tuannya tidak sadarkan diri.


Tak lama sosok besar dengan otot yang membentuk dengan baik, lalu beberapa bekas luka membentang di kulitnya, terlebih lagi dia tidak suka memakai atasan, alias baju.


Dan hanya menutupi bagian bawahnya dengan celana, dia adalah guru sekaligus wali kelas dari murid bermasalah ini.


"Hawk apa yang kau lakukan di kelasku? Apakah kesombonganmu menjadi jelek hanya untuk membuat masalah dan menganggu muridku? Usia berumur dari mana kau." Dingin si guru itu memberi tatapan jatuh, namun menikmati si gendut s*alan ini terbakar api yang tidak biasa ini, dan dia mengenal api ini, tapi burung mana yang melakukannya.


Bukankah itu burung roh langka dengan bentuk penghormatan tinggi, bagaimana bisa ada di sini?


Tapi jika itu ada, hal tersebut akan membuat kekacauan pada sekolah, bahkan kekuatan penyihir sepertinya dan lain masih belum mampu mengalahkannya.

__ADS_1


"S*alan! Diam kau pria tua mesum! Bantu aku padamkan api aneh ini! Sangat menyakitkan! Aku bisa mati! Argh...panas!" Jeritnya sudah berlari ke sana, ke mari.


"Haha...kau memohon padaku? Baiklah!" Jawabnya segera mematikan api itu dengan elemen airnya.


Setidaknya ini adalah api kecil, jika tidak mana bisa dia melakukannya, api langka dan menakutkan.


Setelah api padam, segera dia meminta obat penyembuhnya. Namun luka bakar tak hilang dari wajahnya.


Selir muda yang melihatnya memalingkan wajah, karena jelek.


"Sial wajahku! Anak nakal darimana kau dapatkan burung k*parat ini! Dia merusak wajahku, dan aku harus melenyapkannya.


Bug!


Sekali lagi dia menendangnya, hingga dia meringkuk di atas lantai. Nampaknya pria tua ini masih tidak puas, dia ingin lagi memberinya pelajaran.


"Ayah jangan!" Parahnya kesakitan tidak ingin burung kecil itu terluka lebih jauh lagi.


Dengan injakan tiba-tiba akan dilayangkan pria tua itu pada burung kecil itu.


"Hei! Apakah begini caramu bersikap mengacau, dibantu, dan kembali berulah dengan penuh kesombongan, apakah kau lupa seberapa menakutkan aku ketika marah? Bahkan aku tak menempat keluarga mana pun di bawah mataku." Dingin wali kelas itu menahan kaki pria tua itu dengan satu tangan berototnya itu.


"S*al! Jangan ikut campur dalam urusan keluargaku, pria tua mesum!" Tampiknya tak terima dan masih ingin membela diri.


"Kau lupa? Jika anak-anak di kelas ini menjadi tanggung jawab sekolah. Jadi urusan di luar sekolah tidak boleh dilakukan di dalam sekolah, bahkan jika dia adalah anggota keluargamu? Apakah keluargamu ingin menjadi musuh kaisar sihir, karena sengaja membuat masalah pada sekolahnya." 


Si pria tua berperut buncit itu menyibakkan lengan bajunya ke belakang nampak sangat kesal, dan memanggil selirnya untuk kembali, "S*al! Sayang ayo kita kembali!" Perintahnya.


"Aku akan pastikan kau dan temanmu keluar dari sekolah ini!" Dinginnya dan segera pergi.


Sedangkan Kenta yang terlihat lemas, tetap melindungi burung kecil itu.


"Nak! Semuanya telah selesai, dan kau makanlah serbuk penyembuh ini." Ujar wali kelasnya itu memberinya obat, walau tak secepat obat pil milik Nami.


Mau tak mau Kenta menerimanya, karena dia pun sudah tak memiliki tenaga. Apalagi dia tak tau harus bagaimana lagi dengan kedua burung milik masternya ini.


***


Nami berada di ruangan alchemist khusus dan hanya menyisakan dua orang dari mereka.


Nami nampak gemetaran dengan tatapan intimidasi dari nenek tua ini. Bahkan dari cara menakutkan bersikap ya persis dengan neneknya.


Bagaimana bisa ada dua orang yang sama di muka bumi ini? Bahkan lain kali dia akan mencari sama persis dirinya.

__ADS_1


Oke, mari ganti topik lain dan kembali ke topik sebenarnya. Nenek tua alchemist itu memiliki ekspresi datar dan menakutkan.


Tak lama dia memeluk Nami erat. Sedangkan Nami, gadis itu membantu. Apa-apaan dengan situasi aneh dan rumit ini.


Dan kenapa nenek dingin ini, terlihat menangis dan penuh kasih sayang besar padanya.


Ayolah, dia hanya punya satu nenek! Bagaimana bisa dia punya nenek lainnya?!


"Putri kecilku yang cantik kau sudah besar!" Senangnya sambil menepuk-nepuk punggung Nami lembut, dan penuh kasih sayang.


Seperti jarak waktu mereka berpisah telah begitu lama. Nami tersenyum skeptis sejak kapan dia menjadi anak dari wanita tua yang sudah bisa dianggap neneknya!


Apakah neneknya menyembunyikan kelahirannya, ini menakutkan.


"Lady Diana, aku pikir anda salah. Aku seorang laki-laki bukan seorang gadis." Balas Nami berusaha menetralisir keadaan dan menuju ke jalan yang benar.


Lady Diana yang mendengar jawaban anak itu segera melap bekas ingusnya di bahu anak itu.


Nami yang merasakan rasa basah itu, nampak mematung, oke, dia mendapat balasan dari apa yang dia lakukan dulu.


"Kau pikir dengan topeng bodoh murahan itu, akan membuatku tak mengenali putri kecilku?"


"Nyonya anda salah saya laki-laki, topeng? anda salah, saya hanya meminum ramuan pengubah gender. Astaga dragon!" Akhirnya Nami keceplosan dengan kebodohannya.


Secret Roman: Biarkan aku merontokkan giginya! Cerita baru berjalan beberapa part kau sudah membocorkan rahasiamu! *Banting Meja*


"Ya, kau benar. Jadi itu adalah ramuan bukan topeng. Aku juga salah mengira. Luar biasa darimana kau mendapatkan ramuan langka itu?" Tanyanya berhenti dari tangisnya.


Nami tersenyum miring, kembalikan arah jalan cerita pada tempatnya!


"Lady Diana, apakah anda mengenal siapa saya?" Tanya Nami dengan ekspresi dingin, dia sepenuhnya tidak ingin ketahuan, dan bagaimana bisa dia mengetahui identitas gendernya?


Neneknya sudah memperingatinya. Jika dia ketahuan habislah dia. Jika dia habis, maka dia harus membereskan orang yang akan menghambat kekayaannya.


"Sayangku, apakah kau melupakan nenek ini? Apakah nyonya tidak memberitahumu tentang diriku?" Ujarnya membuat Nami semakin bingung dan ingin menangis darah.


"Lady Diana, apakah anda salah mengenali orang? Siapa yang nenek dan siapa yang nyonya? Lady Diana biarkan aku hanya punya satu nenek bermasalah jangan menambahnya lagi. Sebaiknya aku pergi dari sini!" Ujar Nami ingin membuka portal sihir.


"Jangan pergi, aku hanya orang mengaku-ngaku jadi nenekmu. Tidak masalah juga aku jadi nenekmu. Tenanglah nenekmu tetaplah nyonya. Nyonya berpesan padaku kalau cucunya sedang bersekolah di sini dan memintaku mengawasinya." Balas Lady Diana memberi senyum murah hati.


Namun memiliki maksud tersembunyi. Kenapa setiap kali dia menyebut kata nenek wajahnya berseri-seri, 'kumohon kondisikan ekspresi wajah anda!'


"Apakah anda mengenal nenekku?"

__ADS_1


"Tentu saja, siapa yang tidak mengenalnya, dia adalah role model bagi semua wanita!" Ujar Lady Diana dengan ekspresi tak tertahankan, nenek kau apakan lady Diana yang ditakuti ini.


__ADS_2