
Sebelumnya...
"Hei, apa yang salah dengan kalian? Menangkap telur begitu sulit? Maka yang perlu kalian lakukan mempersiapkan diri.
Aku Onami murid biasa-biasa saja dengan kemampuan rata-rata, akan membantu kalian menjadi kuat.
Bahkan menangkap kecoa sekali pun, kalian bakal mampu melakukannya!" Seru Nami yang sudah ada di atas meja, ekspresinya kali ini begitu tiran dan sombong.
***
Alhasil memicu semangat murid lain.
Ya mereka ingat di hari pertama sekolah Nami adalah pengacau luar biasa, bahkan dia juga begitu santai menggertak orang atas dan membela kaum lemah seperti mereka.
Di tambah dia hanya menggunakan ototnya dan tidak memelurkan mana sihir untuk mengalahkan mereka.
"Apakah itu mungkin?" Tanya salah satu dari mereka yang paling kusut.
Nami mengangguk dan mengangkat tangan terkepalnya ke atas, "Ini bukan mungkin lagi, dan aku jamin kalian bisa mendapatkannya!" Bangga Nami melupakan karater biasa-biasanya saja.
Tuanku tolong bersikap rendah. Dan kenapa anda naik di atas meja! Ini menunjukkan kesan tirani anda yang mendominasi.
Apakah kau yakin dengan hanya semangat kecil itu?! Obrol Onix melalui telepati binatang kontraknya, bukankah tuannya tidak ingin terlibat masalah apa pun.
Kumohon jangan memberi harapan kepada murid lain, kalau kau hanya makan, minum, dan tidur saja kau lakukan.
Latihan ketangkasan itu hanya omong kosong. Kau hanya terlatih dari kecil.
Dan pelatihanmu tidak sama dengan pelatihan orang biasa.
Mandi dibawah larva seperti permandian biasa, bertahan hidup di antara para predator jaman purba dan ini bukanlah perkelahian anak yang masih bersembunyi di bawah perlindungan orang tua.
Yang di mana dia menjadikan bongkohan batu seberat 1 ton untuk menjadi latihan angkat bebannya dan kau tahu itu tidak sama dengan mengangkat batu biasa yang beratnya 2 kg.
Nami terdiam dengan perkataan Onix, namun kemudian senyum licik tertera di wajahnya. "Bukankah ada kau? Auramu pasti bisa menekan mereka. Dan secara sukarela melempar diri, bukan?"
"Tuanku apakah anda sedang memanfaatkanku?"
"Tentu saja, aku serahkan mereka padamu, Onix!"
"Oke semuanya ayo kita latihan pengembangan diri selama sebulan ke depan! Semangat!"
"TUAN!!!" Gila Onix tuannya menyuruh dia berurusan dengan binatang roh rendahan, apalagi membantu manusia rendahan ini, dia tidak mau. Sayangnya Nami mengabaikannya.
__ADS_1
Dan di sisi lain Acer mencibir dan hanya menggelengkan kepala kepada anak-anak ini yang begitu bersemangat hanya dari sepatah kata diucapkan anak bernama Onami ini.
Sedangkan Marco yang baru balik dari toilet nampak bingung dengan semangat tinggi teman kelasnya di ikuti seorang gadis yang selalu mengikutinya.
"Apa yang terjadi?"
***
Hari ini adalah hari bebas bagi siswa untuk melakukan apa pun.
Karena sekolah memiliki rapat penting terkait masalah yang telah terjadi dengan keluarga Hawk karena penyihir kuat dari alam tinggi datang mengacau ke kerajaan ini.
Ditambah adalah pembahasan mengenai pengambilan telur binatang roh, jika telur itu mengakuimu maka kamu hanya perlu melakukan kontrak darah, dan menjalin ikatan hidup mati dengannya.
Karena semua orang di kelas bermasalah ingin menjadi kuat maka mereka yang memiliki kemampuan lemah berjalan menuju lapangan tanding untuk para warrior.
Namun biasanya kelas dalam bidang lain pun biasa memakai tempat ini.
Mereka semua berada dalam tribun, dan Nami memberi pencerahan kepada mereka.
"Ok semuanya saat para warrior berhenti menggunakan lapangan setelah siang berlalu maka kita yang akan menggunakan tempat ini untuk latihan.
Ingatlah sistem mengajarku sangat ketat. Aku tak membutuhkan orang yang menyerah dengan keadaan hanya karena mereka lelah.
Kalau kalian tidak ingin dipandang sebelah mata. Maka dengarkan intruksiku!" Ujar Nami otoriter dengan wajah setannya alhasil semua orang memiliki perasaan tidak enak, dan merasa ini adalah pilihan terburuk.
"Oi kau bukan dari kelasku, Troy!" Datar Nami dengan pertanyaan Troy, bukankah kalau dia belajar dengannya maka akan menghina tetua besarnya yang mengajarinya.
"Kembali sana ke kelasmu!" Protes yang lain, mereka sudah terlalu lemah, dan orang luar meminta untuk ikut diajar, dan bukankah dia adalah si kembar sombong dengan guru besar bersamanya.
Perbandingan kelas bermasalah dan murid dari tetua agung bagaikan bumi dan langit.
Troy yang mendengarnya memiliki ekspresi kecut ditolak sedangkan saudara kembarnya, kakaknya, Shopia, memiliki mata penuh bintang ke arah Nami.
"Tuanku kami tidak memiliki kegiatan apa pun, dan bebas sekarang. Bisakah kami ikut bergabung. Aku akan memberikanmu banyak daging sebagai gantinya!" Sogok Shopia tahu kelemahan Nami.
Nami yang mendengar kata daging langsung mengeluarkan iler dimulutnya, "Kau diterima!"
Semua murid bermasalah hampir terpeleset dari tempat mereka duduk di tribun.
Apakah harga pengajaran ini adalah seonggok daging?
Secret Roman : Nami tidak memungut biaya apa pun pada kalian. Apakah kalian lupa?
__ADS_1
Troy memiliki ekspresi pahit saudaranya diterima, kenapa dia tidak? "Tuanku dua potong daging premium dan satu koin rubi milikmu. Jadi ajari aku juga!"
"Setuju! Orang kaya memang hebat!" Senang Nami mengangguk puas sedangkan yang lain tidak memiliki uang sebanyak itu merasa tertekan, "Kecuali teman kelasku, mereka semua gratis." Tambah Nami menyadari sakit hati mereka.
Di sisi lain dari tempat ini para murid kelas warrior memiliki ekspresi tidak senang ketika anak-anak dari kelas bermasalah bergabung di tempat mereka. Menjadi kuat? Bermimpilah!
"Anak kelas bermasalah terlalu sombong untuk membanggakan dirinya. Bahkan mereka meminta arahan pada bocah kurus itu yang jauh lebih lemah dari mereka." Bisik Murid warrior A.
"Mungkin otak mereka bermasalah. Jadi hanya menyerah pada keadaan!" Ledek murid warrior B disetujui yang lain.
Semua murid kelas bermasalah memiliki ekspresi pahit diwajahnya. "Diam kau! Omong kosong! Apakah kelasmu saja yang memiliki murid hebat.
Kami juga memilikinya. Kau menghina bocah kurus ini? Apakah kau lupa dia yang telah menolak dua tetua agung langsung saat penerimaan murid!"
"Oi! Oi! Jangan mengatakan itu!" Tenang Nami tapi dia tak menyembunyikan ekspresi bahagianya karena dipuji.
"Di-dia juga yang mengalahkan banyak orang tanpa menggunakan *Mana dan hanya menggunakan ototnya yang imut!"
"Berhentilah!" Cegah Nami sekali lagi berhenti mengatakan ototnya imut, kau pikir dia senang dipuji dengan itu s*alan, pipi merah malu Nami menandakan sebaliknya.
"Kalian murid rendahan, dia adalah masterku! Lalu kalian apa? Orang yang merasa di atas masterku!
Kemarilah akan kutebas kalian sekarang juga!" Marah Troy mulai mengeluarkan pedang kebanggaannya dari sarungnya.
"Menyedihkan!" Timpal Shopia mengejek mereka.
"BERHENTI! AKU HANYA MURID BIASA-BIASA SAJA DENGAN KEMAMPUAN RATA-RATA! BISAKAH KALIAN BERHENTI MEMUJIKU. APAKAH KAU PIKIR AKU SENANG!" Senang Nami berbanding terbalik dari kemarahan.
Tuanku! Ingat rata-rata! Kenapa kau begitu senang dipuji! Batin Onix tidak habis pikir dengan jalan pikiran tuannya, dia pikir Nami akan menampik itu semua, bagaimana bisa perkataannya berbeda dengan wajahnya.
Orang-orang yang menghina berjalan menjauh dari kelas bermasalah selain mereka tidak bisa membantah bahwa itu adalah keberuntungan.
Tapi karena mereka bersama dengan si kembar yang suka mencari masalah Troy dan Shopia.
Sekali menjadi anak baru mereka sudah berada di bawah peringkat satu dan dua terbaik di bidang warrior akademi ini.
Akhirnya suasana menjadi tenang. Menunggu adalah waktu membosankan terlebih para murid warrior di bawah sana yang berada dalam lapangan tanding sedang latihan dan memamerkan aktivitas otot mereka yang sudah terbentuk demi menarik perhatian para gadis.
Namun tidak lama setelah itu dua orang muncul ke dalam lapangan tanding itu;
Bertubuh tinggi, berbahu lebar, otot yang melekat dengan pakaian tanding mereka menunjukkan bahwa latihan mereka tak pernah sia-sia, poin plus nya mereka terlihat indah.
Satu berambut perak dengan senyum main-mainnya terkesan playboy, berkulit putih, dan memiliki garis rahang yang menakjubkan, dan juga pria berambut hitam acak pendek dengan ekspresi datar terkesan misterius, dan berkulit tan namun bercahaya.
__ADS_1
Dan aksi memamerkan diri mereka terkubur sia-sia karena kedua orang itu.
Siapa saja tolong ubah mereka menjadi cumi atau kentang, tidak masalah asal mereka tidak menjadi butiran debu yang tidak terlihat bagi para gadis.