Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Part 31 - Melenyapkan Keluarga Hawk 3


__ADS_3

“Hatchi!!!” Nami bersin secara mendadak dan kenapa perasaannya tidak enak? Dia benar tidak tahu bahwa orang acak memikirkannya.


Nami sedang berada di ruangan gurunya yang terlihat lebih pucat darinya. Apakah guru begitu kesal padanya karena dia hampir membunuhnya? Nami kau sepenuh nya pembuat masalah.


“Guru besar maafkan atas kelalaian muridmu ini!” Pinta Nami membenturkan jidatnya di lantai meminta pengampunan dari gurunya ini.


Gurunya yang gagah perkasa menjadi tikus kecil karena sangat takut dengan muridnya ini. Jangan berlutut dan memohon seperti itu. Apakah kau benar-benar ingin menyulitkannya.


“Guru besar! Anggap aku seperti murid lainnya! Aku siap dihukum olehmu!” Pinta Nami penuh tekat.


“Tidak, tidak! Aku tidak akan menghukummu. Tapi bisakah kau jelaskan apa tujuanmu datang ke sekolah ini? Bagaimana kau bisa menyembunyikan Manamu? Dan aku merasa kau memiliki maksud lain, tidak, aku tidak bermaksud menggertakmu. Bahkan aku sayang nyawa sendiri.” Jelas Derek mengelap keringat dinginnya takut, ok, dia benar-benar takut.


Bahkan jika kekuatannya hampir mendekati kaisar sihir, dia sepenuhnya lebih takut pada anak ini, dan semua orang tahu bahwa di kerajaan ini siapa yang mampu menjinakkan binatang mitologi yang berada di tingkat bijak dan setara dengan Penyihir Tertinggi Agung, bahkan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyihir tertinggi di kerajaan ini hanya mencapai tahap Penyihir Terhormat.


Siapa pun yang ingin menggali kuburannya silahkan, ok, anak ini memiliki binatang Phoenix sebagai binatang kontraknya, dan binatang itu di anggap simbol binatang suci negaranya!


Nami yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan gurunya menghentikan dia dari aksi memukul jidatnya di lantai, kali ini jidatnya berdarah.


Jika gurunya tidak memaafkannya. Dia akan mengatakan selamat tinggal pada jidat mulusnya.


“Guru besar, aku tidak memiliki maksud jahat apa pun. Aku hanya ingin menjadi murid yang biasa-biasa saja.” Bohong Nami tidak ingin memberitahu gurunya dia memiliki maksud lain untuk menjadi ksatria sihir, mungkin dia akan curiga bahwa dia hanyalah berbohong.


Secret Roman : Bahkan jika kau mengatakan dirimu hanya seorang murid biasa-biasa saja semua orang tidak bakalan percaya, dasar pembohong!


Derek memuntahkan seteguk darah, murid-murid biasa saja? Siapa yang bakal percaya dengan hal itu! Tapi di lihat dari tampang bodoh Nami dan malasnya, dia langsung percaya ini sungguh-sungguh, ya mari kita percaya dengan perkataannya.


“Apakah kau ingin kembali ke kelasmu?” Tanya Derek sakit kepala menghadapi muridnya ini, dan merubah ekspresi ketakutannya menjadi seorang guru pemalas seperti biasa.


Nami menggosok hidungnya dan berpikir sebentar. Sebaiknya dia masuk kelas hari ini. Dan tidak mungkin dia membolos pada hari pertama.

__ADS_1


Bukankah dia mengatakan sebelumnya bahwa akan menjadi murid baik-baik? Untuk serangan balasan dan penghilangan keluarga Hawk bisa dilaksanakan pada malam hari.


Setidaknya pada waktu itu sudah menjadi waktu tidur mereka untuk selama-lamanya bukan?


“Tentu saja, Guru Besar! Kali ini aku akan menjadi murid baik-baik dan rata-rata, jadi kumohon biarkan aku masuk kelas!”


***


Ceklek!


Pintu terbuka karena dorongan dari Derek, pria dewasa tanpa pakaian atasan, dan merupakan guru sebenarnya yang memegang kelas bermasalah ini. Lalu Nami mengekor di belakangnya bersama dengan Kenta.


Guru yang mengajar menghentikan aktivitas mengajarnya dan memberi hormat pada Derek. Dan pria dewasa itu hanya memiliki senyum malas membalasnya, dan segera berjalan ke arah guru itu.


“Mereka terlambat di hari pertama. Jadi kau harus memakluminya hari ini. Karena akulah yang menyuruh mereka melakukan sesuatu.” Ujar Derek malas sambil melirik dua anak itu yang mengekor di belakangnya.


“Baik, Pak!’ Balas guru itu sopan, dan Derek mengangguk setuju, kemudian pergi begitu saja.


“Karena yang lain sudah memperkenalkan diri sebelumnya. Kalian juga harus melakukannya walau terlambat.” Ujar guru itu kepada Nami dan Kenta.


Nami dan Kenta mengangguk menyetujui permintaan gurunya. Nami segera berdiri di depan siswa lainnya dengan penampilan biasanya.


“Perkenalkan saya Nami seorang murid lemah, dan biasa-biasa saja. Bercita-cita menjadi rata-rata.” Ujar Nami penuh kebohongan, sedangkan murid lain berteriak dalam hati mereka PEMBOHONG! Mengingat cara bertarung Nami pada para penyihir di atas mereka kalah begitu mudah ditangannya, bahkan dia tak perlu menggunakan sihirnya dan hanya menggunakan ilmu beladiri semata.


Tak lupa Nami memberi tanda piss dan juluran lidah sebagai perkenalannya berhasil membuat yang lainnya merinding. GUNAKAN PERKENALAN BIASA SAJA!


Lalu giliran Kenta yang berjalan ke depan seperti robot. Anak ini walau kurus, itu tidak menutupi kalau anak ini tampan seumurannya.


Para anak gadis di kelas memperhatikannya tersipu, namun tak menutupi rasa simpati mereka pada Kenta. Karena mengingat perilaku ayahnya yang tidak mempertimbangkan dirinya sebagai anak utama di keluarganya.

__ADS_1


Nami yang melihat perubahan perilaku dari wajah tersipu dan simpati kepada muridnya membuatnya memberi tatapan leser pada mereka, berhenti melihat wajah muridku dengan tatapan mesum. Bahkan jika muridku berada pada level tampan standar! Dia bisa mengubahnya menjadi pria yang sangat tampan! Tunggu saja aku akan memberinya banyak makanan! Ungkap Nami dalam hati tidak senang sekaligus berusaha membesarkan anaknya.


Phoenix menggigit sapu tangannya, dia sedang berada dalam kontrak tuannya. Mendengar keluhan isi hati tuannya, dia sepenuhnya terbakar api cemburu. Tuan lihatlah aku! Dibanding semut itu aku jauh lebih tampan!


Kemudian perkenalan berakhir, Nami di tempatkan di bangku yang berbeda dengan muridnya.


Nami duduk dengan cecurut satu yang sudah 2 tahun di kelas ini tanpa ada kenaikan kelas, dan mendapat guru baru sebagai gantinya, Acer, merupakan sepupu dari Azriel, dan cucu dari tetua agung Elementalist sebagai salah satu alasan mengapa dia masih bisa bertahan di sekolah ini karena dia adalah seorang pembuat onar dan senang menantang kelas atas lainnya.


Sedangkan Kenta duduk bersama dengan Marco pria pehutang lain padanya. Dia tampan namun satu tingkat di bawah muridnya. Tapi setidaknya sejauh ini dalam kelas 3 orang inilah memiliki wajah yang menarik kaum hawa lainnya.


Kelas pertama berjalan sangat membosankan, bayangkan teori yang dijelaskan guru itu menari-menari di otak Nami.


Sepenuhnya Nami membenci materi. Bukankah Praktek jauh lebih baik meningkatkan kemampuan seseorang tanpa harus bengong dan pura-pura mengerti?


Acer di sampingnya sudah tertidur di kelas sambil menutup kepalanya dengan buku sihir.


Di sisi lain Nami sudah mulai menyentakkan kepalanya berulang kali ke bawah lalu ke atas sampai dia harus menjalankan olahraga leher tanpa ia sadari. Dia sudah tak mampu menahan kantuknya.


Apakah menjadi murid biasa-biasa saja harus seberat ini? Dan mengapa Nami merasa menjadi ksatria sihir ialah sebuah keinginan yang jaraknya masih sangat jauh tuk dicapai, hal ini sungguh terasa tahu!


Secret Roman : Pulang sana tidak usah sekolah!


Tamat


Nami : Aduh penulisku yang perkasa aku hanya hiperbola!


 


Secret Roman : ...

__ADS_1


 


 


__ADS_2