Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Part 34 - Melenyapkan Keluarga Hawk 6


__ADS_3

Kelas hari ini telah berakhir begitu cepat tanpa Nami sadari. Dan hari sudah mulai gelap. Lalu bagaimana dengan aksi pembalasannya?


Tentu saja dia sangat siap. Dia mengubah pakaiannya menjadi warna pink sepenuhnya dan gayanya seperti ninja sekarang. Setidaknya dia harus menyelinap keluar dari sekolah yang penuh penjagaan ketat ini dan menjadi bayangan saat ini.


Secret Roman : Hitam! Hitam oi! Mana ada pakai pakaian ninja berwarna pink pada malah hari selain kau menakuti orang dan juga itu terlalu mencolok.


Nami tidak mengajak Kenta untuk ikut bersama mereka, lalu sebagai gantinya dia memintanya untuk memberitahukan kepada badan pemeriksaan kamar bahwa dia berada di dalam kamar mandi dan sedang melakukan itu.


Bagaimana dengan Kenta yang keluarganya diyakini akan hilang dari kerajaan ini oleh gurunya? Apa tanggapannya? Tentu saja dia setuju.


Dia sudah terlalu kecewa selama bertahun-tahun pada ayahnya dan keluarga lainnya yang menyiksanya tidak melebihi dari seorang Budak semata. Ditambah lagi itu gurunya yang meminta pendapatnya.


Dia merasa menghangat karena gurunya masih memikirkan pilihannya terlebih dahulu.


***


Malah hari pun tiba Nami sekarang mengenakan topeng rubah yang dia beli dari pedagang pasar malam. Kalau mau ke kediaman keluarga Hawk harus melewati jalan ini, dan itu sesuai dengan peta jalan yang diberikan Kenta.


Tidak butuh waktu lama Nami sudah berdiri di depan Kediaman keluarga Hawk yang terlihat begitu luas hanya dengan melihat tembok kokoh dan tinggi itu.


Nami tidak langsung masuk ke dalam rumah itu. Dia Nampak curiga karena pintu gerbang kediaman ini tidak memiliki penjaga sama sekali.


Nami menoleh ke bawah dan mengambil beberapa butir batu kerikil di tangannya. Dan melemparnya secara acak di depan pintu gerbang itu.


DUAR!


Bunyi ledakan pada batu itu terdengar walau dalam skala suara kecil. Dugaan Nami benar. Dia melihat beberapa kode yang tertulis di balik tembok dan pintu itu.

__ADS_1


Nami tahu jenis tulisan itu apa. Tulisan aneh itu merupakan sebuah rune penjaga. Dia tidak khawatir melewatinya. Karena dengan sekali lihat dia bisa mengerti bagaimana membatalkannya.


Nami melompat santai di tembok pembatas akses dunia luar itu. Padahal kondisi jebakan paling mengerikan adalah tempat yang paling tinggi. Namun itu masalah sepele baginya.


SWOSH!


Nami sudah berdiri di area taman yang luas penginapan keluarga Hawk. Tanah hijau berisi beberapa tanaman acak, namun tetap asri kelihatannya. Tapi lebih penting sekarang ada beberapa penjaga yang melakukan jaga malam.


Mereka memiliki tubuh armor di badan mereka. Nami merasakan tingkat kekuatan mereka berada pada level yang masih rendah. Sekitar penyihir senior tingkat menengah.


Nami mengangkat sudut mulutnya lalu segera berpindah secepat kilat dan menjatuhkan penjaga itu. Dia melakukannya berulang kali setiap melihat mereka. Tanpa mengetahui apa yang menyebabkan mereka kehilangan kesadaran.


Nami melihat sekitar area di tempat ini dengan tatapan elangnya mencari setiap sudut tempat, dan memastikan kepala keluarga Hawk berada di sana.


Dalam radius 10 meter dari tempatnya berdiri dia merasakan bahwa kekuatan paling tinggi itu adalah Penyihir Terhormat Tingkat Bawah. Sepertinya inilah orang yang dia cari.


Mengingat info yang ia dapat bahwa kepala keluarga Hawk hanya mencapai penyihir pada tingkat tersebut dan tidak mengalami penaikan lagi, dan semakin lama umurnya semakin bertambah.


“Baik Tuan, apa perintahmu?”


“Ambil semua harta paling berharga bagi keluarga ini yang harusnya menjadi milik Kenta. Aku hanya memberimu waktu 10 menit. Setelah waktu itu aku akan mengirim sinyal padamu untuk perintah selanjutnya.” Titah Nami sambil membenarkan topeng rubahnya dan menghilang dari tempatnya setelah mereka berpisah.


***


“Sayangku bagaimana kalau kita membuat anak lagi. Aku sudah sangat sedih dengan kejatuhan anak kita yang sudah tidak berguna. Aku khawatir dengan masa depan keluarga ini. Jika itu berhenti begitu saja.” Bujuk rayu seorang pria tua berjanggut dan berperut buncit itu pada selir kesayangannya. Dia Nampak sudah tidak mengenakan pakaian tebal apa pun pada tubuhnya selain pakaian dalam.


Sedangkan sang selir memakai gaun malam yang tipis, dan memperlihatkan tubuh moleknya yang menggairahkan bagi pria tua itu. “Itu hanya akalan bagimu 'kan sayang. Ingatlah wajahmu masih terluka dengan kejadian sebelumnya. Aku takut melukaimu.” Balasnya sambil menunjuk dada suaminya malas dan menggoda, namun di balik kata manisnya di dalam hatinya dia ingin muntah karena wajah suaminya bertambah jelek dari sebelumnya.

__ADS_1


Suaminya mampu menarik banyak madu dengan penampilan seperti itu. Tentu saja itu karena dia adalah seorang kepala keluarga Hawk, dan merupakan bagian dari 5 orang terkuat di kerajaan ini.


“Sayangku, suamimu ini sudah tak tahan.” Balas pria tua itu lalu merobek paksa gaun malam selirnya karena diburu oleh nafsu.


Bagi pembaca bijak jangan terlalu jijik dengan adegan ini. Terlebih ini tidak dilayak ditonton bagi anak di bawah umur. Jangan merusak matamu hanya penasaran dengan kelanjutannya.


“Menjijikkan!” Decit Nami yang sekarang memakai ilmu sihir tidak terlihat, dia sepenuhnya ingin muntah.


Nami tak menyangka masuk ke dalam kamar pasangan penuh gairah itu. Wajahnya menunjukkan rasa jijik yang tinggi. Apakah ini yang namanya melenyapkan saat berada pada puncak gairah.


Nami yang tidak ingin menjadi penonton adegan penuh dewasa itu segera mengarahkan ayunan roda api ke arah kelambu pasangan itu. Api mulai membakar kelambu itu.


“Tuanku berhentilah! Tidakkah anda mencium bau terbakar?” Tahan selir itu menghentikan suaminya berhenti.


“Api? Mana? Tidak! Cepat segera ambil air memadamkannya!” Kaget pria tua itu tidak mengerti dari mana asal api di kelambunya. Bahkan jarak lilin penerangnya jauh dari tempat tidur mereka.


Selir yang mendapat perintah seperti itu hanya menatap bodoh suaminya. Kalau kau ingin dia keluar dalam keadaan tanpa busana seperti ini. Orang-orang akan melihatnya. Terlebih lagi dia mengusir para pelayan untuk tidak berjaga di depan pintu.


“Tuanku, aku tidak mengenakan busana apa pun. Dan para pelayanlah yang mengatur semua pakaian yang kukekanakan.”


“Kau tinggal memakai selimut itu dan berlari keluar meminta bantuan, bodoh!” Marah suaminya terlanjur sangat panik dengan api yang semakin membesar.


Selir yang dimarahi suaminya mau tak mau mengikuti instruksi suaminya. Dia segera menarik selimut yang masih selamat dan menuju pintu keluar mencari bantuan. Namun,


“Tuanku, pintunya tidak bisa terbuka. Uhuk!” Batuk selir itu dan menatap suaminya dengan raut wajah ketakutan.


“Apa maksudmu!”

__ADS_1


“Kita terkunci,”


“Bagaimana bisa! S*al apinya semakin parah. Kita harus menyelamatkan diri. Dan biarkan aku menghancurkan pintu itu.” Ujar pria tua itu dengan ekspresi gelapnya. Menghancurkan pintu itu adalah hal termuda baginya seorang penyihir terhormat.


__ADS_2