
Dia mulai merapalkan mantra nyanyian dan memunculkan batu dari tangannya, dan segera menabrak pintu itu. Namun hasilnya nihil, apa yang terjadi? Terlebih lagi muncul cahaya pada pintu itu, dan sebuah tulisan kuno terukir di pintunya.
“Rune Pelindung keluargaku? Bagaimana bisa berada di sini?”
“Rune?”
“Siapa yang melakukan ini? Tapi ini aneh, kalau ini adalah rune keluargaku kenapa tak membebaskan aku membukanya. S*al! Kalau begini aku tak tahu bagaimana cara menghilangkannya!” Umpat pria tua itu tak pernah membayangkan rune yang dibuat kakek turun-temurunnya akan menjadi penghalang baginya untuk menyelamatkan diri.
Dia dan selirnya pengguna elemen sihir yang berlawanan dengan api. Dia adalah seorang pengguna elemen batu dan besi, sedangkan istrinya adalah pengguna elemen kayu. Ini hanyalah memperbesar apinya jika mereka menggunakannya.
“Dasar orang id*ot. Aku hanya mengembalikan rune pelindungmu, dan juga mengubah sedikit katanya, jadi itu takkan mengenalmu sebagai pemiliknya.” Jawab Nami mengelilingi ruangan ini, dan berhasil menarik ketakutan pasangan itu lebih banyak.
“Siapa di sana?! Apakah ini perbuatanmu? Jika itu benar tunjukkan dirimu! Biarku aku menghadapimu!” Marah kepala keluarga Hawk mencoba mencari asal suara Nami.
Namun naas Nami masih belum menghilangkan mantra penghilang tubuhnya itu. Nami yang mendengar itu nampak tertawa lucu. Menghadapi dirinya?
Apakah pria tua ini memiliki masalah di otaknya? Ruangan ini bakal membakar apa pun di sini lebih cepat, namun dia mengajaknya berduel.
“Apa yang kau tertawakan?! Muncullah di hadapanku segera!” Marah pria tua itu kemudian mengeluarkan aura menekan dari penyihir terhormat bawah,
auranya sangat kuat dan dalam.
Istrinya yang berada di sampingnya tak mampu menahan aura ini, dan akhirnya memuntahkan seteguk darah.
“Tu-tuanku, kau akan membunuhku. Jika kau bertingkah seperti ini.” Lemah Selir itu mulai terjatuh ke lantai kamarnya sendiri dan semakin diperparah dengan bau asap api.
Jika suaminya tidak segera memikirkan cara, nyawa mereka bisa melayang karena lebih mementingkan ego di banding menyelamatkan diri terpanggang oleh api.
Kepala keluarga Hawk nampak tak memperdulikan selirnya yang kesakitan masih tetap mencoba menumbangkan musuh yang bersembunyi. Dia merasa orang ini tidaklah biasa.
Bagaimana tidak penjagaan di kediamannya termasuk tingkatan tertinggi di kerajaan ini.
Rune penjaganya adalah yang terbaik. Namun itu malah digunakan orang yang tidak dikenal, dan membuatnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Hal yang paling parah adalah dia tidak merasakan keberadaan orang itu menyelinap masuk ke kamarnya tanpa memikirkan resiko kekuatannya.
__ADS_1
Dia sebenarnya takut. Tapi jika dia takut maka nyawanya sendiri yang berada dalam bahaya.
Kepala keluarga Hawk kembali menguatkan auranya yang awalnya ruang lingkup hanya di sekitar ruangannya.
Dan sekarang itu telah mencapai seluruh kediaman, orang yang berada pada tingkat bawah merasakan beban dihati mereka.
Apa yang terjadi? Sepenuhnya mereka tidak mengerti. Nami yang melihat tingkat kesombongannya dalam memamerkan auranya hanya tersenyum masam. Apakah ini perlu disombongkan?
Bagaimana kalau dia berpura-pura jatuh dan terkalahkan setidaknya dia ingin membuat orang itu bangga akan kekuatannya sebelum dikalahkan olehnya.
Membunuhnya secara cepat bukanlah langkah yang baik mengingat seberapa banyak Kenta mengalami luka selama tinggal di sini tanpa diberi rasa hormat apa pun.
Bruk!
“Uhuk!” Nami terjatuh ke lantai dan memuntahkan seteguk darah, dan mantra tubuh tak terlihatnya telah berakhir.
Kepala keluarga Hawk merasa dirinya berhasil menghentikan auranya. Orang tersembunyi dijatuhkannya mengenakan pakaian ninja berwarna pink dan topeng rubah yang hanya menutupi setengah dari wajahnya dan hanya menunjukkan rahang dan mulutnya.
Kepala keluarga Hawk Nampak sangat sombong sekarang setelah menjatuhkannya.
“S*alan kau! Berani sekali masuk ke dalam kediamanku. Kau hanyalah menggali kuburanmu sendiri. Mengalahkanku sampai mati, jangan bermimpi!” Marah kepala keluarga Hawk langsung menarik baju musuhnya itu dan mengangkatnya tinggi sampai tidak menyentuh tanah.
Nami tersenyum miris sungguh keberanian yang hebat. Bisakah dia berbicara tidak diikuti dengan muntahan ludahnya. Untung dia mengenakan pelindung wajah. Kalau tidak habis dia,
“Puih!” Nami meludahkan liurnya yang berdarah ke arah pria tua itu, katakan padanya siapa yang senang diludahi.
Kepala keluarga Hawk tanpa menoleransi kemarahannya segera membenturkan Nami ke tembok. Dia tak hentinya mengumpat karena ludah orang itu mendarat ke wajahnya.
“Tuanku, apinya sudah melahap yang lainnya, dan itu sudah mengarah ke arah kita!” Seru selirnya yang sudah tak berdaya di lantai.
“Tidak! Hei kau bodoh! Jika kau sayangnya nyawamu bukalah rune yang kau buat sebelum aku menyeretmu mati bersamaku!” Panik pria tua itu sambil menunjuk-nunjuk marah ke arah Nami.
Di sisi lain Nami yang di benturkan secara paksa ke dinding ruangan ini merasakan sakit dipunggungnya.
Lalu orang itu malah berkata sesuatu yang membuatnya mengernyitkan tidak suka.
__ADS_1
Nami mengangkat tubuhnya yang terjatuh, dan tak lupa meregangkan tubuhnya yang sakit. Dia memberi tatapan cemooh. “Kentut tua, membebaskanmu? Apakah aku semurah itu?”
SWOSH!
“Kau! Uhuk!” Batuk pria tua itu memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya membentur lantai semakin parah seolah gravitasi bumi mengalami peningkatan tekanan.
Nami tampak menakutkan kali ini aura yang sebelumnya dia tunjukkan di sekolah beberapa waktu lalu terjadi lagi sekarang.
Aura miliknya tidak sebanding dengan milik pak tua itu.
Kepala keluarga Hawk merasakan sakit dalam hatinya, dia benar-benar mencari masalah kepada orang ini. Dia sangat menakutkan.
Seolah dia bertemu dengan seorang yang siap mencabut nyawanya kapan saja dengan mudah.
“Tu—tuan apakah aku telah menyinggungmu sebelumnya sehingga kau menyerang kediamanku?” Lemah pria tua itu mengubah sikapnya 180 derajat dari sebelumnya, dan juga raut wajahnya begitu pucat seolah pembuluh darahnya kapan saja pecah. Jika tuan yang berdiri di hadapannya tidak memutuskan auranya.
Sedangkan selirnya sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri, dan lebih parahnya kehilangan nyawa hanya karena aura menekan itu.
“Apakah kau melupakan anakmu yang bernama Kenta? Kau telah menyakiti muridku hanya karena dia ingin melindungi gurunya yang dirugikan dan sekarang kau berpikir tidak memiliki kesalahan? Apakah kau bercanda!” Senyum Nami dengan tatapan dewa kematiannya semakin menakutkan melebihi dari sebelumnya.
“Anak s*al itu! Uhuk!” Umpat pria tua itu memikirkan anak tidak berbakti itu.
Brak!
Nami mengeluarkan elemen udaranya segera menyerang pria tua itu karena seenaknya menghina muridnya.
Dia pun melemparkannya ke tembok sama hal yang dilakukan padanya saat itu.
“Kau masih berani mengumpat seperti sebelumnya? Sungguh keberanian. Apakah pesan peringatanku sebelumnya pada anak lumpuhmu tidak menyadarkanmu bahwa aku dengan mudah mampu melenyapkan seluruh keluargamu, bahkan menghilangkannya dari sejarah bahwa keluarga Hawk yang telah berdiri ribuan tahun takluk oleh seorang anak kecil?” Ujar Nami menggelegar dan penuh tekanan.
Nami melangkah maju ke arah pria tua itu dan menghilangkan aura miliknya.
Jika tidak dia akan membunuh orang ini dengan mudah, terlebih aura yang digunakannya tidak melebihi 10% miliknya. Dan kepala keluarga Hawk sudah hampir mati. Beritahu Nami bagian mana dia termasuk 5 orang terkuat kerajaan ini?
__ADS_1