Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu

Gadis Penyihir Terkuat Nomor Satu
Part 29 - Melenyapkan Keluarga Hawk 1


__ADS_3

Phoenix sedang berada di dalam kamar asrama tempat tuannya tinggal, 3 makhluk hidup berada pada genggamannya, tuannya berada di kanannya dan di kirinya dua makhluk tidak berguna.


Phoenix menurunkan Nami dengan lembut ke tempat tidurnya. Karena dia khawatir jika melakukan kesalahan, maka itu akan menganggu tidur tuannya. Itu juga cara agar tuannya tidak menghukumnya terlalu cepat.


Sebab sebelumnya dia tak ada pilihan lain selain memukul punggung rapuh tuannya. Walau kenyataannya Nami sangat kuat. Tapi dia tidak bisa menampik pukulan mendadak dan penuh jebakan dari Phoenix.


Setelah menurunkan Nami ke ranjang tidurnya. Dua orang lain yang dia paksa masuk ke dalam tas selempang serba guna tuannya, segera mengeluarkan mereka satu persatu dari tas itu.


Tanpa memikirkan apakah mereka terluka atau mengalami gegar otak, ok, Phoenix tidak peduli. Dan jika mereka terluka, maka saingannya dalam merebut kasih sayang tuannya berkurang.


“Bangunlah Bodoh!” Panggil Phoenix mengguncang tubuh mereka menggunakan kakinya, dia adalah seekor binatang roh mitologi penuh dengan kebanggaan dan paling disegani merasa yang dilakukannya ialah benar, dan mereka harus merasa terhormat menerima ulurannya dalam membangunkan mereka.


Phoenix telah menyembuhkan mereka menggunakan api abadinya sehingga luka dan rasa sakit mereka menghilang. Jadi sekarang dua makhluk kurang belaian itu sedang tertidur lelap.


Kenta dan Vermillion saling bergiliran dibangunkan oleh Phoenix. Kentalah yang bangun duluan. Saat pertama kali dia membuka matanya.


Kenta melihat seseorang yang sedang membangunkannya menggunakan kaki. Tunggu kaki? Apakah dia ingin menginjak perutnya.


Bug!


Kenta jatuh dari tempat tidur, setelah menghindari injakan sosok yang pernah di lihatnya itu. Kalau tidak salah dia adalah penggemar berat gurunya sama seperti dirinya.


“Ka--kau? Lalu di mana Guru?” Kenta melirik sekitar mencari keberadaan tuannya, Nami terlihat tertidur nyenyak dengan gaya terlentang sambil menggaruk perutnya.


Dia sangat kaget saat melihat perut tuannya terekspos, itu putih dan mulus, jauh terlihat dari kulit luarnya yang using, atau disengaja, membuat wajahnya memerah dan ia berpaling gugup.


Phoenix yang melihat wajah malu-malu Kenta membuatnya tahu apa yang dipikirkannya.


Segera dia berlari dan menggulung tuanya dalam selimut tak lupa dia memberi tali agar tidak membuat orang lain ngiler.


HEI ANAK MUDA! TUBUH SEXY TUANKU, HANYA AKU YANG BISA LIHAT! Marah Phoenix dalam hati sambil memberi tatapan melotot ke arah Kenta.


Kenta yang mengerti ekspresi Phoenix terdiam. Tak lama setelah itu, Vermillion bangun dari mimpinya. Hal pertama yang disebutkannya adalah….


“Mama!” Jerit Vermillion mencari keberadaan Nami.

__ADS_1


Vermillion ingin bertemu induknya. Dan melaporkan bahwa dia terluka tadi.


Tapi kenapa induknya tidak ada? Ke mana dia? Apakah dia ditinggalkan sendiri? Vermillion pun menangis sekencang-kencangnya.


Membuat Nami yang tertidur lelap terganggu dengan tangisannya. Phoenix menjatuhkan rahangnya, burung bodoh ini!


Apakah dia sengaja menyusahkannya sampai sejauh ini? Phoenix benar-benar ingin membunuh burung bodoh ini, untung dia masih anak-anak.


Nami membuka matanya hal pertama yang dia lihat yaitu langit-langit kamarnya.


Mengapa dia bisa berada di sini? Perasaan dia sedikit lagi membalaskan rasa sakit dari dua makhluk yang ingin dijagannya.


Nami yang merasa badanya kaku ingin melakukan peregangan badan. Dia berusaha bangun dari tidurnya. Tapi apa yang terjadi? Tubuhnya dibungkus seperti sushi.


“Apa maksudnya ini?” Kepala Nami terasa sakit apalagi lehernya, dan dia diperlakukan seperti ini.


“Burung bodoh jelaskan padaku. Apa maksudmu melakukan ini?” Geram Nami sambil menggertakan giginya, menahan amarah.


Phoenix benar-benar ingin mencekik burung kecil itu sampai mati. Dan dia sepenuhnya tertangkap basah.


Nami yang mendengar penjelasan bodoh Phoenix. Apakah kau pikir aku bodoh? Mengapa kau harus menggulungku dari pada menyumbat telingaku.


Dia benar-benar harus menanyakan di mana letak kata ahli strategi dari binatang roh mitologi ini?!


SWOSH!


Nami mengeluarkan elemen api di sekitar tubuhnya dan membakar habis selimut yang menguncinya.


Kecuali pakaian yang melekat pada dirinya. Kemudian dia melayangkan tatapan layaknya dewa kematian, “Jelaskan yang sebenarnya!”


Phoenix yang melihat tuannya bertingkah seperti itu membuatnya gemetar, dan segera dia menghujankan ribuan belati menusuk ke arah Vermillion melalui tatapannya, “S*al! Ini salahmu burung bodoh!”


Vermillion yang sadar bahwa dia menjadi target segera bersembunyi di belakang Nami mencari perlindungan yang berarti.


Nami nampak terkejut bahwa burung kecilnya baik-baik saja. Tentu saja itu membuatnya senang, segera menarik Vermillion yang bersembunyi di belakangnya dan memeluknya erat.

__ADS_1


“Oh sayangku!” Gemas Nami memeluk erat Vermillion yang sudah bertransformasi dari anak ayam menjadi bayi montok yang imut.


Phoenix merasa ingin mengigit seluruh jari tangannya. Dia juga ingin dipeluk mesra tuannya. “Tu—Tuan ini…” Berusaha mengalihkan perhatian Nami dari Vermillion, burung penguasa ini benar-benar cemburu!


Phoenix berhasil mengalihkan perhatian Nami. Ekspresi yang diberikan tuan kepadanya sangat mengerikan.


“Apakah kau pikir bisa menyembunyikan apa pun dariku? Kau sungguh berani rupannya untuk membuatku tidak sadarkan diri.


Aku akan memberimu kesempatan menjelaskannya! Sebelum aku berinisiatif menguliti semua bulumu.” Tanya Nami yang sepenuhnya tahu apa yang terjadi sebelumnya. Bagaimana dia bisa tahu?


Saat Nami pingsan sebelumnya, dia mencium aroma samar familiar berjalan mendekat ke arahnya, dan dia tahu itu Phoenix.


Nami pikir Phoenix ingin marah bersamanya. Tapi dalam kenyataannya dia bertindak sebaliknya. Memukul punggungnya dan membuatnya tidak sadarkan diri.


Kembali lagi pada ekspresi Nami. Dia menunjukkan dua ekspresi berbeda, saat melihat Vermillion ekspresinya melembut. Tetapi saat melihat Phoenix dia seperti dewa kematian.


TUANKU MENGAPA KAU BEGITU TIDAK ADIL! Batin Phoenix ingin menangis, apakah dia harus kembali menjadi anak kecil baru tuannya bisa menyukainya?


Tapi tidak, dia tak mau! Jika dia menjadi anak kecil, siapa yang menjadi pria dewasa berdiri di samping tuannya?


Ok, dia sepenuhnya menolak jika itu pria dewasa lainnya! Membayangkannya saja membuatnya emosi, lihat saja dia akan mematahkan kaki mereka kalau berani!


“Apakah aku menyuruhmu berfantasi yang aneh! Cepat jawab aku!” Dingin Nami sepenuhnya mengerti apa yang dipikirkan binatang roh kontraknya ini, dan dia tak lupa memberi ekspresi jijik.


Phoenix yang ketahuan hanya tersenyum kecut. Kemudian segera menjelaskan apa yang terjadi dan memberi alasan yang masuk akal.


“Uhuk! Tuanku tersayang, bawahanmu ini tidak punya maksud lain. Tapi aku hanya tidak ingin kau semakin menunjukkan dirimu sebenarnya terhadap orang lain. Apakah tuan lupa mengenai peringatan Nyonya Besar yang menyuruh anda menjadi rata-rata dan tidak membuat masalah lagi.” Jelas Phoenix sambil menyeka keringat dingin.


“Tapi dia membuat kerusakan pada orangku!” Elak Nami dengan wajah memerah, saat menyebut neneknya dia akan menjadi gila.


Phoenix menggelengkan kepalanya lemah, “Tuanku sepertinya salah paham.”


“Apa maksudmu?” Bingung Nami dengan ekspesi cemberut.


Phoenix menghela napas dia menoleh ke Arah Kenta, lalu berkata, “Nak! Coba kau jelaskan apa yang menimpamu tadi sehingga kau dan burung bodoh, tidak, anak montok itu terluka.” Titahnya meminta Kenta menjelaskan dan lidahnya terpelintir saat Nami memberinya tatapan menusuk 1000 belati ke arahnya, saat dia menyebut Vermillion sebagai burung bodoh.

__ADS_1


__ADS_2