
Sore ini Susi mendapat kabar gembira plus membahagiakan dari suaminya, lantaran akan tinggal di rumahnya untuk sementara.
"Sayang serius Gerald mau tinggal di rumah kita?" seru Susi namun dengan ekspresi pura-pura tidak suka.
"Iya, sayang. Kau tidak keberatan kan?"
Susi diam untuk beberapa saat agar di kira sedang berpikir mau mengizinkan atau tidak. Padahal dalam hati ia bersorak girang.
"Hanya untuk satu atu dua mingguan saja, sayang. Gerald kukuh ingin mencari kost dan kontrakan dekat project pembangunan. Awalnya dia juga nolak penawaran aku untuk tinggal sementara di rumah kita, tapi setelah aku bilang jika tidak ada kost maupun kontrakan dekat lokasi pembangunan, dia menerima tawaran aku untuk tinggal di rumah kita sementara. Itupun dia masih keras kepala akan mencari kost dan kontrakan meski tidak terlalu dekat dengan lokasi. Jadi aku harap kau mengizinkan dia untuk tinggal di sini untuk beberapa hari."
Arka tampak sedikit memohon dan itu bagus buat Susi.
"Kau yakin memperbolehkan pria lain tinggal di sini meski itu temanmu?" tanya Susi setelah beberapa saat terdiam.
"Iya, karena aku percaya denganmu maupun Gerald. Aku tidak mungkin berpikir yang macam-macam tentang kalian. Lagipula di sini kan ada aku juga."
Susi mengangguk-anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Baguslah jika keu mempercayai aku sepenuhnya, sayang," batin Susi.
"Bagaimana, kau mengizinkan Gerald untuk tinggal di sini kan?"
Arka menatap wajah istrinya serta menggenggam tangan wanita itu dengan penuh harap.
Setelah lama terlihat berpikir, akhirnya Susi mengangguk mengizinkan.
"Iya, sayang. Aku tidak keberatan temanmu tinggal di sini sementara."
"Sungguh?"
Arka sergap membawa tubuh istrinya ke dalam pelukan. Ia senang karena Susi mengizinkan teman nya untuk tinggal di rumah mereka sementara.
Setelah puas memeluk, Arka melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua sisi masing-masing bahu istrinya.
"Terima kasih, sayang. Terima kasih sudah mengizinkan Gerald untuk tinggal sementara di rumah kita. Kasihan Gerald jika harus bolak-balik setiap hari dengan jarak yang tidak dekat dari rumah ke lokasi pembangunan. Lagipula, aku dan dia harus benar-benar kompak bekerja sama karena kami orang yang paling di percayai oleh tuan Herlain. Jadi kami tidak ingin mengecewakan tuan Herlain."
__ADS_1
"Iya, semoga big project nya sukses, ya."
"Iya, sayang. Sekali lagi, terima kasih, ya."
"Sama-sama, sayang. Biar temanmu itu tinggal di sini sampai project nya selesai. Dia tidak perlu mencari kost maupun kontrakan selama project masih berjalan. Aku sama sekali tidak keberatan."
Arka mengangguk setuju. "Iya, nanti aku sampaikan padanya jika dia tidak keras kepala."
Susi tersenyum tipis.
"Kalau begitu aku mau kabari Gerald dulu, ya. Kasih tahu ke dia jika kau mengizinkannya untuk tinggal di sini."
"Iya, sayang."
Arka bergegas keluar kamar untuk memberi kabar baik itu pada Gerald melalui saluran telepon.
Sementara Susi menghirup udara banyak-banyak dan membuang napas nya secara perlahan. Layaknya menemukan oasis di tengah gurun pasir, seperti itulah gambaran kebahagiaan nya saat ini.
__ADS_1
"Maaf ya, sayang. Penyakit lamaku belum juga sembuh. Aku selalu tertarik dengan orang baru yang membuat aku penasaran. Aku berusaha menghilangkan hal itu setelah menikah denganmu, hanya saja ternyata aku belum bisa menghilangkan kebiasaan lamaku itu." ucap Susi di akhiri dengan senyuman.
_Bersambung_