GAIRAH ISTRI TEMANKU

GAIRAH ISTRI TEMANKU
Kejutan


__ADS_3

Susi baru saja ingat sesuatu. Ia bergegas pergi menuju mesin cuci yang terletak di outdoor bagian belakang rumah dekat taman. Ia mengambil sesuatu dari dalam mesin cuci tersebut. Dan seulas senyum nya terbit.


"Ini dia yang aku cari," ujar wanita itu seraya mengangkat baju kotor milik Gerald.


"Bajunya ketinggalan di sini, aku yakin dia pasti akan balik lagi ke sini."


Susi mengembangkan senyum lebar. Apalagi saat ia melihat celana dallam milik pria itu. Ia mengangkatnya ke udara dan ia terkejut dengan ukuran nya yang lebih besar dari ukuran miliki suaminya.


"Woww .. Ternyata memang big size."


Susi menelan ludahnya mentah-mentah. Apalagi pikirannya kembali pada ingatan saat ia melihat tonjolan besar di balik celana tersebut. Entah kenapa, ia semakin penasaran dan tertarik dengan pria itu.


Mendengar suara pintu depan yang terbuka membuat Susi buru-buru menaruh kembali pakaian kotor milik Gerald. Ia yakin jika yang datang adalah sosok pria yang ia yakini akan kembali. Ia bergegas menghampiri ke ruangan depan.


"Suprise ..." ucap Arka dengan membawa kue tar yang terdapat lilin dengan angka dua puluh empat di atasnya.


Iris mata Susi melebar. Tangannya seketika menutupi mulutnya yang menganga akibat terkejut. Ternyata yang datang adalah suaminya dan memberikan sebuah kejutan berupa kue ulang tahun.

__ADS_1


"Oh my god, baby. Aku bahkan lupa jika ini hari ulang tahunku," ujar wanita itu masih tidak percaya jika suaminya akan memberi kejutan di hari ulang tahun nya yang pertama setelah menikah.


"Kau bahkan lupa jika hari ini hari mensiversary pernikahan kita yang ke empat bulan, sayang."


Susi mengusap wajahnya. Ia benar-benar tidak ingat tanggal-tanggal penting tersebut.


"Sayang, aku minta maaf, ya. Aku benar-benar tidak ingat," ucap Susi seraya menelungkupkan kedua tangannya di dada.


"Iya, tidak apa-apa. Sekarang, tiup dulu lilinnya. Tapi sebelum itu, berdoa dulu. Apa yang kau harapkan kedepannya untuk dirimu dan pernikahan kita."


"Maaf ya, sayang. Jika aku menyematkan nama Gerald di do' aku," ucap Susi dalam hati dengan menatap suaminya sekilas.


Susi membuka matanya usai berdoa. Kemudian meniup lilin angka dua puluh empat yang melambangkan usianya.


"Huhh..." Api lilin nya pun padam.


Susi menghambur ke dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Happy birthday ya, sayang. Selamat untuk pernikahan kita yang ke empat bulan juga. Semoga kita akan terus bersama," ucap Arka di akhiri dengan kecupan di pangkal rambut istrinya.


"Iya, sayang. Semoga kita bisa melewati masalah yang datang pada rumah tangga kita. Dan semoga kau menjadi suami pemaaf yang mampu memaafkan kesalahan istrinya, apapun itu."


Seketika Arka merasa ada yang aneh dengan ucapan Susi. Ia melepaskan pelukannya perlahan dan menatap wajah wanita itu.


"Maksudnya apa, sayang? Kenapa kau bicara seperti itu?"


"Iya kan kita tidak pernah tahu bagaimana hidup kita kedepannya. Yang namanya manusia pasti akan melakukan kesalahan baik itu di sengaja atau tidak. Aku hanya mewanti-wanti dari sekarang, jika suatu hari aku melakukan kesalahan, aku harap kau bisa memaafkan. Apa ada yang salah dari perkataanku?"


Arka terdiam untuk beberapa saat sebelum kemudian dia mengangguk.


"Iya, sayang. Kau benar. Kau juga harus jadi istri pemaaf jika aku melakukan sebuah kesalahan baik di sengaja atau tidak."


"Itu pasti," jawab Susi lalu kembali memeluk suaminya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2