GAIRAH ISTRI TEMANKU

GAIRAH ISTRI TEMANKU
Usaha Menaklukkan


__ADS_3

Dua hari berikutnya, Kunal memberi kabar melalui telepon jika bahan untuk pembangunan masih kurang sekitar dua puluh persenan lagi. Dan untuk jumlah orang yang akan bekerja masih kurang lima belas orang lagi. Akan tetapi Kunal akan secepatnya mencari lima belas orang tersebut. Dan Arka akan mentransfer uang untuk bahan pembangunan nya.


"Masih sisa berapa uangnya, Ka?" tanya Gerald saat mereka tengah duduk di sofa ruang televisi dengan masing-masing menghadap layar laptop.


"Masih sisa tiga puluh persen dari total yang tuan Herlain berikan, Rald. Tapi sepertinya kita harus minta dana lagi untuk jaga-jaga jika ada sesuatu yang kurang. Selain itu, kita juga harus bayar para pekerjanya."


"Kira-kira kita minta dana berapa lagi, Ka?"


"Minta lima puluh persen dulu dari jumlah total kemarin. Kalau masih kurang tinggal minta transfer lagi, yang terpenting big project ini selesai dalam waktu tiga bulan ini."


Gerald mengangguk setuju.


"Sepertinya lusa harus sudah mulai di kerjakan, Ka. Kalaupun Kunal belum menemukan lima belas orang itu, pembangunan harus segera di lakukan. Kita punya tiga puluh lima orang pekerja, sisanya nanti bisa di cari lagi tanpa menunda waktu pembangunan." saran Gerald.


"Iya, Rald. Kau benar. Nanti kita hubungi Kunal untuk mulai pembangunan lusa."


"Jangan lupa beri tahu tuan Herlain juga terkait masalah ini."


"Aku rasa tidak perlu, Rald. Kita mau mulai pembangunan nya minggu depan pun tuan Herlain tidak perduli. Dia hanya minta dalam waktu tiga bulan dari sekarang semua harus selesai sesuai dengan permintaan klien."

__ADS_1


"Ya sudah, untuk masalah itu terserah kau. Aku ikut bagaimana baiknya saja."


Gerald dan Arka kembali fokus pada layar laptop. Sesekali mereka menyeruput kopi late yang sebelumnya Susi buatkan.


Bicara tentang Susi, wanita itu kini sedang berdiri di balik tembok memperhatikan kedua pria yang tengah akur. Ia membayangkan andai bisa punya dua suami. Pasti hidupnya akan sangat bahagia sekali karena di kelilingi oleh dua pria tampan.


Tapi untuk suami, sepertinya ia cukup satu saja yaitu Arka. Ia tidak ada keinginan untuk menjadikan Gerald sebagai suami. Ia hanya penasaran saja dan ingin mencicipi pria itu. Jika enak, maka ia akan ketagihan.


Ia tidak sengaja menyenggol sesuatu di atas laci yang terdapat di samping tempat berdirinya. Hal itu membuat Arka dan juga Gerald berpaling dari layar laptop lantaran terkejut begitu mendengar benda jatuh.


Begitu di lihat, ternyata Susi. Wanita itu memperlihatkan sederet gigi putihnya.


"Hehe ... Aku .. Aku barusan mau mengmabil sesuatu di laci ini, sayang."


"Owh, hati-hati. Nanti guci nya jatuh terus melukai kakimu."


"I-iya, sayang."


Susi lekas mengambil barang tersebut dan meletakkan nya kembali di tempat semula. Kemudian menghampiri suaminya dan duduk di kursi panjang di samping Arka, dan juga di samping Gerald yang duduk di kursi single. Melihat cangkir kopi Gerald sudah tandas, ia berusaha menawarinya kembali.

__ADS_1


"Mau aku buatkan kopi lagi?"


Arka dan Gerald sontak melihat ke masing-masing cangkirnya. Arka merasa kopinya masih tersisa setengah, itu artinya istrinya menawari Gerald.


"Iya, Rald. Mau kopi lagi?" tambah Arka.


Gerald menggeleng sebagai tanda penolakan. "Tidak, terima kasih. Ini sudah cukup."


"Jangan sungkan, jika mau minta saja pada istriku. Dia pasti akan membuatkannya."


"Iya, jangan sungkan-sungkan. Mau lagi?"


"Tidak, terima kasih," tolak Gerald lagi.


"Owh, ya sudah kalau begitu."


Susi mengikuti arah pandang suaminya ke layar laptop. Ia sengaja sedikit membungkukkan badanya agar buah dadanya menyembul keluar dari pakaian terbukanya. Ia berharap Gerald melihatnya dan dengan itu muncul sebuah keinginan yang sama dengannya.


Namun sudah lama badannya ia bungkukan sampai pinggangnya tetasa sedikit pegal. Gerald tidak juga meliriknya. Pria itu tetap fokus pada layar laptop. Itu yang membuatnya sedikit kesal. Susah sekali menaklukkan pria itu. Tapi itu tidak juga membuatnya menyerah, pasti akan ada satu waktu dimana Gerald akan tergiur akan rayuan serta godaannya.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2