
"Aku ingin bicara jujur denganmu, Ka. Aku tidak ingin ada hal lain lagi yang ku sembunyikan darimu."
Seketika Arka kembali menoleh. Ia menatap Gerald dengan sejuta pertanyaan serta rasa penasaran yang tinggi. Apa yang mau Gerald sampaikan padanya.
"Apa?" Arka sudah tidak sabar mendengar sebuah kejujuran apa dari Gerald.
"Sebenernya aku sudah merasa tidak nyaman dengan istrimu sejak pertama kali aku datang ke rumahmu. Saat kau pergi untuk memberi kejutan pada istrimu, pagi itu dia mengajak aku sarapan. Dia menemani aku di meja makan. Aku tentunya tidak enak karena posisinya kau sedang tidak ada di sana. Tapi aku mencoba untuk tetap berpikir positif. Tapi, di tengah-tengah aku sarapan, dia mengajakku mengobrol. Dia menanyakan aku sudah pasangan atau belum. Dan aku menjawab aku tidak punya pacar. Awalnya obrolan kami terkesan biasa, tapi lama-lama dia membawa aku ke obrolan yang menurut aku tidak wajar."
"Obrolan tidak wajar bagaimana maksudnya?" tanya Arka, ia mulai tertarik dengan kejujuran Gerald.
"Dia sampai menanyakan bagaimana cara aku melampiaskan sesuatu sebagai seorang pria yang kerap kali menginginkan sesuatu yang pria lainnya lakukan dengan pasangan nya," jawab Gerald.
"Serius dia bicara seperti itu?"
"Untuk apa aku mengada-ngada, Ka. Oleh karena itu aku memutuskan untuk pergi dari sana karena aku memang harus segera memperbaiki mobilku."
Arka menghembuskan napas pelan. Ternyata Susi tertarik dengan Gerald saat pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
"Ada lagi?" tanya Arka ingin mendengar semua yang telah terjadi yang tidak ia ketahui.
"Iya, Ka. Malamnya, aku mendapat pesan misterius dari seseorang. Dia mengirimkan pesan menanyakan aku sudah sampai rumah atau belum. Karena penasaran, aku bertanya dia ini siapa. Tapi dia tidak mengatakan dia siapa. Dikumemintaku untuk menebak siapa dirinya. Seketika aku berpikir jika pengirim chat itu adalah Susi, istrimu. Sebab tidak ada orang lagi yang berinteraksi denganku hari itu selain dia."
"Merasa ada yang aneh dari istrimu, aku menolak penawaran darimu ketika kau memintaku untuk tinggal sementara di rumahmu. Tapi kau tetap bersikeras memintaku untuk tinggal di sana. Aku jadi tidak enak, oleh karena itu aku berusaha menghargai tawaranmu untuk tinggal di sana," imbuh Gerald.
"Itu kenapa aku memilih untuk menunggumu di luar rumah ketika aku datang ke rumahmu dan kau sedang tidak ada. Istrimu sudah mengajakku untuk masuk, tapi aku menolak. Aku tidak mau berduaan di rumah dengan wanita apalagi itu istri temanku sendiri, sementara posisinya kau sedang tidak ada."
"Malamnya, kita makan malam bersama dan kau masih ingat saat aku tiba-tiba tersedak dan memutuskan untuk pergi ke kamar?"
Arka mengangguk. "Iya, aku ingat. Apa perutmu sakit itu bukan alasan yang sebenarnya?"
Arka mengusap wajahnya di sertai dengan hembusan napas terdengar sedikit kasar.
"Kenapa kau tidak bilang saat itu juga, Rald? Kenapa kau justru malah menutupi hal ini?!" seru Arka.
"Tenang, Ka. Kau jangan salah paham dulu. Aku menutupi semua ini bukan bermaksud apapun. Aku hanya berusaha menjaga keutuhan rumah tanggamu. Itu saja."
__ADS_1
"Iya, Rald. Setidaknya kau jujur saat itu juga. Agar aku tidak membuang waktu menjalani rumah tangga yang toxic ini."
"Aku minta maaf, Ka. Kau harus dengar dulu semua yang ingin aku bicarakan padamu."
Arka menghela napas dalam-dalam. Ia betul-betul tidak tahu semua ini.
"Setelah itu dia datang ke kamar untuk mengantar makanan yang baru atas perintah darimu. Aku coba untuk peringatkan dia agar tidak mengulangi hal itu. Aku berniat untuk pergi dari rumahmu malam itu juga, tapi dia mengatakan sesuatu yang membuat aku mengurung kan niat untuk pergi dari sana."
"Apa?"
"Jika aku pergi, maka aku akan mengecewakan dirimu. Sama saja aku tidak menghargai kebaikanmu untuk tinggal di rumahmu. Setelah itu, sebelum dia pergi, dia membisikan sesuatu yang membuat aku merasa jijik padanya. Maaf, Ka."
"Membisikan apa?"
"Aku meninggalkan pakaian basah yang aku pakai saat pertama kali aku datang ke rumahmu. Susi mengatakan jika dia mencuci pakaian aku itu. Dan yang membuat aku bergidik, dia mengatakan memainkan celana dallam ku hingga dia tergiur dengan ukuran cd ku yang big size."
Rasanya Arka sudah benar-benar tidak sanggup mendengar kejujuran Gerald, tentang apa saja yang terjadi di antara mereka yang tidak ia ketahui.
__ADS_1
_Bersambung_