GAIRAH ISTRI TEMANKU

GAIRAH ISTRI TEMANKU
Meluruskan Kesalahpahaman


__ADS_3

Arka menunduk dengan kedua siku yang menumpu di atas lutut untuk menutupi wajahnya. Jujur, ia sangat malu atas perbuatan Susi pada Gerald. Ia merasa sangat boddoh jadi suami, tidak tahu apapun tentang apa yang di lakukan oleh istrinya selama ini.


Seketika ia teringat kalimat Susi saat ia mencoba untuk memergokinya. Susi mengatakan sesuatu yang membuat ia kini merasa penasaran. Ia harus menanyakan kebenarannya pada Gerald agar ia tidak sampai berpikiran yang tidak-tidak.


"Rald .." panggil Arka seraya mendongakan kepalanya menatap pria yang masih duduk di sana dengannya.


"Iya, Ka. Kenapa?"


Arka merasa sedikit ragu, ia juga sebenarnya sudah tidak ingin mendengar apa yang di lakukan oleh Susi yang lebih jauh dari pada Gerald. Tapi jika tidak ia tanyakan, ia akan di buat mati penasaran.


"Sebenarnya di antara kau dengan Susi, apa sudah terjadi sesuatu yang lebih jauh yang tidak aku ketahui?"


Gerald mengusap wajahnya. "Astaghfirullah, Ka. Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?"


"Aku hanya bertanya, Rald. Kau cukup jawab iya atau tidak."


"Ka, kau tidak percaya padaku, hm?"


"Jawab saja, Rald. Apa kau pernah sampai melayani keinginan Susi?"


"Ka! Aku tidak seperti itu, Ka. Kenapa kau jadi menuduhku seperti itu?" seru Gerald tidak terima.


"Aku tidak menuduh, Rald. Dari semua cerita yang kau bicarakan barusan, apa kau tidak pernah sedikitpun tergoda oleh Susi? Sejauh yang aku dengar, Susi berusaha menggoda mu. Memberi sentuhan dan yang lain."


"Ka! Kita sudah berteman sejak lama, Ka. Aku sangat berterima kasih padamu karena kau berpihak padaku. Kau percaya jika aku tidak mungkin melakukan hal itu dengan istrimu. Kenapa sekarang kau malah ragu dan mencurigai aku?"

__ADS_1


"Aku dengar Susi memintamu untuk melakukan sesuatu seperti di malam itu saat aku berusaha memergoki kalian. Tolong jelaskan apa di maksud telah melakukan sesuatu malam itu?"


Gerald menghela napas panjang. Arka pasti sudah salah paham. Dengan apa yang sudah ia ceritakan tadi membuat dia berpikir jika telah terjadi sesuatu antara ia dengan Susi.


"Ka, inilah alasan kenapa paginya aku memutuskan untuk pergi dari rumahmu."


"Karena benar telah terjadi sesuatu di antara kalian?"


"Ka! Dengarkan aku dulu!" seru Gerald.


"Jangan berkelit, Rald. Tolong jelaskan sekarang juga agar aku tidak berpikir yang tidak-tidak terhadapmu."


"Okay. Fine. Aku akan menjelaskan padamu tapi kau harus tenang, Ka. Kau harus dengarkan tanpa memotong kalimat penjelasan ku. Okay!?"


Arka mengangguk setuju.


"Malam sebelum paginya aku memutuskan untuk pergi dari rumahmu, kau ingat aku pernah berteriak-teriak memanggil namamu?"


"Iya. Dan aku yakin itu pasti bukan karena ular kan?"


"Iya. Ular itu hanya alasan belaka. Yang sebenarnya terjadi adalah, istrimu sudah kurang ajar terhadapku. Dia berusaha menggodaku karena malam itu kau sudah tidur. Dia mengajakku untuk berhubungan seperti yang barusan kau pikirkan."


"Dan terjadi?" tanya Arka.


"Ka! Tolong jangan potong kalimat ku. Aku sedang berusaha menjelaskan padamu yang sebenarnya."

__ADS_1


Lama-lama Gerald merasa kesal juga.


"Baiklah, lanjut saja, Rald."


"Ok. Aku tentu saja menolak permintaan istrimu. Aku tidak ingin merusak pertemanan kita hanya karena hal itu. Lagipula kau pun tahu sendiri jika aku bukan pria yang seperti itu. Dan dengan sengaja dia membuka pakaian nya di depan mataku, melempar pakaian itu ke wajahku. Dan dengan kurang ajarnya menempelkan tangannya di dadanya. Yang lebih parahnya lagi, dia menyentuh bagian penting anggota tubuhku."


Jika mengingat hal itu, Gerald kembali kesal. Ia merasa di lecehkan malam itu.


"Lalu, kau menikmatinya?"


"Astaghfirullah, Ka! Itu kenapa aku teriak-teriak memanggil namamu. Malam itu tubuhku sangat kaku. Aku bersyukur masih bisa teriak memanggil namamu dan kau pun datang. Kau telah menyelamatkan aku dari rumah tanggamu sendiri. Sekarang terserah kau saja, Ka. Kau masih mau percaya atau tidak denganku."


Gerald bangkit dari duduknya berniat beranjak dari sana. Tapi segera Arka cegah. Arka memeluk tubuh Gerald cukup erat.


"Rald. Aku minta maaf, aku minta maaf karena sudah berpikir yang tidak-tidak terhadapmu. Aku sangat berterima kasih padamu, berkat kau, aku bisa terlepas dari rumah tangga toxic ini. Jika pria lain, mungkin dia sudah tergoda dan melayani istriku tanpa sepengetahuan aku. Tapi aku salut padamu, meskipun Susi berusaha menggoda, kau tetap bisa menghindar demi menjaga keutuhan rumah tanggaku. Terima kasih, Rald."


Gerald melepaskan pelukannya pelan.


"Iya, Ka. Sama-sama. Semoga kau mendapat wanita yang lebih baik lagi dari dia."


"Iya, Rald. Semoga kau juga bisa segera mendapat pasangan yang baik."


"Aamiin."


Seketika Gerald teringat akan Wina. Mungkin sudah saatnya ia memperjuangkan wanita itu.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2