GAIRAH ISTRI TEMANKU

GAIRAH ISTRI TEMANKU
Keputusan Bulat


__ADS_3

Pagi ini Arka, Susi, dan juga Gerald tengah sarapan. Di akhir sarapan, Gerald mengatakan sesuatu yang membuat Arka sontak terkejut.


"Kenapa tiba-tiba mau pindah, Rald?" tanya Arka merasa ada yang aneh.


Mendengar Gerald mau pindah dan keluar dari rumahnya membuat Susi sedikit panik, ia khawatir Gerald akan mengatakan yang sebenarnya.


"Tidak tiba-tiba juga, Ka. Aku kan sudah bilang jika aku sudah dapat kost atau kontrakan, aku mau pindah aja."


Susi menghela napas lega, ternyata Gerald tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Memangnya sudah dapat kost atau kontrakan nya?"


Gerald terdiam untuk beberapa saat. Ia bingung harus berkata jujur atau bohong. Jika ia katakan sudah dapat kontrakan untuk tempat tinggal sementara project berjalan, ia khawatir Arka ingin ikut ke kontrakan nya. Tapi jika ia katakan belum, Arka pasti akan terus menahannya untuk tinggal di rumah tersebut.


Mengingat Susi yang sudah sangat keterlaluan dan melewati batas wajar, keputusan Gerald untuk pergi dari rumah Arka sudah bulat.


"Rald."


"Hm, iya Ka?"


"Sudah ada kost atau kontrakan nya?" ulang pria itu.


"Sudah, Ka. Sudah." jawab Gerald akhirnya terpaksa untuk bohong.

__ADS_1


"Dimana?"


"Ada, tidak jauh juga dari sini. Sekitar tiga puluh menitan dari kontrakan menuju lokasi pembangunan."


Arka menganguk-anggukan kepalanya. Ia senang jika Gerald sudah menemukan tempat tinggal sementara.


"Pagi ini juga mau ke sana?"


"Iya, Ka. Rencananya sih sekarang."


"Oh, kalau begitu aku boleh ikut?"


Apa yang di takutkan Gerald benar juga. Arka pasti ingin ikut untuk memastikan apa ia beneran sudah dapat tempat tinggal sementara itu atau tidak.


"Iya, Rald. Tidak apa-apa," jawab Arka.


Gerald menghela napas lega. Akhirnya ia bisa mengambil keputusan untuk keluar dari rumah Arka. Ia bisa terhindar dari seekor ular yang setiap saat datang menghantui dan ingin memangsa nya.


Gerald membawa koper miliknya, Arka dan Susi mengantarnya sampai depan rumah.


"Sekali lagi terima kasih ya, Ka. Sudah memberi aku tumpangan tidur dan makan," ucap Gerald.


"Iya, Rald. Sama-sama."

__ADS_1


"Kalau begitu, aku permisi," pamit pria itu.


"Hati-hati, Rald."


"Iya, Ka."


Sebelum langkahnya benar-benar pergi, Gerald melirik wanita yang berdiri di samping Arka. Wanita itu tampak kesal karena ia memutuskan untuk pergi dari sana. Sementara ia bisa menghirup udara bebas. Layaknya seorang narapidana yang baru saja di bebaskan.


Gerald memasukan kopernya ke dalam bagasi mobil. Sebelum kemudian ia berjalan mobil dan masuk ke bagian jok kemudi.


Arka melambaikan tangan nya seiring mobil Gerald pergi meninggalkan pelataran rumah.


Sementara Susi langsung melipir masuk ke dalam.


"Aargghh .. Kenapa dia harus pergi, sih?"


Susi tampak marah-marah di kamarnya. Rasa penasaran nya belum juga tertuntaskan. Tapi mangsanya sudah kabur.


"Aku tidak akan pernah menyerah sampai rasa penasaranku benar-benar terbayarkan."


_Bersambung_


Jangan lupa like, komen, follow akun author dan juga tambahkan ke rak favorit dengan tekan love di bawah. Follow akun media sosial instagram juga @wind.rahma untuk melihat visual Gerald nanti di upload. Nanti kalian akan terGerald-Gerald. Visual Arka, Susi dan Wina nanti menyusul ya.

__ADS_1


__ADS_2