
Setelah pertemuan kembali hari itu, Gerald mulai menjalankan aksinya untuk mendekati Wina. Sebab saat di mobil dalam perjalanan mengantarkan wanita itu, Wina bercerita jika pria yang dia panggil dengan sebutan 'Yang' itu adalah adik sepupunya. Kebetulan saja namanya Yayang.
Pertemuan hari itu juga membawa sebuah kebahagiaan bagi Gerald sekaligus suka bagi Arka. Lantaran wanita yang di bunuh oleh pria usai di perkosa itu adalah Susi.
Dua minggu setelah kejadian di jembatan, Arka mendapat kabar dari Gerald, Wina memberi tahu jika adik sepupunya cerita pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan sekaligus pelaku pemerkosaan korban yang di buang ke sungai. Yayang menjadi saksi lantaran melihat pelaku saat membuang jasad korban. Sehingga dia tahu siapa korban dan pelaku tersebut.
Pelakunya bernama Hemy, kurir yang mengantar paket ke rumahnya waktu itu. Arka tidak menyangka jika pria itu berani melakukan hal sekeji itu. Dan kronologis yang di ceritakan oleh Hemy, Susi sempat marah-marah padanya lantaran dia sudah membocorkan masalalunya pada Arka. Susi juga sempat mengancam Hemy yang membuat pria itu nekad melakukan sesuatu di luar kesadarannya.
Sejak saat itu Gerald semakin dekat dengan Wina. Pria itu selalu menerima informasi tentang pelaku pembunuhan Susi yang akan ja sampaikan pada Arka. Hingga pada masanya ia berhasil meluluhkan Wina lalu memutuskan untuk menikah. Ia masih tidak menyangka jika pada akhirnya Wina akan menjadi miliknya dan Tuhan menjodohkan ia dengan wanita itu.
***
Satu tahun telah berlalu. Seorang pria dengan pakaian serba hitam dan kacamata hitam meletakan buket bunga di atas batu nisan makam bernama Susi. Meski wanita itu sudah membuat ia kecewa, tapi tetap saja masih ada sisa perasaan di hatinya yang tidak bisa di hilangkan begitu saja.
"Semoga kau tenang di alam sana, ya. Aku masih tidak menyangka jika kau akan pergi dengan cara setragis itu. Tapi kau tenang saja, Hemy sudah mendapat balasan yang setimpal atas perbuatan nya."
"Setiap manusia pasti pernah melakukan bagian yang paling buruk dalam hidupnya. Oleh karena itu sekarang aku sudah bisa memaafkan semua kesalahanmu selama kau masih hidup menjadi istriku. Selamat jalan, Susi. Semoga kau tenang di alam sana. Maaf jika aku baru bisa datang ke tempat peristirahatan terakhir mu."
Arka mencium batu nisan makam Susi sebelum kemudian ia beranjak dari sana.
__ADS_1
"Sudah, Ka?" tanya Gerald yang menunggu di samping body mobil parkiran TPU mengantar Arka.
Arka mengangguk. "Sudah."
"Kau harus ikhlas, ya. Aku tahu kau masih begitu mencintai Susi meski dia sudah membuatmu kecewa. Aku yakin, Tuhan sudah menyiapkan wanita yang akan menjadi pendamping mu dan menjadi teman di masa tuamu kelak." tutur Gerald.
"Iya, Rald. Terima kasih, ya."
"Iya, sama-sama."
Dering panggilan masuk mengalihkan perhatian mereka berdua. Telepon berasal dari ponsel milik Gerald, pria itu segera menjawab telepon tersebut.
Tiga detik kemudian ekspresi wajah Gerald berubah tegang.
"Kau mau melahirkan???" ucap Gerald lagi membuat Arka ikut cemas bercampur senang.
"Iya, sayang, iya. Aku pulang sekarang, ya."
Gerald menutup sambungan telepon nya.
__ADS_1
"Ka, istriku mau melahirkan, Ka."
"Alhamdulillaah ... Ayo, Rald. Kita ke sana sekarang."
"Iya, Ka."
Kedua pria itu bergegas masuk ke dalam mobil. Mobil pun dengan cepat melesat dari parkiran TPU tempat peristirahatan Susi.
Setelah hari itu, Gerald menjadi orang paling bahagia sedunia. Memiliki istri yang cantik nan baik, di tambah ia sekarang sudah menjadi ayah bagi putri kecilnya. Sementara Arka masih memutuskan untuk sendiri sampai ia benar-benar mantap mencari wanita yang kelak ia jadikan istri.
TAMAT ..
Huuaaaa😭😭 Tidak terasa kita sudah sampai di penghujung cerita. Terima kasih banyak untuk kalian yang menemani cerita ini sampai selesai. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan awal pasti akan ada akhir.
Jangan lupa untuk follow akun author untuk mendapat notif ketika cerita baru di buat. Untuk mempererat tali silaturahmi rahmi juga. Besok aku bakal update cerita baru yang tidak kalah menarik❣️
See you
Wind Rahma
__ADS_1