GAIRAH ISTRI TEMANKU

GAIRAH ISTRI TEMANKU
Merasa Kagum


__ADS_3

Gerald memarkirkan mobilnya di depan laundry yang tidak jauh dari rumah Arka. Ia berniat mengambil pakaian nya yang dua hari lalu ia taruh di sana. Tiba-tiba saja ia tidak sengaja membuat seseorang hampir terjatuh ketika ia membuka pintu mobil.


"Aawwhh .." seseorang memekik kesakitan lantaran tidak sengaja terkena pintu mobilnya.


Gerald dengan cepat keluar dan menghampiri orang tersebut.


"Maaf, maaf, aku tidak sengaja," ucapnya seraya menyentuh bahu orang itu.


Namun tangannya segera di tepis pelan. Gerald paham kenapa orang itu menepis tangannya. Seseorang itu wanita berhijab dan pastinya tidak sembarang orang apalagi pria bisa menyentuh dirinya.


Gerald menelungkupkan kedua tangannya.


"Aku minta maaf, kau tidak apa-apa? Apa ada yang luka? Perlu ke rumah sakit?"


Wanita itu menggeleng. "Tidak, tidak. Aku tidak apa-apa. Ini hanya sakit kecil. Mungkin nanti sakitnya akan hilang," jawab wanita itu.


"Owh, begitu. Sekali lagi, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak sengaja dan aku sangat ceroboh sekali, membuka pintu tanpa melihat kaca spion."


"Iya, tidak apa-apa."


Sejak tadi wanita itu tidak juga memandang ke arahnya. Dia terlihat menghindar di setiap Gerald berusaha melihat wajahnya. Apa memang karena wanita itu sedang berusaha menjaga pandangannya dari orang yang bukan muhrim nya.


"Kalau begitu, aku permisi," pamit wanita itu.


"Iya," jawab Gerald.


Wanita itu masuk ke dalam laundry tersebut. Gerald memandang punggung wanita itu sampai hilang dari jangkauan matanya. Senyum nya seketika terbit ketika ia tiba-tiba merasa kagum dengan wanita seperti itu.

__ADS_1


Gerald ikut menyusul langkah wanita itu, bukan untuk mengejar. Melainkan untuk mengambil pakaiannya juga.


Di dalam, ia bertemu dengan wanita tadi. Dia baru saja mengambil barang miliknya. Begitu selesai transaksi, wanita itu membalikan badan dan tidak sengaja tatapan mereka bertemu. Namun sedetik kemudian wanita itu menunduk.


"Permisi," ucap wanita itu menyadarkan Gerald yang menghalangi jalan nya.


"Iya, iya, silahkan!"


Gerald memberi jalan untuk wanita itu. Ia kembali memandang kepergian wanita yang membuat ia merasa kagum itu.


"Itu pelanggan di sini, ya?" tanya Gerald pada wanita bertubuh gemuk yang bekerja di laundry tersebut.


"Iya, mas. Mbak Wina pelanggan di sini. Dia akan datang ke sini di setiap hari jum'at untuk mengantarkan pakaian yang mau di cuci, dan akan datang kembali di hari minggu untuk mengambil pakaiannya," terang wanita gemuk itu.


Gerald mengangguk-anggukan kepalanya.


"Iya, mas. Mas mau ambil pakaian juga, ya?"


Gerald mengangguk membenarkan. "Iya."


"Atas nama siapa, mas?"


"Gerald."


"Ah, iya. Tunggu sebentar, ya."


"Iya."

__ADS_1


Wanita gemuk itu pun melipir pergi untuk mengambil barang milik Gerald. Sementara Gerald sendiri memandang ke arah perginya wanita yang ia ketahui bernama Wina.


"Ini, mas."


Gerald sedikit terkejut oleh kembalinya wanita gemuk tadi.


"Eh, iya. Jadi berapa?"


"Lima puluh enam ribu, mas."


"Tunggu sebentar."


Gerald mengeluarkan dompet dari saku saku belakang celana hitamnya. Kemudian memberikan dua lembar uang pecahan lima puluh ribu dan sepuluh ribu.


"Ambil saja kembaliannya."


"Serius, mas?"


"Iya."


"Wah, terima kasih, mas."


"Sama-sama."


Gerald mengambil barang tersebut dari tangan wanita gemuk barusan. Kemudian beranjak pergi dari sana.


"Jum'at dan Minggu." Gerald merapalkan kata tersebut sambil berjalan ke arah mobilnya.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2