
"Ayolah, Gerald. Kita lakukan untuk sekali ini saja, bagaimana? Kalaupun kau ketagihan, kita bisa melakukannya lagi."
Sialan. Itulah gambaran yang tepat bagi Gerald untuk merutuki dirinya sendiri. Entah kenapa sulit sekali bagi dirinya untuk pergi dari sana.
Dan dengan kurang ajarnya, Susi meraih tangannya dan dia letakan di bagian gunung kembarnya itu. Dan yang lebih parahnya lagi, dengan lancang nya dia menyentuh bagian pusaka miliknya yang tanpa ia sadari kini sudah bangun dan sedikit mengeras.
"ARKAAA... !!!" teriak Gerald membuat Susi kini tampak panik.
"Syuttt .. Jangan teriak-teriak, Gerald. Nanti Arka akan bangun."
"ARKAAAAA .... "
Gerald merasa sangat lega ketika ia bisa melakukan sesuatu dengan memanggil nama temannya. Ia berharap Arka akan segera datang dan menyelamatkan dirinya dari ular betina yang hendak memangsa dirinya.
Kelopak mata Arka mulai bergerak dan perlahan terbuka begitu ia mendengar suara teriakan yang memanggil namanya.
"ARKAAAAA .... "
Arka sontak terbangun begitu suara teriakan itu semakin jelas terdengar.
"Itu suara Gerald," ucap Arka panik.
Ia menoleh ke sisi samping tempat tidurnya. Ia tidak mendapati istrinya di sana.
"Susi? Kemana dia?" gumamnya.
Perasaan Arka kini berubah tidak enak. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Gerald maupun istrinya. Ia bergegas bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi keluar kamar.
"Gerald, syuutttt ... Jangan teriak-teriak nanti Arka bangun!" Susi tampak sedikit ketakutan.
__ADS_1
"Kaaaa ...."
Sedari tadi Gerald tidak juga berhenti berteriak memanggil-manggil nama suaminya. Sebelum pria itu terbangun dan menghampiri, ia harus segera pakai kembali pakaiannya.
Susi memungut kembali pakaian yang tergeletak di bawah dekat kaki Gerald. Dengan cepat ia pakai pakaiannya.
Tidak lama kemudian Arka datang dengan langkah yang terburu-buru.
"Ada apa, Rald?" seru pria itu, napasnya sedikit tersengal.
Pandangan Arka beralih pada istrinya yang kebetulan ada di sana juga.
"Sayang, kenapa kau ada di sini?"
Susi tampak gelagapan. Beruntung Gerald memberi jawaban yang membuat dirinya ikut merasa aman.
"Hah, ular? Dimana?"
"Di sana, Ka. Ularnya pergi ke sana." Gerald menunjuk ke arah samping tempat berdirinya.
"Kau tidak apa-apa kan?"
"Iya, tidak apa-apa. Aku nyaris di mangsa, Ka. Ularnya sangat berbisa. Sepertinya kau harus menjaga lebih ketat lagi istrimu. Aku khawatir dia di mangsa ular juga."
Arka seketika menoleh ke arah Susi.
"Sayang, kau tidak apa-apa kan?"
Susi mengangguk. "Iya, aku tidak apa-apa."
__ADS_1
Arka menghela napas lega. Begitupula dengan Gerald. Beruntung Arka bagun dan datang menghampiri. Jadi ular betina itu tidak jadi memangsa nya.
"Kau kenapa tidak bangunkan aku? Kenapa keluar sendiri?" seru Arka pada Susi.
"A-aku .. Itu tadi aku dengar suara mobilnya Gerald datang, sayang. Aku bukain kunci pintu rumah, tapi begitu aku keluar rumah Gerald bilang ada ular dekat mobilnya." jawab Susi bohong.
"Iya kenapa kau tidak bangunkan aku?"
"Aku tidak mungkin membangunkanmu. Kau baru saja tidur dan aku lihat kau sangat pulas. Aku tidak tega membangunkanmu. Aku juga tidak tahu bakal ada ular di sini."
Arka menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Lain kali kalau ada apa-apa langsung bangunkan aku, ya."
"Iya."
"Aku janji setelah ini aku akan berusaha menjaga dan melindungimu lebih dari sebelumnya."
"Kau tenang saja, aku bisa jaga diri."
"Aku akan lebih tetap menjaga dan mengawasimu dari bahaya apapun, sayang."
"Iya."
Arka membawa istrinya ke dalam pelukan. Dalam pelukan suaminya, Susi menggerutu dalam hati. Lagi-lagi ia gagal mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi setidaknya ia bisa merasakan sedikit sentuhan tangan Gerald yang ia paksa untuk memegang gunung kembarnya. Ia juga berhasil menyentuh bagian pusaka Gerald yang terasa besar dan keras tadi. Itu saja sudah bisa mengobati rasa penasaran nya. Lain kali, ia harus bisa main lebih cantik lagi. Ia yakin setelah ini Gerald pasti akan terbayang akan sentuhannya tadi.
Sementara Gerald menghela napas lega. Ia bisa lolos dari terkaman Susi. Beruntung ia masih bisa mengendalikan diri. Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga apa yang telah terjadi barusan demi keutuhan rumah tangga temannya sendiri.
_Bersambung_
__ADS_1