GAIRAH PEMBANTUKU

GAIRAH PEMBANTUKU
GP 25


__ADS_3

Adell menggandeng tangan suaminya saat memasuki restoran tempat mereka saat ini makan siang yang tidak jauh dari kantor Deon. Adell memilih restoran Jepang karena tempatnya memiliki skat untuk setiap meja pengunjung yang menambah kesan privasi.


Selain itu, konsep tempat duduknya juga tidak memiliki kursi alias lesehan. Mereka menepati meja kedua dari belakang.


Seorang pelayan datang menghampiri ketika mereka sudah duduk dan memberikan menu lengkap. Adell mulai memilih menu makanan dan Deon memilih di samakan saja menunya.


Usai memesan makanan, Adell pamit ke toilet sebentar karena ia kebelet buang air kecil. Ia mencium bibir suaminya sebelum pergi dan meninggalkan hp nya di meja.


"Eh, bukannya itu owner skincare yang lagi ramai di toktok itu, ya?" ujar seseorang yang barusan berpapasan dengan Adell dan duduk di meja belakang.


"Yang mana?" tanya temannya.


"Itu barusan, aku papasan sama dia."


"Ah yang benar?"


"Iya, sumpah. Kayaknya dia makan di sini juga di meja depan kita."


"Kalau memang benar, nanti kita fotbar sama dia, yuk. Buat kebutuhan konten biar vt kita fyp. Kan lagi rame."


"Ide bagus."


Deon mengulas senyum mendengar pembicaraan kedua orang yang duduk di meja belakangnya. Meskipun terhalang skat tapi bisa ia pastikan jika mereka gadis muda yang gila akan konten. Terlepas dari itu, ia bangga karena istrinya dikenal oleh banyak orang.

__ADS_1


Ting ..


Perhatian Deon tersita pada layar HP Adell yang menyala usai mengeluarkan bunyi notifikasi. Ia mengambil benda pipih yang tergeletak di atas meja dan melihatnya.


Sebuah pesan yang di kirim oleh seseorang masuk ke dalam hp istrinya.


S [emoticon love]


Nanti ketemu jam dua, ya. See you, beib.


Raut wajah Deon berubah seratus delapan puluh derajat usai membaca pesan yang di kirim oleh inisial S yang di beri emot love.


Kemudian Adell datang dan melihat ponsel nya sedang di pegang oleh suaminya.


Deon kemudian memperlihatkan chat tersebut pada istrinya.


"Siapa?" tanya Deon tanpa basa-basi.


Adell malah terkekeh melihatnya. Sengaja untuk menutupi kecurigaan suaminya.


"Ah ya ampun, sayang. Ini sahabat aku," kata wanita itu sembari mengambil alih hp nya dari tangan Deon.


"Sahabat? Terus itu apa? Ada love, panggil kamu beib."

__ADS_1


Adell berdecak. "Deon, sayaang .. Sahabat yang sesama perempuan, menurutku itu hal yang wajar. Beib, sayang, bunda, teman atau sahabat perempuan yang udah benar-benar dekat dan manggil dengan sebutan itu sudah menjadi yang lumrah bagi kalangan perempuan. Memangnya kamu mikir apa sih sayang, hem?"


Adell mengusap pipi suaminya sambil menatap wajah suaminya dalam jarak yang sangat dekat.


"Memangnya dia sahabat kamu yang mana?" tanya Deon lagi.


"Namanya Sinta, dia sahabat aku waktu kita masih SMA dan beberapa hari lalu aku baru dapat kontaknya lagi. Aku sahabatan sama dia udah kayak saudara. Dan rencananya siang ini aku mau ketemuan sama dia."


"Aku ikut," sergah Deon.


Adell mulai kelihatan paniknya, tapi ia masih berusaha menutupi kepanikan nya dengan senyuman.


"Kamu yakin mau ikut? Rencananya kita mau shopping terus ke salon, sayang. Dan kamu paling malasa dan gak suka kan kalau nemenin aku nyalon apalagi shoping."


"It's okay. Aku ikut," kata Deon kukuh.


Adell menghembuskan napas pelan tanpa memudarkan senyumnya.


"Ok, sayang. Kamu ikut."


Pelayan restoran tersebut kemudian datang membawa pesanan mereka. Perlahan senyum Adell memudar saat Deon mulai fokus pada makanannya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2