Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 12 maulah


__ADS_3

"Kamu gak apa-apa kan Abang tinggal sebentar?" Tanya nya lembut seraya mengusap kepala yang tertutup jilbab itu.


Arumi mengangguk pelan. Brian menerima telepon itu dengan cepat seraya berjalan keluar, dari tadi dering telepon itu memanggil nya.


Dari luar Brian terus berbicara dengan orang yang menelepon nya, sesuatu yang penting tentang pekerjaan.


Brian memang keluar dari dalam restoran tempat tadi ia makan, namun tatapan nya tetap ke dalam restoran, dimana ia memperhatikan Arumi kekasihnya yang sedang menunggu pesanan makanan yang akan di bawa pulang.


Arumi tidak menyadari jika dirinya sedang di perhatikan. Kekasihnya itu terlihat diam melamun namun sesekali tersenyum pada pengunjung di sana yang menyapanya lalu kembali lagi dengan lamunan nya. Kira-kira apa yang ia sedang pikirkan, apa masalah yang sedang kita hadapi? Ah rasanya Brian ingin sekali tahu dan membaca isi hati dan pikiran Arumi.


Masih belum selesai obrolannya di telpon ketika Arumi berjalan menuju arah luar dengan menenteng pesanan nya. Brian langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Arumi yang menuju ke arah nya.


Namun ketika membalikkan tubuhnya perempuan yang bernama Renata dengan kedua temannya berada di sana, di depan mobil yang mungkin mereka gunakan, Brian mengerut bagaimana sikap mereka yang jelas membuat Brian menggelengkan kepalanya. Sikap yang tak mencerminkan hal baik.


Brian segera menutup obrolannya. Lalu menoleh pada Arumi yang sudah ada di samping nya.

__ADS_1


"Sudah?" Tanya nya di angguki Arumi dengan senyum nya yang menenangkan jiwa.


"Mau langsung pulang?" Tanya Brian memastikan. "Atau mau jalan-jalan dulu? nonton gitu?" Tawar nya penuh harap. Rasanya Brian ingin seharian dengan Arumi menghabiskan waktu senggang nya dengan gadis pemilik hati nya itu. Ah sebucin itu dia pada Arumi.


"Langsung pulang aja ya." Ujar Arumi lembut. Kecewa yang kini Brian rasakan tapi suara lembut Arumi membuat ia luluh. Tak apa masih ada waktu lain batinnya mengobati rasa kecewanya.


"Kasihan ibu, jam segini pasti baru pulang jualan, aku harus bantu ibu buat bersihkan peralatan jualan ibu." Jelas nya ketika menangkap gurat wajah kecewa pada Brian.


Brian tersenyum mendengar alasan Arumi. "Ok kita langsung pulang, tapi... Abang nanti mampir duduk sebentar." Pintanya dengan semangat.


"Kalau duduk di pelaminan bareng Abang, mau?" Goda Brian dengan kekehan nya.


Semburat merah di pipi Arumi tercetak. Namun ia berusaha tidak salah tingkah. "Restu aja dulu." Telak Arumi membuat Brian mengulum senyumnya.


"Wah kode keras nih. Siap tunggu saja tanggal mainnya!" Seru Brian dengan percaya diri. "Ayo!" Ajak nya melangkahkan kakinya menuju motor terparkir.

__ADS_1


"Eh tunggu sebentar ya bang." Ucap Arumi ketika Brian hendak memakaikan helm pada nya. Tanpa menunggu jawaban Brian ia langsung melangkahkan kakinya bahkan sedikit berlari ke depan jalanan dekat parkiran.


Brian menatap heran, mau kemana dan apa yang akan di lakukan kekasih nya itu, Brian menunggunya dan memperhatikan gerak gerik Arumi melalui pantulan kaca spion.


Sedetik kemudian Brian tersenyum bangga melihat perbuatan Arumi. Brian melihat Arumi tengah memberikan uang di saku nya dan paket nasi yang tadi di bungkus itu pada seorang nenek tua yang tadi mengemis pada Renata, perempuan yang mengajak nya berkenalan. Pengemis itu terlihat manggut-manggut berterima kasih pada Arumi dan di balas Arumi dengan senyuman tulus nya.


Brian melihat Arumi yang berjalan ke arahnya.


"Ayo kita pulang sekarang." Ajak nya tepat di samping motor yang di duduki Brian. 


Brian menatap hangat pada Arumi. "Sayang banget sama kamu." Ucap nya gemas membuat Arumi tersipu malu.


"Gak apa-apa kan makanannya aku kasih orang? Kasihan nenek tadi sudah tua harus mengemis begitu.  Orang rumah juga pasti udah pada makan." Dengan rasa tidak enak di hati karena makanan pesanan Brian untuk orang rumah di berikan begitu saja tanpa ijin terlebih dahulu.


Brian menggelengkan kepalanya. "Gak apa-apa, yang penting kita sama-sama ikhlas." Ujar teduh Brian. Inilah salah satu keistimewaan Arumi mau berbagi tanpa pamrih. 

__ADS_1


__ADS_2