Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 21 tertusuk


__ADS_3

Mendengar nama Cantika di sebut dalam pembicaraan Brian dengan ibunya membuat Arumi mengingat akan kejadian ketika sebelum ia mengalami kecelakaan.


"Tante apa kabar?" Sapa Arumi dengan sopan ketika berpapasan dengan tante Lisa mamanya Brian di salah satu toko buah yang ia datangi.


Tante Lisa yang di sapa oleh Arumi sedikit terkejut kala melihat Arumi berdiri di hadapannya. Mendelik tidak suka nya.


"Masih punya muka kamu untuk menyapa saya?" Delik tidak suka nya terhadap Arumi begitu nyata.


"Maaf tante, kalau begitu saya permisi." Pamit Arumi dengan cepat, ia tak mau membuat masalah dengan ibu dari kekasihnya itu. 


"Eh tidak sopan kamu!" Ucap nya dengan kesal membuat Arumi menghentikan langkahnya. "Main pergi begitu saja!" Nada nya terdengar marah, sampai orang yang berada di sana pun menengok dan saling berbisik.


Serba salah yang kini Arumi rasakan, menyapa masih di hina, tidak menyapa rasanya tidak sopan karena berpapasan tepat di hadapannya.


Arumi menarik nafas nya dalam-dalam lalu berbalik menghadap kembali pada tante Lisa yang tengah memandang nya dengan tatapan tidak suka nya.

__ADS_1


"Enak saja kamu main pergi, seharusnya saya yang pergi terlebih dahulu!" Ketus nya tak terima.


Arumi terdiam mencoba untuk bersabar, sejahat apapun kata-katanya dia adalah orang tua yang patut di hormati.


"Eh jeng Lisa!" Sapa seorang wanita seumuran dengan ibunya Brian itu bersama seorang gadis cantik di sampingnya.


"Hai... Apa kabar?" Balas tante Lisa dengan ramah seraya bercipika cipiki dengan mereka. 


"Baik." Jawabnya. "Ada apa ni jeng? Kok kayak bersitegang gitu, apa kamu kenal dengan gadis ini?" Penasaran apa yang terjadi pada temannya itu.


"Oh gitu, hati-hati dong kalau jalan." Omel teman tante Lisa menatap Arumi.


"Eh ini anak gadis kamu?" Tante Lisa mengalihkan perhatian temannya itu agar tidak terlalu banyak bertanya pada Arumi.


"Iya, ini Cantika anak aku." Aku nya.

__ADS_1


"Cantik sekali seperti namanya." Puji tante Lisa memandang wajah cantik Cantika. Arumi melihat sekilas pada wajah cantik Cantika yang sedang tersenyum karena pujian ibunya Brian itu.


"Besok aku mau menemui Brian putraku, bagaimana kalau kita kenalkan mereka berdua, kamu ingat kan putraku yang TNI itu, sekarang dia naik pangkat dan harus bertugas di sini." Terang nya. "Dia juga lagi gak punya pacar." Ungkap nya dengan melirik ke arah Arumi. "Maklum masih sibuk sama kerjaan nya." Sambung nya.


Deg. Sakit rasanya di perlakukan oleh ibunya sang kekasih, kekasih nya yang baik dan penuh kasih memiliki ibu yang sekejam itu, lalu bagaimana jika dirinya nanti menjadi menantunya, Arumi tak sanggup membayangkan nya dan tak mau membayangkan nya.


"Saya permisi tante." Ucap Arumi pergi dengan sopan dan perlahan,tak ada sahutan atau pun respon dari ibu kekasih nya itu bahkan seperti nya tidak di anggap sama sekali. Hanya terdengar obrolan mereka sebelum Arumi menjauh dari sana.


"Oh jadi kamu jauh-jauh kesini sengaja untuk bertemu dengan Brian?" Tanya temannya itu.


"Ia kangen, lama tidak bertemu dengan dia, dia sibuk gak bisa pulang kampung." Urai tante Lisa.


"Boleh, nanti aku main ke rumah?" Tanya nya.


"Rumah ibuku, omah nya Brian." Jawab tante Lisa dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2