Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 33 bersalah nya Brian


__ADS_3

Pagi tadi Arumi dan Brian sudah sah sebagai suami istri secara agama, hukum dan kantor.


Brian tak henti-hentinya menatap Arumi sang istri, ada rasa lega dalam hati nya namun ada rasa kasihan karena ia tak bisa memeriahkan pernikahan mereka secara mewah, bukan tak memiliki dana tapi ibunya yang tidak menginginkan pernikahan ini terjadi, rasa bersalah semakin bersarang di dada Brian kala sang ibu tidak datang saat acara nikah karena beralasan sakit, hanya di hadiri papa dan sebagian keluarga saja yang sudah merestui sepenuhnya.


"Kenapa?" Arumi menghampiri dan bertanya saat melihat Brian sang suami tengah melamun dengan tatapan tertuju padanya namun dengan tatapan kosongnya.


"Sini duduk." Titah Brian secara lembut seraya mendudukkan tubuh Arumi untuk duduk di samping nya.


"Abang minta maaf ya." Ucapnya dengan serius. 


Arumi mengerut. "Minta maaf kenapa?" 


"Maaf karena Abang gak buat pesta pernikahan untuk kita berdua, padahal ini pertama kalinya bagi kita." Jelas Brian merasa tak enak.


Arumi menarik nafasnya panjang. "Abang sama ibu membahas hal yang sama." Celetuk Arumi merasa bosan karena masalah pesta kenapa terus di bahas.

__ADS_1


"Memang ibu juga membahas soal itu?" Penasaran Brian.


Arumi mengangguk. "Iya, dan aku bosan." Sebal nya dengan cemberut. "Padahal aku gak apa-apa kalau gak ada pesta." Sambung nya.


"Abang semakin merasa gak enak sama ibu, ayah dan keluarga kamu." Keluh Brian dengan menunduk.


"Ibu sama ayah gak apa-apa bang, cuma ibu gak enak sama omongan orang." Jelas Arumi menggantung.


"Omongan apa?" Brian jadi penasaran karena Arumi tidak melanjutkan ucapannya.


"Terus ibu percaya?" Potong Brian tidak sabar.


"Aku awal nya gak ngerti, macam-macam seperti apa maksud ibu, tapi setelah aku dengar cerita ibu tentang omongan jelek itu, aku jawab jujur aja yang sebenarnya." Urai Arumi yang semakin membuat Brian penasaran dan berdebar.


"Kamu jawab jujur apa?" Tuntut Brian berdebar.

__ADS_1


"Aku jawab kita gak pernah melakukan hal seperti itu, aku juga bilang sama ibu kalau aku gak seburuk apa yang orang lain tuduhkan." Jawab Arumi santai namun menggebu.


Brian menarik nafas nya lega. Dia pikir Arumi akan mengatakan jika mereka pernah berciuman karena jawaban yang dia katakan sejujurnya tadi, alangkah malu rasanya jika Arumi mengatakan hal seperti itu pada ibu mertua nya.


"Kamu tahu siapa orang yang menuduh kamu seperti itu?" Tak terima rasanya ketika omongan itu tertuduh pada sang istri.


Arumi mengangguk. "Tahu." Jawabnya.


"Siapa? Abang akan kasih pelajaran!" Marah nya.


"Gak perlu, biarin aja." Cegah Arumi dengan santainya.


"Gak bisa di biarkan. Itu namanya fitnah! Mana mungkin kamu hamil di luar nikah, Abang gak pernah bikin kamu hamil!" Geram nya. "Sembarangan mereka menuduh!" Brian tak terima.


"Kalau gak merasa kenapa harus marah dan kesal, ibu juga udah bilang sama orang itu untuk tidak menyebarkan fitnah, ibu juga udah bisa menerima dengan tidak adanya pesta pernikahan untuk kita." Arumi mencoba menenangkan suaminya itu. "Jangan jadikan beban, kita yang jalani hidup ini, gak perlu memikirkan hal yang tidak penting." Sambung Arumi dengan lembut.

__ADS_1


Brian semakin merasa bersalah, Arumi tidak tahu jika dirinya membohongi keluarga nya dengan cara mengatakan jika ia menghamili Arumi agar ia dapatkan restu mereka.


__ADS_2