Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 19 selamat dari kecelakaan


__ADS_3

Suara ambulance silih berganti, satu persatu orang mulai berdatangan dan suara tangis keluarga yang menangisi korban tewas akibat kecelakaan beruntung itu terdengar di sana.


"Bu aku mau pulang saja." Pinta Arumi yang selamat dari kecelakaan maut itu, kini tangan nya terpasang sebuah infusan.


"Kamu itu masih sakit Harumi..." Balas ibu bersyukur anaknya bisa selamat dan bukan salah satu korban yang tewas.


"Aku cuma luka lecet dan lebam aja kok bu, aku gak betah di sini." Berbicara pelan dengan melirik ke arah para pasien di dalam UGD itu.


"Benar gak apa-apa? Ibu khawatir kalau kamu ada luka di dalam." Ujar ibu. "Tunggu saja hasil ronsen dari dokter ya, baru nanti ibu tanyakan apa kamu bisa pulang atau gak." 


Arumi mengangguk pelan. "Bilang aja aku udah gak apa-apa, lagian kasihan sama ayah di rumah sendirian." Mengingat jika ayahnya yang sedang sakit sendirian di rumah.


"Ya sudah kita tunggu aja ya." Ucap ibu. "Alhamdulillah kamu bisa selamat dan tidak terluka parah." Ucap syukur ibu melihat para pasien hilir mudik dengan luka penuh darah.


"Iya Bu Alhamdulillah." Gumam Arumi sendu.


***


Dua jam kemudian.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah sampai." Ucap ibu ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah.


Ibu turun terlebih dahulu, lalu Arumi yang dengan hati-hati dan kaki terpincang-pincang ketika di pakai jalan, ada luka di bagian kaki nya membuat Arumi berdesis kesakitan.


"Tuh ibu bilang jangan dulu pulang, kamu itu masih sakit!" Omel ibu melihat Arumi yang masih kesakitan. "Pelan-pelan jalan nya." 


"Cuma sakit sedikit kok Bu. Tenang aja." Sahut Arumi dengan kekehan nya.


"Setidaknya semalam aja kamu di rawat." Tutur ibu penuh ke khawatiran.


"Gak ah bu, aku ngeri lihat darah di sana." Bergidik saat terbayang ceceran darah yang tak sengaja ia lihat. "Mending istirahat di rumah aja." Ngeyel Arumi.


Setelah beristirahat di dalam kamar Arumi langsung mengisi baterai handphone nya karena kehabisan baterai.


"Untung saja handphone ini gak jatuh dan hilang, bisa repot aku." Gumam nya lega. 


Tak lama bibi Arumi pun datang untuk menjenguknya, ketika bibi nya datang Arumi meminta maaf karena motor yang ia kendarai milik bibi nya sedikit rusak akibat kecelakaan tadi, namun bibi yang baik tidak mempermasalahkan hal itu yang terpenting Arumi selamat dalam keadaan baik-baik saja.


Beberapa saat kemudian Arumi mengaktifkan handphone nya. Beberapa pesan masuk dan puluhan panggilan tidak terjawab dari Brian kekasih nya itu tengah mengkhawatirkan nya, segera Arumi pun membalas pesan dari Brian.

__ADS_1


Banyak pesan yang masuk namun Arumi hanya membalas yang penting nya saja.


"Aku baik-baik aja. Maaf baru bisa balas." Ketik Arumi lalu mengirim nya dan langsung centang biru menandakan jika Brian sedang memegang handphone nya.


Panggilan video pun tertera nama Brian di sana memanggil. Arumi dengan pelan memencet panggilan itu, terpampang lah wajah tampan dengan background orang ramai di sana, dengan ekspresi wajah yang begitu khawatir.


"De kamu gak apa-apa kan?" Tanya nya langsung.


Arumi duduk bersandar di ranjangnya dengan bantalan di belakang punggung.


Tersenyum melihat ekspresi Brian saat ini. "Aku baik-baik aja kok, lihat aku masih sehat kan." Jawab nya yang membuat Brian menarik nafas lega.


"Syukurlah De, Abang khawatir banget." Ucap nya.


"Tunggu Abang nanti malam, Abang harus ketemu kamu, sudah dulu ya maaf Abang masih sibuk. Love you." Tut.


Panggilan itu pun terputus begitu saja namun Arumi harus mengerti bagaimana pekerjaan kekasih nya itu, jangankan status kekasih, status keluarga saja akan di nomor duakan karena nomor satunya adalah tugas nya sebagai TNI.


"Love you to bang Brian." Balas Arumi dengan lirih.

__ADS_1


__ADS_2