Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 27 merelakan


__ADS_3

Setelah kepergian Brian, Arumi langsung menutup pintu dan melesat masuk ke kamar nya dan langsung duduk di meja riasnya sambil menatap pantulan dirinya.


Semu merah di wajahnya karena mengingat kejadian tadi ketika Brian kekasihnya yang menciumnya. Wajah Brian yang begitu dekat dengan wajahnya membuat Arumi semakin memerah.


"Aaaa." Teriak Arumi pelan seraya mengusap-usap pipi nya yang saking malu dan hatinya semakin berdebar, padahal Brian sudah tidak ada di dekat nya.


"Kalau kayak gini aku semakin berat melepas bang Brian." Gumam Arumi bermonolog.


Ia mengecap-ngecap bibir nya yang terasa tebal dan bengkak di pantulan kaca di depannya. Lalu menggigit pelan bibir nya yang masih terasa nyata ketika ciuman bibir Brian mendarat pada bibirnya.


"Ah malu sekali." Desis Arumi sekelebat bayangan saat wajah Brian yang dengan lembut dan rakus nya. Ah pengalaman pertama Arumi yang tak akan pernah terlupakan dan membuat ia malu juga.


Tak lama kedua orang tua Arumi datang, dan Arumi pun keluar dari kamarnya.


"Untung ayah sama ibu baru pulang, gimana kalau pas tadi..." Ucapan Arumi terpotong saat pikirannya pada adegan tadi bersama dengan Brian. "Udah Arumi lupakan!" Kesal nya yang terus saja mengingatkan.


"Nak Brian gak jadi ke rumah?" Tanya ibu ketika melihat Arumi menghampirinya.


"Jadi. Tapi cuma sebentar. Bang Brian mau pulang kampung katanya." Urai Arumi menjawab.


"Mendadak ya?" Ibu yang tahu jika Brian tak pernah terdengar pulang kampung pun penasaran.

__ADS_1


"Ya dadakan." Balas Arumi.


"Apa ada masalah?" Tiba-tiba ibu bertanya seperti itu membuat Arumi sedikit salah tingkah.


"Emh mungkin kangen pengen ketemu keluarga. Jadi pulang dadakan." Kilah Arumi menutupi semua kebohongan nya.


"Emh ibu berharap tidak ada apa-apa, semoga memang rasa rindu pada keluarga nak Brian pulang kampung." Tutur ibu dengan lembut. Arumi mengangguk pelan dengan tersenyum.


"Itu bibir kamu kenapa? Kok kayak bengkak begitu? Sedikit bengkak sih, agak beda." Ibu memperhatikan bibir Arumi itu.


Refleks Arum menyentuh bagian bibir nya yang memang masih terasa tebal itu. "Gak apa-apa Bu, mungkin karena tadi aku makan bakso pedas." Jelas Arumi meringis malu dan takut ketahuan dengan ulah nakal nya bersama Brian.


"Oh... Ya sudah ibu mau istirahat capek." Ujar ibu seraya pergi masuk kamarnya meninggalkan Arumi.


*


*


*


"Assalamualaikum De, Abang sudah sampai rumah di kampung." Jelas Brian yang kini mereka tengah melakukan video call.

__ADS_1


"Waalaikum salam. Sudah sampai? Cepat sekali. Gak langsung istirahat aja?" Sahut Arumi.


"Hemm sebelum istirahat pengen kasih kabar kamu dulu. Ah baru saja kesini Abang udah kangen sama kamu." Ucap Brian menatap lekat wajah di dalam video itu, sekelebat bayangan mengingat saat ia mencium bibir Arumi tadi pagi.


"Nanti kalau kita sudah nikah, Abang akan bawa kamu kemari. Supaya kamu tahu kota kelahiran Abang." Sambung nya melanjutkan ucapannya tadi.


Ada rasa senang ketika Brian ingin mengajaknya ke sana, namun ada rasa sedihnya juga ketika Arumi mengingat apa mereka akan menikah nanti nya dan apa akan tercapai keinginan Brian untuk mengajaknya itu.


Mereka pun melanjutkan video call mereka untuk memenuhi rasa rindu di dadanya, padahal baru sebentar saja mereka bertemu. 


Hari-hari selanjutnya terlewati, beberapa hari terakhir kali mereka Video call itu adalah terakhir kalinya mereka bertukar kabar, namun beberapa hari ini Arumi tak bisa mendapatkan kabar dari Brian kekasihnya itu, bahkan handphone nya tidak aktif sehingga ia sulit menghubungi kekasihnya itu.


"Kemana sih kamu bang." Gumam Arumi menatap layar ponselnya yang masih centang satu di aplikasi hijau nya itu.


Arumi menggelengkan kepalanya, dengan pikirannya yang terus berpikir jika Brian sedang tidak baik-baik saja ketika pulang kampung ini.


Semakin hari semakin waktu berkurang, masa dua Minggu lagi perjanjian mereka sebelum nya sudah selesai, dan itu membuat Arumi harus siap dengan apa yang akan terjadi.


"Aku memang harus benar-benar untuk mencoba melupakan bang Brian." Gumam Arumi melihat sebuah kalender yang ia pegang di tangannya.


Memejamkan kedua matanya seolah menyiapkan diri untuk itu. Kekasih nya Brian tak ada kabar setelah ia pergi pulang, Arumi benar-benar kehilangan kontak dengan Brian. Mau bertanya pada rekannya ia merasa malu. Dan kini ia sudah pasrah ketika memang Tuhan tidak menjodohkan mereka berdua.

__ADS_1


"Lupakan Arumi, lupakan!" Tekad berat Arumi, ia terus mendetoks pikiran nya untuk melupakan perjalanan cinta antara dirinya dengan kekasih nya selama ini.


"Semoga kamu bahagia bang." Harap Arumi mendoakan kekasihnya.


__ADS_2