Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 25 Takan di penuhi


__ADS_3

"Jangan macam-macam bang!" Pinta Arumi.


"Macam-macam apa?" Balas Brian dengan mengulum senyum misterius.


"Jangan buat masalah di dalam masalah." Jelas Arumi dengan cemberut.


Brian tergelak. "Abang gak akan macam-macam." Yakin nya. "Kalau Abang mau macam-macam dari dulu udah Abang lakukan." Celetuk nya membuat Arumi menjemplak paha sang kekasih.


"Aw sakit!" Aduh Brian sok kesakitan seraya mengusap-usap pahanya.


"Pelajaran." Balas Arumi dengan tatapan tajam nya, Brian semakin tergelak.


"Berduaan aja ni De..." Goda Brian di tengah keseriusan mereka, menatap sekeliling rumah Arumi yang hanya ada mereka berdua.


"Ya, ibu antar ayah ke rumah sakit, biasanya suka lama karena harus terapi." Jelas polos sang Arumi.


Brian mengangguk mengerti dengan senyum terkulum nya.


"Bikin apa kek gitu De." Saran Brian masih menggoda Arumi yang tak sadar ia goda.


"Abang laper?" Kembali Arumi dengan polos nya.


"Gak laper, tapi pengen makan kamu." Goda Brian yang kini otak nya sedang tak konek.

__ADS_1


"Aneh!" Ketus Arumi. Ia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


"De..." Panggil Brian.


"Hemm." Sahut Arumi.


"Jangan sibuk sendiri begitu!" Protes Brian menatap belakang tubuh Arumi yang membelakanginya. "Abang kesini mau ketemu kamu, tapi kamu malah sibuk." Sambung nya merajuk.


"Ya, ini aku tutup." Ucap Arumi menutup laptopnya, lalu duduk di samping Brian kembali.


"Nah gitu, Abang gak punya waktu banyak buat kamu, cuti beberapa hari ini pengen puas-puasin sama kamu, jadi kasih Abang waktu luang kamu." Pinta  nya membuat Arumi mengangguk mengerti.


Lama mereka terdiam, Arumi dengan segala pikiran nya, yaitu memikirkan bagaimana hubungan mereka ke depannya, sedangkan Brian juga sibuk dengan pikirannya apa menikah tanpa restu akan berjalan dengan lancar.


Bang. De!" Panggil Brian dan Arumi bersamaan.


"De dulu."


Ucapan mereka pun bersamaan lagi, membuat mereka tergelak.


"Kamu dulu aja. Ladies first." Ucap Brian dengan cepat.


"Emh..." Merasa tercekat yang Arumi rasakan ketika ia ingin berkata.

__ADS_1


"Jangan minta putus!" Sela Brian melihat ekspresi wajah Arumi seakan sulit untuk mengucapkan kata-kata.


Arumi berdecak karena apa yang ingin ia katakan Brian malah mengetahuinya.


"Jadi bener itu yang ingin kamu katakan?" Sebal Brian.


Arumi meringis dengan senyum nya. "Macam-macam juga ni Abang!" Ancam Brian dengan tatapan serius. Arumi mendelik tidak suka.


"Abang bisa nekad!" Ucap Brian dengan mood dingin.


Arumi menghela nafasnya panjang. Memberanikan diri untuk memeluk sang kekasih. 


Deg, Brian terkejut dengan Arumi yang dengan berani memeluk tubuhnya, namun tak pikir panjang Brian membalas pelukan Arumi itu. Mereka kini saling berpelukan.


"Maaf." Gumam Arumi di dalam pelukan tubuh Brian. "Sepertinya kita memang harus mengakhiri hubungan kita." Pinta Arumi dengan memohon, mungkin kemarin Arumi meminta putus dengan cara memaksa, tapi hari ini ia akan memutuskan hubungan mereka dengan baik-baik dan dengan penuh permohonan.


Brian masih bergeming belum menggubris perkataan Arumi.


"Kita sudah melewati perjalanan yang lumayan panjang dalam hubungan kita, kita juga sudah membuat perjanjian dan bahkan sebentar lagi perjanjian kita ini akan selesai, namun hari panjang kita masih jalan di tempat. Aku harap Abang mau menerima keputusan kita sebelumnya." Ucap Arumi dengan mencoba tetap tenang dan menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Pelukan terakhir, pikir Arumi, walaupun salah dengar apa yang di lakukan Arumi namun dia hanya ingin memeluk tubuh kekasihnya untuk terakhir kalinya. Yang mungkin pelukan wanita lain yang akan menggantikan dirinya nanti, ah sungguh tidak rela rasanya, namun ia harus ikhlas.


Brian semakin memeluk tubuh Arumi dengan erat, pelukan nya terasa nyaman dan menghangatkan. Kali pertama Arumi memeluk nya seperti ini, ia berjanji tidak akan melepaskan Arumi, pelukan tubuh Arumi hanya untuk dirinya saja. Sekarang atau pun nanti, pikir Brian.

__ADS_1


Arumi mencoba mengurai pelukan dari tubuh sang kekasih yang diam saja tidak merespon ucapannya itu, Brian kekasihnya mengurai pelukan nya, Arumi mencoba menatap wajah tampan Brian dengan jarak yang begitu dekat saat ini.


Brian membalas tatapan memohon Arumi itu, dengan menatap nya dengan wajah dingin nya, seakan wajah itu mengatakan jika permintaan Arumi tidak akan ia penuhi.


__ADS_2