
Pernikahan mereka pun akan berlangsung setelah semua kesepakatan antara keluarga tersepakati dengan baik. Walaupun keluarga Arumi terutama ibunya sedikit kecewa dengan permintaan sang calon besan yang tak mau merayakan pernikahan antara Brian dan Arumi dengan alasan yang cukup tidak masuk akal.
"Bu, aku gak apa-apa kok jika pernikahan aku tidak di rayakan dengan sebuah pesta, yang terpenting kan pernikahan nya bukan pesta nya." Ucap Arumi dengan lembut pada ibunya.
"Kamu anak pertama ibu dan satu-satunya perempuan di keluarga kita adikmu laki-laki masih kecil juga, ibu juga pertama kalinya nikahin anak gadis, masa gak ada pesta pernikahan." Jelas ibu dengan rasa kecewanya. "Ibu juga udah nabung buat nyiapin pesta kalau kamu nikah nanti, eh malah begini jadinya." Keluh kesal ibu tak terima.
Arumi menarik nafas nya pelan, ia tahu selama ini ibunya menabung sedikit demi sedikit uang hasil jualan nya untukĀ dana jika suatu hari Arumi menikah, karena uang biaya kuliah Arumi sudah mendapatkan beasiswa maka ia mengumpulkan uang agar ia bisa menikahkan anak gadis nya dengan sebuah pesta yang mungkin hanya sekali saja. Namun kini ibunya sangat kecewa, karena tak ada pesta pernikahan, ya walaupun tidak akan semewah orang kaya namun setidaknya ia mengadakan pesta pernikahan untuk anak gadis satu-satunya itu seperti anak gadis di kampungnya pada umumnya.
__ADS_1
"Uang untuk pesta pernikahan nya ibu simpan saja untuk biaya sekolah Ade, atau untuk biaya ayah berobat." Saran Arumi meyakinkan ibunya dengan penuh pemahaman.
Ibu menghela nafasnya. "Semua ibu udah bagi, udah ibu atur, tapi ya sudahlah." Jawabnya pasrah penuh kekecewaan.
"Ibu heran sama calon besan ibu, mereka juga sama-sama menikahkan anak pertamanya tapi tidak mau mengadakan pesta, padahal ibu gak minta dana nya di tanggung mereka! Ibu walaupun miskin gak akan ngemis sama mereka!" Kesal ibu.
"Ya kamu benar, itu yang terpenting." Elus ibu menatap lembut pada Arumi, ada rasa lega yang ia rasakan, Arumi yang menikah saja menerima tidak adanya pesta, kenapa dia yang kekeh sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih Bu, ibu tak mempermasalahkan hal ini." Peluk Arumi pada ibunya itu.
Sebenarnya dari hati yang dalam, Arumi sebagai wanita dan seorang gadis yang belum pernah merasakan bagaimana pernikahan ia pasti menginginkan sebuah pesta yang akan menjadi pertama dan terakhir bagi nya apalagi ia akan bersanding dengan kekasih yang sangat ia cintai, namun kembali lagi, melihat bagaimana hubungan dia dengan keluarga sang kekasih. Di berikan restu saja sudah sangat bahagia apalagi pernikahan mereka pun tidak akan lama lagi. Walaupun ia tak pernah tahu bagaimana Brian meminta restu pada keluarganya dan hal apa yang membuat restu itu dengan mudah di dapatkan nya.
Suasana di rumah Arumi kini sedang ada pengajian, tak ada pesta tapi mereka mengadakan syukuran sebelum Arumi menikah. Syukuran kecil-kecilan mengundang para tetangga dan keluarga yang dekat dengan rumah Arumi.
Semua pendaftaran untuk pernikahan mereka Brian yang atur dari surat ijin nikah ke kantor bahkan pergi ke KUA Brian yang atur, karena ia yang paling semangat dalam acara ini. Ia tak mau jika orang tuanya tiba-tiba membatalkan rencana pernikahan antara ia dan Arumi. Brian paling gerak cepat sedangkan Arumi dan keluarga tahu beres.
__ADS_1