
Arumi keluar dari kamarnya, terdengar suara ibu yang sedang sibuk di dapur, dan suara gemericik air di kamar mandi, yang ia yakini itu adalah suami nya.
"Ibu jualan hari ini?" Arumi bertanya dengan mengambil panci yang ia isi air sedikit penuh.
"Gak, ibu hari ini libur jualan, masa baru nikahin anak udah mau jualan aja, kamu mau apa?" Melihat gerak gerik Arumi.
"Emh gitu." Arumi mengangguk. "Masak air buat mandi, dingin banget." Kilah nya sedikit malu.
"Tumben."
"Berasa dingin aja Bu." Kelakar nya dengan cengengesan.
Brian keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan acara bersih-bersihnya. Dengan pakaian bersih yang ia bawa sengaja ke kamar mandi. Selesai nya Brian, masak air nya pun sudah panas membuat Arumi bersiap untuk memindahkan air panas itu ke kamar mandi.
"Abang udah selesai kan?" Memastikan jika suaminya sudah selesai. Brian mengangguk. "Giliran aku." Ucapnya dengan menyiapkan ember untuk memindahkan air panas yang berada di panci itu ke dalam ember.
Brian yang melihat jika istrinya tengah sibuk dengan air panas pun mendekati sang istri.
"Mau mandi pakai air hangat?" Bertanya dan sedikit meledek Brian dengan senyum nya.
"Iya." Jawab Arumi sebal.
__ADS_1
"Biar abang yang siapkan. Kamu tunggu di kamar mandi saja." Titahnya seraya membawakan air panas itu ke kamar mandi. Ibu hanya memperhatikan saja tanpa berbicara.
"Iya." Sahut Arumi mengikuti apa yang di perintahkan oleh Brian.
***
Setelah selesai dengan kegiatan pagi itu, Arumi yang sedang mengeringkan rambut basah nya di depan cermin tiba-tiba terkejut karena Brian memeluknya erat dari belakang tubuhnya.
"Ih bikin kaget aja." Gerutu Arumi terkejut sekaligus merasa berdebar jantung nya karena Brian begitu dekat dengannya.
Brian mengendus aroma wangi di tubuh istrinya. "Wangi." Gumam nya berbisik. "Kamu mandi setiap hari pakai air hangat? Seperti bayi." Bisik nya lagi dengan terus mengendus dengan bibir yang begitu dekat dengan leher Arumi.
"Masa sih." Menatap pada cermin dengan gemas melihat wajah Arumi di sana dengan pelukan yang semakin erat.
"Iya, udah ah lepas, aku mau keluar bantu ibu." Kilah Arumi mencoba melepaskan pelukan Brian dari tubuhnya.
"Ibu gak jualan hari ini, Abang tahu." Semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Arumi.
"Memang nya Abang gak laper? Aku mau nyiapin sarapan untuk kita." Arumi mencoba kembali mencari alasan.
"Hemm nanti saja, lagi nyaman gini." Gumam Brian. "Tadi kenapa pakai air hangat?" Lagi Brian membahas soal itu.
__ADS_1
"Kenapa sih bahas itu lagi, ya untuk mandi. Tadi kan berasa dingin aja." Kilah Arumi.
"Masa?" Goda Brian.
"Ih ngapain bahas air hangat, gak penting tahu." Sungut Arumi malu sendiri jika mengingat air hangat tadi. Ia menggunakan air hangat itu bukan untuk mandi melainkan untuk merendam sesuatu yang terasa perih akibat ulah Brian semalam.
"Terus bahas apa? Bahas kejadian yang semalam aja?" Goda Brian lagi membuat Arumi tersipu malu.
"Udah ah, Abang ngelantur pagi-pagi." Merasa malu untuk di bahas membuat Arumi mencoba melerai pelukan Brian namun ternyata sulit karena Brian semakin memeluk nya dengan erat.
"Nanti kita ke rumah keluarga Abang, besok atau lusa." Ujar Brian yang membuat Arumi menghentikan tangan nya yang mencoba melepaskan pelukan Brian.
"Harus besok atau lusa?" Memastikan kembali, Arumi belum begitu siap bertemu dengan keluarga sang suami apalagi ibu mertua nya.
"Kenapa? Kamu belum siap?" Terlihat jelas kekhawatiran Arumi. "Sekarang keluarga Abang keluarga kamu juga, di rumah hanya ada papa, mama, adik perempuan Abang dan juga suaminya, itu juga kalau mereka sedang berada di rumah mama." Jelas Brian.
"Lagi pula keluarga Abang sudah merestui hubungan kita, mama juga sayang, jadi kamu tidak perlu takut. Abang akan ada di dekat kamu. Abang akan jamin itu." Ucap Brian dengan pasti.
"Bagaimana, kamu mau menemui keluarga Abang?" Menatap dari pantulan cermin Brian pada Arumi yang diam saja.
Arumi mengangguk pelan, ia memang harus menemui keluarga Brian sebagai tanda bahwa ia harus menjadi menantu yang baik, walaupun hatinya begitu takut karena itu akan jadi awal nya mereka bertemu saat sudah menjadi istri dari seorang Brian.
__ADS_1