Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 38 mual


__ADS_3

Hoek. Hoek. Hoek...


Arumi memuntahkan semua cairan yang ada di perut nya.


"Kamu kenapa sayang?" Brian khawatir dengan kondisi Arumi yang tadi mengeluh sakit kepala dan sekarang muntah-muntah. Brian memijat tengkuk leher Arumi.


"Sepertinya aku masuk angin, aku gak biasa pergi jauh-jauh." Ujar Arumi dengan wajah pucat nya.


"Ya sudah kamu istirahat ya, biar abang pijat kamu dan baluri dengan minyak." Memposisikan Arumi agar nyaman berbaring di atas kasur.


Arumi mengangguk pelan saja. Ia sudah merasakan pusing dan mual saat berada di pesawat.


Malam harinya, Brian berjalan menuruni tangga menuju ke dapur untuk mengambilkan minuman untuk Arumi, sengaja tak menyuruh pembantunya karena ia ingin melayani Arumi yang sedang sakit dan pastinya pembantunya sudah beristirahat karena malam sudah begitu larut.


"Sedang apa kamu malam-malam berada di dapur?" Tiba-tiba mama datang dan membuat Brian terkejut.


"Mah." Kejutnya. "Aku lagi bikin teh hangat untuk Arumi." Jawab Brian. "Mama sendiri kenapa belum tidur? Ini sudah malam."  


"Kenapa tidak dia saja yang buat minumannya sendiri, manja!" Tidak menjawab pertanyaan Brian mama Brian malah kesal mendengar pengakuan Brian.


"Mah, Arumi mual dari tadi muntah-muntah terus, kasihan kan kalau Arumi harus buat minumannya sendiri, lagi pula aku kan suaminya." Bela Brian membuat mamanya semakin tidak suka kepada Arumi.


"Hamil itu jangan di jadikan alasan untuk bermanja-manja. Brian kamu itu laki-laki jangan jadi lemah karena seorang perempuan, apalagi hanya status istri." Ucap mama dengan kesal.

__ADS_1


Brian menarik nafas nya panjang. Hah hamil? Ibunya masih meyakinkan jika Arumi hamil.


"Aku ke kamar dulu mah, mama jangan tidur malam-malam." Ucap Brian lembut seraya mengecup kening ibunya dengan membawa segelas teh hangat di tangannya, ia tak ingin pembicaraan ini berlanjut dan pada akhirnya membuat mereka merasa tak nyaman.


Mama Brian berdecak kesal, karena niat untuk membawa minum menjadi kesal karena putranya seakan lebih membela Arumi.


"Perempuan itu benar-benar tidak tahu diri! Bisa-bisanya Brian lebih membela nya dari pada aku yang ibunya." Gumamnya dengan nada marah.


***


"Abang." Panggil Arumi pelan, saat melihat pintu terbuka dan munculah Brian disana.


"Maaf lama ya." Brian menghampiri Arumi yang masih berbaring di kasur.


"Hemm gak apa-apa, Abang khawatir sama kamu. Ayo teh nya di minum mumpung masih hangat kuku." Menyodorkan minuman yang ia buat itu kepada Arumi.


Arumi duduk dan bersandar dengan tumpukan bantal di belakang nya, lalu meminum teh hangat buatan suaminya.


"Makasih bang, maaf aku merepotkan." Ucap Arumi dengan lemah. Brian meraih gelas yang berisi setengah teh itu.


"Jangan bicara seperti itu, kita sudah menjadi suami istri, kamu juga tanggung jawab Abang sekarang." Jelas Brian menatap lembut wajah Arumi dan mengusap sayang kepala Arumi.


Arumi tersenyum. "Iya, tapi tetap aku mau bilang makasih." Kembali Arumi berucap.

__ADS_1


"Iya..., Sama-sama." Balas Brian.


Lama terdiam, lalu Brian pun mengatakan sesuatu yang membuat Arumi cemberut lucu. "Mual begitu, jangan-jangan kamu hamil." Canda Brian.


Arumi masih cemberut. "Kita baru nikah beberapa hari, masa aku udah hamil sih, ada-ada aja Abang ini." 


"Lagian aku ini mabuk kendaraan, bukan mabuk karena Abang." Celetuk Arumi.


Brian tergelak. "Mabuk karena Abang? Memang Abang ngapain kamu?" Goda Brian mencomot bibir Arumi yang cemberut itu.


"Emh..., gak tahu ah." Arumi melengoskan wajah memerah nya karena Brian menggodanya.


Brian kembali tergelak melihat wajah malu istrinya itu.


"Semoga cepat hamil ya." Usap Brian pada perut rata Arumi.


"Abang udah pengen gendong cucu ya?" Ucap Arumi yang membuat pergerakan tangan Brian yang mengusap perut Arumi berhenti.


"Kok cucu, anak dong." Protes Brian.


"Ya kan kalau cepat punya anak, otomatis cepat punya mantu juga, setelah punya mantu pasti punya cucu kan. Aku dan Abang jadi kakek sama nenek." Canda Arumi namun dengan ekspresi serius.


"Hemm bikin anak aja belum puas, masa udah niatan punya cucu." Goda Brian yang membuat Arumi mencubit perut suaminya itu.

__ADS_1


"Serah Abang aja." Sahut Arumi menyerah.


__ADS_2