Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 8 bucin


__ADS_3

Sebelum keluar Arumi menyeka dan mengusap wajah nya yang masih tersisa basah karena air matanya. Namun saat akan keluar kembali tangan Arumi tiba-tiba di cekal oleh Brian dengan cepat.


Brian menggenggam tangan mungil lembut itu dengan tangan nya. 


"Kita keluar bersama." Ucap Brian mensejajarkan langkah nya dengan langkah Arumi.


Mendengar suara pintu terbuka  dan dengan tangan yang saling menggenggam, membuat para anggota yang masih ada di sana menoleh secara bersamaan. Arumi tertunduk malu sedangkan Brian memasang wajah datar dan tegas seperti biasa.


"Hormat Dan." Sapa mereka bersamaan saat melihat komandan nya keluar dari ruangan. Brian mengangguk pelan.


"Duh Dan jangan bikin anak gadis  nangis. Kalau gak mau jangan di paksa." Goda Martin melihat wajah Arumi yang terlihat sangat sembab, kulitnya yang putih bersih membuat Arumi memerah jika menangis sebentar saja. 


Brian menatap sekilas pada wajah Arumi, lalu menatap tajam ke arah Martin berada. 

__ADS_1


"Sepertinya saya harus kasih sp sama kamu!" Ancam Brian karena dia sudah membuat malu Arumi.


"Maaf Dan saya minta maaf." Balas Martin sedikit tersenyum geli dengan ekspresi wajah Brian saat ini. Ekspresi wajah yang bahagia namun di tahan karena harus jaga image di depan anak buahnya.


"De Rumi gak apa-apa kan? Abang Brian gak jahatin kamu? Kalau jahat bilang saja sama bang Martin." Ucap Martin menatap ke arah Arumi yang terlihat menutup diri di samping tubuh besar Brian. Masih saja senang menggoda Arumi yang terlihat sangat malu.


Arumi tersenyum kaku. "Aku gak apa-apa. Bang Brian gak jahat kok."


"Saya akan mutasi kamu ke pulau terpencil!" Ancam kesal Brian pada Martin yang sengaja memperkenalkan Arumi pada anggota nya.


"Ayo De." Menarik tangan Arumi untuk pergi dari sana.


"Hati-hati Dan, semangat berjuang!" Teriak Martin memberikan semangat pada sahabatnya itu. Sedikit banyak dia tahu bagaimana perjalanan kisah ABRI Arumi dan Brian itu. 

__ADS_1


Brian tersenyum kecil menanggapi ucapan semangat dari sahabat nya itu. 


"Hah dasar bucin!" Ejek Martin ketika motor Brian pergi.


"Kemarin dua minggu uring-uringan dan kasih tugas pada kita tanpa hati, kalian tahu penyebab komandan kalian begitu?" Tatap Martin pada anggota yang tersenyum melihat ekspresi Martin, mereka menggeleng. "Ya karena kebucinan dia sama gadis berjilbab tadi." Jelas Martin sebal mengingat bagaimana Brian memberikan tugas pada mereka begitu berat dan tanpa hati, marah-marah tidak jelas dan parah nya lagi tidak di berikan waktu untuk sekedar memberi kabar pada keluarga ataupun orang terkasih dengan alasan masih di jam latihan dan jam tugas.


***


"Kok ke sini sih bang?" Protes Arumi saat Brian memarkirkan motornya di salah satu restoran Sunda. Angan-angan ingin segera sampai rumah, justru malah mampir di rumah makan.


"Makan dulu ya." Jawab Brian lembut. "Temani Abang makan dulu." Ucap nya lagi. Ia masih ingin berlama-lama dengan Arumi, hal seperti ini jarang terjadi pada mereka, kesibukan Brian sebagai anggota TNI tidak mudah mendapatkan waktu senggang. Selama dua tahun berhubungan, pertemuan mereka bisa terhitung oleh jari. Jarang sangat jarang sekali bertemu, mereka lebih banyak bertukar pesan dan menyapa melalui sambungan video call.


Arumi turun, hanya sebentar saja paling untuk menemani Brian. Brian tahu jika dirinya berbohong saat ia mengaku akan pergi ke kampus, Brian tahu jika ia sedang mencoba untuk menghindari nya.

__ADS_1


__ADS_2