Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)

Gelora Cinta ABRI (Arumi Dan Brian)
bab 35 bangun pagi


__ADS_3

Brian terbangun lebih dulu, mungkin karena ia sudah terbiasa bangun subuh untuk bersiap memantau para remaja di asrama dan terbawa sampai pagi ini di hari pertama nya menginap di rumah sang mertua.


Terdengar juga suara kegiatan di ruang dapur, yang ia yakini itu ibu mertua nya yang pasti ia sudah terbiasa bangun pagi untuk meracik masakan untuk jualannya. Brian menguap dan meregangkan otot-otot yang terasa pegal dan lengannya yang terasa sakit. Lalu ia menengok ke arah samping dimana istrinya berada.


"Hemm dia pasti lelah." Gumam Brian melihat wajah istrinya yang masih terlelap dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepalanya.


Brian tersenyum kala mengingat kejadian semalam, yang dimana ia begitu sulit saat menggagahi eh bukan maksudnya seperti itu, namun kata menggagahi terdengar seperti seorang penjahat kelamin, maksudnya itu memberikan nafkah batin bagi istrinya, ya nafkah batin pertama nya.


"Sayang jangan mundur-mundur, Abang makin susah masuknya." Bisik Brian saat Arumi terus memundurkan bokong nya untuk menghindari sesuatu yang sudah siap memasuki nya.


"Sakit Abang!" Arumi menyahut dengan bisikan juga.


"Jangan berisik nanti ayah sama ibu mau, eh dengar maksudnya." Kelakar Brian mencoba tidak tegang dan serius. Namun serius dengan tatapan tertuju pada gawang yang sedang ia coba untuk ia masuki.

__ADS_1


"Sakit..." Lirih Arumi yang memang kali pertamanya melakukan hal seperti itu.


"Rileks jangan tegang. Ini hanya sebentar sakitnya, Abang akan pelan-pelan." Brian meyakinkan Arumi dengan sok tahu nya.


Brian mengusap wajahnya malu saat mengingat kejadian itu, namun dengan kesabaran dan kerja kerasnya membuat Brian bisa berhasil mencetak gol pertama pada gawang Arumi.


"Aku harus pastikan Arumi segera mengandung dan tidak boleh menunda kehamilan, supaya masalah tidak berbuntut panjang nantinya." Batin Brian mengingat bagaimana nanti nya keluarga nya akan bertanya-tanya jika Arumi tidak hamil.


"Sudahlah kamu kan baru saja menikah, nikmati saja hari-hari indah jadi pengantin baru mu ini, Brian!" Gumam Brian pada hatinya sendiri.


Brian mengecup kening istrinya berkali-kali, gemas karena sang istri masih terlelap tidak merasakan kecupannya, lalu ia melenggang keluar kamar setelah kecup-kecup, berniat membersihkan diriĀ  pergi ke kamar mandi yang memang hanya ada satu di rumah mertuanya itu, terpaksa walaupun malu sebenarnya yang Brian rasakan.


Melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia melihat ibu mertua nya sedang sibuk dengan kegiatan di dalam dapur.

__ADS_1


"Ibu sudah sibuk pagi-pagi?" Sapa Brian berbasa-basi, padahal dia sudah tahu jika ibu mertua nya pasti sudah terbiasa bangun pagi.


"Ah ya." Ibu sedikit terkejut karena Brian yang tiba-tiba muncul ketika dirinya tengah fokus dengan pekerjaannya. "Nak Brian sudah bangun? Arumi masih tidur?" Melihat menantunya keluar kamar seorang diri.


"Arumi belum bangun, saya mau ke kamar mandi bu." Terang Brian yang malu menjelaskan bagaimana lelahnya Arumi.


"Oh ya, mumpung kamar mandi masih kosong. Maklum di sini kamar mandi hanya satu jadi terkadang suka berebut." Ujar ibu mertua nya.


Brian hanya tersenyum saja seraya melenggang masuk ke kamar mandi.


Sedangkan di dalam kamar, bunyi alarm handphone yang Arumi pasang berbunyi membuat Arumi yang terlelap pun melenguh.


"Egh..." Gumam nya dengan mematikan alarm handphone nya yang terus berbunyi. Melihat ke arah samping dan tak menemukan suaminya di sana membuat ia terperanjat. "Bang Brian udah bangun." Gumam nya lagi dengan menguap. "Ah sakit sekali." Ringis nya ketika ia beranjak dari tempat tidur nya. Memunguti satu persatu pakaian untuk ia pakai karena saat ini dirinya tidak memakai apapun. "Malu sekali rasanya." Gumam-gumam kecil mengingat bagaimana kejadian semalam.

__ADS_1


__ADS_2