Gia, Love In London

Gia, Love In London
BAB 12


__ADS_3

Aku menatap Boy dalam. Dia terlihat gusar.


Dia bilang, dia hanya merindukanku. Tidakkah itu cukup aneh.


Ku belai lembut pipi kanannya.


“Ada apa hmm?” lirihku


“Apa kau mencintaiku?”


“Menurutmu aku terlihat bagaimana? Apakah aku menolakmu?”


“menikahklah denganku Gia.. aku.. aku hanya takut kehilanganmu”


Boy sedikit merunduk. Menyapu bibirku dgn bibirnya lembut.


Aku tak menolak, namun tak membalas.


“Triiinggg” Telponku berbunyi.


Boy sigap membaliknya tanpa melepaskan pangutannya sedetikpun.


Aku bisa mendengar suara kecapan yang menguat.


“Aku menginginkanmu Gia”


Aku melepaskan pelukannya. Berjalan sedikit tergesah menuju kamar dan menutupnya.


“Makanlah Sup nya, itu akan membuat perutmu hangat” Ucapku sesaat sebelum pintu tertutup.


*****”


POV Boy


Di bandara, aku melihatnya memeluk laki-laki itu erat.


“itukah alasannya belum mau menikah denganku?”


Aku mencoba sedikit menenangkan diri. Berjalan menikmati musim gugur yang belum juga usai.


Udara dingin menusuk kulitku.


“Aku ingin memelukmu, Gia.. Hangat, seperti itu”

__ADS_1


Anak-anak berlarian. Mengumpulkan biji eek besar. Beberapa menengadahkan tangannya di bawah pohon dengan daun yang berguguran.


Mereka percaya, jika kau berhasil menangkapnya sebelum menyentuh tanah, semesta akan mengabulkan permintaan kecil hatimu.


Aku duduk di sudut taman kota ini. Di bawah pohon dengan daun orange kecoklatan.


Menepi sejenak dari gusarnya hati. Melepas sedikit lelah yang entah muncul darimana.


“Aku mencintaimu, Gia” kuucapkan untuk kesekian kalinya.


“Hai, sorry.. apa kau memanggilku?”


Seseorang bermata hezel menghampiriku. Rambutnya kemerahan. Senyumnya merekah. Dia, definisi cantik yang berbeda.


“Maaf?” Aku terheran.


“Aku mendengar kau menyebutkan namaku beberapa kali. Gia.”


“Oh, maaf.. mungkin kau salah dengar”


“Baiklah jika begitu. Maafkan aku. Namaku Gia, Georgia Jasmine.. aku berpikir, mendengar kau menyebutku beberapa kali. Aku kira tadi, kau adalah orang yang aku cari. Sekali lagi, maafkan aku”


“Oh tidak apa2. Saya harus segera pergi” Aku berdiri. Berjalan menjauh.


Di apartemen Gia, Aku melihatnya sudah kembali.


Semua terlihat kembali seperti biasa.


Dia memasakkanku Sup hangat.


“Mungkin, hal tadi hanya kegusaranku saja” hatiku bicara.


Aku berjalan menghampirinya. Bahagia sekali bisa menciumnya begini. Ciuman pertama kami.


“Dia, dia tidak menolakku” aku tersenyum.


Hanya sesaat, kemudian dia menghilang dibalik pintu kamarnya.


“Ahh, mungkin aku terburu-buru”


*****”


POV Gia

__ADS_1


Aku merebahkan tubuhku di kasur kecil ini. Cukup nyaman walau tak mampu menyandarkan hati.


“Aku mungkin terlalu jahat padanya” lirihku.


“Aku hanya belum siap menikah. Bisakah dia memberiku waktu lebih banyak?” Aku menghela nafas lagi.


Tok tok tok. Boy mengetuk pintu kamarku.


“Gia, aku minta maaf.. bisakah kau buka pintunya? Aku hanya ingin melihatmu. Maafkan aku” suaranya lirih terdengar. Sendu sekali.


“Aku tau kau belum siap. Tak apa, kita masih punya banyak waktu. Aku tetap akan menunggumu.”


“Kau tau, aku sangat bahagia bisa bersamamu. Jika kau berada dipersimpangan, Bisakah kau memilihku, Gia?” Suaranya masih terdengar jelas dikupingku.


“apa dia gila? Aku hanya punya dia disiku. Memangnya siapa lagi yang akan aku pilih nanti?” aku membatin lagi.


Aku berjalan membuka pintu.


Tak bicara, hanya memeluknya sejenak.


“Aku hanya lelah, Boy. Kau istirahatlah. Aku akan memikirkan permintaanmu. .emm?”


Boy tersenyum.


“Tidurlah, sampai jumpa besok” Boy mengecup keningku lembut.


******”


POV Tuan Lee


Aku menelponnya. Tapi dia hanya menjawab. Tak bicara.


“Suara apa itu?” Kecapan yang membuatku frustasi.


“Bersama siapa dia? Ahh, ini gila”


“Aku menginginkanmu, Gia” Suara Boy terdengar jelas dari ujung telponku


“aku tau itu dia. Ahh . Ini benar-benar membuatku gila..” hatiku berteriak lagi.


Aku berlari menuju mobilku, Udara dingin musim gugur bahkan tak mampu menembus rasa gundah yang sudah membuncah di dadaku.


Ku baca ulang alamat apartemen yang Gia tulis siang tadi.

__ADS_1


Aku harus kesana. Segera.


__ADS_2