Gia, Love In London

Gia, Love In London
BAB 28


__ADS_3

Pagi ini Gia bangun lebih awal.


Dia melihat lelaki disampingnya yang masih terlelap.


Sesekali, kening Lee mengkerut seakan banyak sekali beban yang tengah ia pikirkan.


Gia terdiam, terpaku.


“Kau sangat lelah ya?” Gia tersenyum. Mengusap pelan rambut tebal suaminya.


Perlahan, Lee tersenyum.


Dia lucu sekali.. dia tertidur, lalu tersenyum. Tanpa sadar.


Padahal, hanya dengan satu usapan.


Gia bergegas turun, keluar kamar mempersiapkan sarapan untuk suaminya.


Yah, hanya sarapan saja.


Gia berencana akan memberikan bekal langsung nanti di kantor. Tidak seperti biasanya.


Lee datang dengan pakaian yang rapi.


Dia perlahan memeluk Gia pelan, dan mengecup puncak kepala perempuan mungil itu.


“bekal apa yang akan ku bawa hari ini, sayang?”


“aku akan mengantarnya langsung nanti.. Ada di kantor kan? Tidak ada inspeksi ke cabang?”


Lee tersenyum. Bunga hatinya mekar mendengar jawaban Gia.


Untuk pertama kalinya, dia merasa istrinya telah hadir disisinya.


Lee memeluk Gia lagi, erat.


“Heii.. kenapa?” Gia berbalik


“Sarapan dulu ya, biar kuat cari nafkah” Gia terkekeh sendiri.


Lee terpaku.


Gia seperti istri sungguhan. Pikirnya.


Tidak seperti sebelumnya, hari ini, Gia benar-benar seperti istrinya.


Ahh, bagaimana menjelaskannya. Lee bingung namun bahagia.


Itu seperi Gia yang hadir dengan cintanya sendiri..

__ADS_1


Tidak ada Boy, tidak ada guratan sedih teriris di pelupuk mata itu. Benar-benar hanya cinta.


Sudut bibir Lee tertarik meninggi.


Dia mengecup pelan bibir istrinya.


Menggendongnya perlahan menuju kamar.


Dia meletakkan Gia pelan.


Dipangutnya lagi bibir kecil itu.


Hatinya berbunga.


Perlahan dia melepaskan semuanya.


Menyatu melupakan apa yang tersusun rapi di dalam jadwal kerjanya.


Telpon yang berdering kencang, bahkan tak menjadi hirauannya.


Lee terlena, dengan perlakuan Gia yang berbeda.


Dia bahkan berangkat kerja hampir 3 jam lebih lambat dari biasanya.


Jika bisa, dia bahkan ingin lebih lama.


Dia ingin Gia datang nanti, membawa bekal yang dia janjikan.


Itu akan menjadi kebahagiaan tambahan. Lee bergumam.


Di kantor, Ryan menangkap hal yang berbeda dari Tuannya.


Lee tidak sering menghela nafas kasar lagi hari ini.


Berganti senyuman ceria.


Hari ini, walaupun dia kerepotan karena Tuannya terlambat kerja, kebahagiaan yang tercipta seakan telah menjadi obatnya.


Lee dari tadi selalu melihat jam di pergelangan tangannya.


Seakan berharap, waktu itu agar segera berlalu.


Ryan menyadarinya.


Dia hanya tersenyum tipis melihatnya.


“Mau pulang Tuan?, Saya akan aturkan jadwal anda hari ini jika iya” Ryan akhirnya bertanya.


“Ahh, tidak perlu Ryan. Aku sedang menunggunya datang membawa bekal makan siang. Dia bilang begitu” Lee tersenyum.

__ADS_1


“Kau makanlah di luar Ryan.. aku akan makan dengan istriku hari ini”


“Baik, Tuan” Ryan hendak undur diri sebelum pintu terbuka.


“Sayang, tidak perlu. Ryan bisa makan bersama kita. Aku membawa bekal tambahan untuknya” Ucapan Gia yang baru datang membuat senyum Lee menghilang.


Sekali lagi, Ryan menyadari. Dia bertahan sejenak disana, memperhatikan keadaan dengan seksama.


Gia menatap Ryan lekat. Seolah bertanya “ada apa dengannya?”.


Ryan mengangkat tangannya ke atas, menunjukkan kan angka 2.


Dia ingin berkata, “Tuan muda hanya ingin berdua”.


Gia mengerti, lalu tersenyum.


“Ahhh.. tapi, aku merindukan suamiku ini. Aku akan memberikan bekal satu ini saja padamu Ryan. Makanlah di tempat lain. Kau tak apa?”


“Tentu, Nona. Saya permisi Tuan”. Ryan menunduk lalu berlalu.


Senyum Lee sudah kembali.


“aahh, hati lelaki di depannya ini sungguh rapuh sekali.” Gia terkekeh berbisik dalam hati.


Suasana hatinya memang berubah hari ini.


Melihat Lee yang dengan sabar memakluminya.


Dengan Lee yang terkadang mengguratkan rasa lelah yang tak terucap.


Semuanya.


Hatinya terbuka.


Dia menyadari, Lee dan Boy orang yang berbeda.


Dia mencintai Boy, dan akan selalu begitu.


Namun Boy akan hidup dalam kenangan yang indah. Tak terlupakan.


Orang yang bersamanya sekarang.


Dia adalah suaminya.


Semua tak salah. Hanya keadaan telah berubah. Waktu telah berjalan.


Dan perjalanan telah membawanya kepada tempat dimana sekarang dia berpijak.


Dalam dekapan Lee, Orang yang juga mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2