
Posisiku di Perusahaan utama adalah anggota sekretaris utama.
Posisi Direktur Utama ternyata membutuhkan banyak sekali anggota kaki tangan terdekat dengannya. Tidak hanya satu seperti dugaanku.
Posisi utama diduduki oleh Ryan.
Sedangkan kami, merupakan asisten yang mengurusi berbagai bidang lain di bawah pengawasan Ryan dan Tuan Lee langsung.
Posisi ini memungkinkan kami untuk melakukan pertemuan atas nama Direktur Utama langsung.
Berbeda dari posisiku sebelumnya, yaitu humas kerjasama internasional. Kami bergerak atas nama perusahaan cabang saja.
Ada satu kemampuanku yang ternyata belum dimiliki asisten yang lain maupun Tuan Lee. Yaitu kemampuan berbahasa Jepang.
Memang banyak di luar sana yang bisa berbahasa jepang. Tapi kurasa, selain kemampuan ini, posisiku sebagai pemilik saham 3 persen dari perusahaan inilah yang menjadi salah satu pendorong utama.
*****
Sudah seminggu dari kejadian di bandara.
Boy lebih sering ke Ibu kota untuk berkunjung ke rumah orang tuaku di Jakarta.
Sesekali Boy akan terbang ke Singapura untuk mengecek berbagai kesuksesan pengiriman barang-barang eksportnya.
Boy ternyata mempunyai usaha sendiri. Dia bergerak dibidang eksport produk pertanian. Dia berusaha membangun desa kami dahulu.
Pantas saja, aku melihat beberapa berita tentang suksesnya desa kami di internet.
Ternyata Boy lah penggeraknya.
Entah bagaimana awal mula Boy bisa bergelut dibidang ini.
Terserahlah. Aku bahagia untuk kesuksesannya juga kesuksesan warga desa.
*****”
Setelah sebulan lebih berhubungan dengan Boy. Suasana pertemanan ku dengannya mulai mencair kembali. Aku tidak sekaku waktu minggu-minggu pertama pertemuan kami.
Lamarannya diwaktu yang lalu, saat di bandara juga tak pernah diungkitnya lagi.
__ADS_1
Kurasa, Dia memberikan aku waktu untuk menerimanya lagi. Entahlah.
Hari ini aku harus terbang ke Singapura lagi.
Kali ini aku tidak hanya sendiri. Sekretaris Ryan akan menemani.
Pertemuan kami dengan klien yang satu ini memang agak berbeda.
Pihak perusahaan mereka meminta untuk bertemu di Singapura saja. Padahal kami bisa saja terbang ke perusahaan utamanya yang ada di Belanda.
****””
Mendengarku kembali ke Singapura membuat Boy berencana ikut ke Negara Singa ini. Berbeda penerbangan memang. Karena aku dan sekretaris Ryan terbang dengan pesawat khusus perusahaan.
Bukan pesawat besar. Tapi lebih besar sedikit dari jet pribadi seperti yang kulihat di internet.
Aku tak terlalu peduli.
Yang jelas, pekerjaanku kali ini harus segera rampung. Mengingat banyak proyek lain yang harus dijalankan.
*******”
Sekali berbicara, lawannya akan diam seketika.
Obrolannya benar-benar berisi.
Sesuai sekali dengan kepribadiannya yang luar biasa.
Aku banyak belajar darinya.
Dia bisa menguasai bahasa belanda juga. Bahasa yang sekarang sedang aku usahakan untuk ku kuasai.
Sesekali Ryan akan mengajakku bicara menggunakan bahasa belanda.
Benar-benar membantu.
Aku rasa, aku akan segera mahir menguasai bahasa ini. Semoga.
*****”
__ADS_1
Aku menyempatkan diri bertemu dengan Boy di sini. Tidak lama, hanya 30 menit. Mengingat aku disini untuk bekerja, bukan berlibur.
Aku tetap mengusahakan untuk selalu profesional dalam pekerjaan.
Boy melamarku lagi. Kali ini, dia membawa cincin yang sangat cantik.
Ada kemilau merah muda di tengah cincinnya.
Kurasa, ini cincin yang cukup mahal.
Aku belum menjawab, tapi aku memakai cincin pemberiannya ini.
Bukan apa-apa. Boy hanya sedikit memaksa.
Dia bilang, aku bisa mengembalikannya jika aku akan menikah dengan orang lain. Dia akan menungguku sampai siap.
“Baiklah, terima kasih pengertiannya”
Hanya itu yang aku ucapkan padanya waktu itu.
****”
Aku tidak bertemu Boy lagi setelah itu. Tapi, Tuan Lee yang tiba-tiba datang, cukup membuat kami kerepotan juga.
Mood nya tidak cukup baik kali ini.
Dia lebih sering protes dengan pengajuan dari perusahaan belanda tadi.
Hampir saja proyek ini lepas. Jika tidak Ryan yang mengambil alih.
Tuan Lee benar-benar berbeda hari ini.
Dia juga tidak mau kami pergi ke beberapa pertemuan penting disini. Tepatnya, dia tak mau aku ikut Sekretaris Ryan.
Aku dibebas tugaskan untuk 2 hari. Sekretaris Ryan harus bekerja sendiri.
Aku juga tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia.
Aku seperti mendapat jackpot liburan mendadak. Meskipun hanya harus terkurung di hotel ini.
__ADS_1
Kamarnya sangat bagus. Walau bukan suite room juga sih. Sekali lagi, Tak apa.. aku menikmatinya.