
Bahagia sekali. Hari ini adalah rapat pertamaku sebagai salah satu pemilik saham.
Karena jumlah sahamku yang lumayan besar. Dibanding dengan kehidupanku yang dulu. Hidupku sekarang sudah jauh sekali lebih baik.
Bagaimana tidak. 3 persen saham saja mampu menghasilkan Milyaran dalam satu tahun ke dalam rekening pribadiku.
Bisa dibilang, aku sudah menjadi orang terkaya di daerah. Dibanding orang-orang se-kabupaten kami.
Hanya satu yang aku hampir lupa lakukan, yaitu mencari pasangan.
Cukup sudah kurasa.
Aku bahagia dengan keadaanku yang sekarang. Biarlah sisanya kutemukan di jalan perjuangan.
Rapat pemilik saham dimulai. Sekilas, aku seperti mengenal pimpinan rapat hari ini.
Beliau memang Tuan Lee, pimpinan perusahaan ini. Beliau juga pernah memberi ucapan selamat datang pada kami. Dulu, sekitar 5 tahun lalu.
Agak samar. Mengingat kami berjumpa tak lebih dari 5 menit.
Tapi bukan saat itu. dimana kita bertemu? Kau nampak mirip sekali dengan Lee si penakut itu.
Tapi kurasa, kalian adalah orang yang berbeda. Tuan Direktur tak terlihat sepenakut itu.
*******
“Nona, anda dipanggil Tuan Direktur ke ruangannya. Silahkan ikut saya nona”
Seorang laki-laki berdiri dihadapanku.
Aku menoleh ke belakang. Kurasa, dia salah orang.
“Heyy.. aku Gia..kau salah orang” aku membatin
“Ayo nona, silahkan. Tuan memanggil anda Nona Gia” Lelaki itu menggerakkan tanggannya agar aku mengikutinya.
“Ada apa? Apa ada masalah di departemen kami?” Aku penasaran, mengingat kami tidak pernah berurusan langsung dengan Tuan Lee.
Kami memang lebih sering berurusan dengan pimpinan cabang perusahaan saja.
__ADS_1
“Silahkan nanti nona bertanya sendiri. Saya permisi nona”
Dia membukakan pintu ruangan Direktur. Megah sekali. Aku pikir, ruanganku sudah cukup mewah.
Ternyata ruang Direktur jauh lebih mewah.
Beruntung sekali bisa berada di perusahaan utama, di tempat dimana pemilik utama berada.
Aku merasa, sudah seperti pimpinan cabang saja. Aku terkikik geli dalam hati.
“Selamat siang Tuan, saya Gia. Ada yang bisa saya bantu Tuan?” aku mencoba memulai percakapan profesional.
Trriiiinnggg... Triiinngg
“wait a minute, please” (Tunggu sebentar)
Ternyata Tuan Lee mendapat telepon tepat setelah aku bertanya.
Tuan Lee mematikan teleponnya.
“Jadi Tuan, ada yang bisa saya lakukan untuk anda?” aku bertanya lagi untuk ke 5 kalinya.
Begitu terus setiap selesai aku bertanya.
Aahh.. aku hampir frustasi, ini yang ke enam kalinya.
“Nona bisa duduk di ruang baca saya sebelah sana? Saya menanggapi telepon saya sebentar. Saya akan segera kesana”
“Baik Tuan”
Aku membungkukkan badan dan berlalu menunggu Tuan Lee dengan pekerjaannya.
Aku pikir, pekerjaanku sudah benar-benar berat. Ternyata ada yang lebih berat rupanya.
Begitu pikirku.
Aku melihat koleksi buku di ruang baca ini. Jika ditotal, mungkin ada sekitar 7 jenis buku berbeda jika klasifikasinya dari segi bahasa.
Aah, aku semakin termotivasi mempelajari bahasa yang baru.
__ADS_1
Ada satu buku yang kurasa cukup menarik. Aku membaca sedikit. Tak lupa aku juga membaca judul dan penulisnya.
“Aku akan membelinya nanti” begitu pikirku.
Tiba-tiba, ada tangan yang melingkar di perutku.
Ku kucek sedikit mataku.
“Apa aku yang berkhayal?.. ahh, efek tak pernah pacaran” aku terkikik lagi.
Pelukan semakin erat. Sekarang ada kepala yang bersandar dibahuku. Setidaknya khayalan ini sudah semakin menggila.
“Satu.. Duaa.. Tiga.. Empat.. Lima...Enam..”
“Kau sedang menghitung apa?”
Aku yang mencoba menghilangkan khayalan ini dengan berhitung, mulai tersadar.
Oh my god, ini sungguhan.
“Aaaahhhhhhhhhhhh.. sungguhan” aku berteriak menjauh.
“apa yang sungguhan? Kau juga mencariku rupanya?”
“Mencari anda?, Ooh, maaf kan saya Tuan, saya tidak tahu itu Anda. Saya pikir, emm.. sudah, lupakan saja. Jadi, apa yang bisa saya bantu Tuan?”
“siapa? Kamu pikir aku siapa?”
“Oh tidak tuan, bisakah kita berbicara hal lain? Jadi mengapa saya dipanggil tuan? Ada yang bisa saya bantu?”
“Kau tidak mengingatku?”
“Tentu saya mengingat tuan, tuan adalah pimpinan perusahaan ini” Aku tersenyum.
Tuan Lee mengernyitkan keningnya.
“Kau tidak mengingatku rupanya, Nona ojek online”
“Ojek?” aku bertanya dalam hati.
__ADS_1
Ahh.. benar firasatku. Dia dan Lee adalah orang yang sama. Bodohnya aku.
*******”