Glitter Of Diamonds

Glitter Of Diamonds
Episode 12


__ADS_3

Mau apa kamu kesini." Khanza mengalihkan pembicaraan.


 


 


"Untuk memberikan mu ini." jawab Zeyn sambil menyerahkan sebuah kotak berisi makanan.


Khanza mengerutkan kening, lalu bertanya. "apa ini?."


"Buka saja" ujar zeyn


Khanza menerima dan membuka kotak makan.


"Ini makanan apa?" tanya Khanza.


"Seperti nasi tapi lebih halus dari nasi bentuknya bulat bulat kecil." sambung Khanza.


"Ah ya ini memang mirip nasi. Tapi, disini namanya adalah Kelkyo" jawab Zeyn.


"Eh kamu kenal nasi?" tanya Khanza dengan pelan.


"Oh ya yang lain belum keluar dari ruang makan, kenapa kamu sudah?." sambung Khanza.


"Aku tidak terlalu banyak makan, makanya lebih cepat selesai." jawab Zeyn.


"Oya bagaimana kamu bisa tau aku tidak ikut makan malam?." tanya Khanza.


"Banyak yang membicarakan kamu tadi." jawab Zeyb dengan santai.


"Tapi sebelum mereka membicarakan kamu aku juga sudah tau,. Aku sempat melihat kamu terduduk didepan ruang makan. Kamu pasti kehilangan potongan berlian itu lagi." sambung Zeyn.


Khanza menundukan kepala.


"Dan kurasa kamu tidak kehilangan satu potongan." ujar Zeyn.


Khanza mengangkat kepalanya, menoleh menatap Zeyn.


"Maksud kamu?"


"Sakit yang kamu rasakan tadi berlebihan lebih lama dari biasanya kan? Menurut ku ada dua potongan atau lebih yang hancur dalam satu waktu." jelas Zeyn.


Khanza tercengang. "Hancur dalam satu waktu? Bisa begitu ya?." tanya Khanza.


Zeyn mengangguk. "sudah kubilang kan kamu harus lebih berhati hati."


 


Khanza manyun. "Mereka jahat sekali. Semua orang disini jahat. Tidak ada yang bisa mengerti aku."


"Kamu baru bertemu beberapa orang Tidak semua nya. Jangan membuat kesimpulan negatif dulu. Kurasa kamu saja yang belum mengerti mereka." ujar Zeyn.


Khanza hendak membalas perkataan Zeyn, tapi Zeyn langsung menyela.


"kalau kamu mau di mengerti sama mereka kamu juga harus mengerti mereka juga." - Zeyn

__ADS_1


Khanza tertegun.


"Kamu masih punya banyak kesempatan. Lupakan saja kejadian sebelum nya. Sekarang ini yang terpenting, kamu tidak menyia nyiakan lagi." Zeyn mencoba menyemangati Khanza lagi.


"Sudahlah cepat sekarang makan saj. Sebelum mereka kembali." ujar Zeyn.


"Terima kasih." ucap Khanza ketika Zeyn membalikan badan dan hendak pergi.


Zeyn membalikkan badanya lalu tersenyum "bukan masalah"  laku Zeyn membalikan badan lalu berjalan.


Tepat saat Membalikkan badan Dan berjalan satu langkah, Zeyn melihat seseorang yang sedang mendekati nya. Khanza juga baru menyadari beberapa detik kemudian.


"Apa yang kamu lakukan disini Zeyn?".tanya Berry.


Zeyn diam, masih dengan tatapan terkejut.


"Ah, baiklah, sebenarnya aku tidak perlu menayakan hal basi itu. Aku sudah tau semuanya. Kamu sengaja selesai makan malam lebih cepat untuk menemui gadis ini dan berbagi makanan dengannya?" sindir Berry.


Berry menatap benci Khanza. Khanza terhenyak. Dia belum pernah merasakan perasaan seburuk itu.


 


" Tenang saja karena kamu sahabat ku, aku tidak akan memberi tahu kk Yenita kalau kamu melanggar perintah nya. Sekarang, kita cepat kembali ke kamar saja, "lanjut Berry


Zeyn sedikit merasa aneh. Tapi dia tidak mengerti apa itu.


 


" Baiklah kami pergi, sampai jumpa"ucap Berry.


Khanza  mengangguk Zeyn membalikan badan. Begitu juga Berry, tapi sekali lagi Khanza melihat tatapan benci itu.


Berry dan Zeyn menoleh lagi.


" Aku minta maaf. Maaf karena merepot kan kalian," ucap Khanza.


"dan maaf atas kejadian tadi siang Berry."


Bery tersenyum "Tidak apa-apa."


 


Zeyn dan Berry pergi. Khanza terhenyak. Tatapan itu? Tatapan apa.?


 


 


******


 


 


 

__ADS_1


"Kamu sungguh sudah memaaf kan gadis itu?." tanya Zeyn sambil menutup pintu kamar.


"Jangan bercanda kamu. Semudah itukah aku bisa memaaf kanya? Aku tidak terima. Dia yang melakukan hal menyakitkan hanya dihukum kehilangan satu potongan berlian. AKU TIDAK TERIMA!."


Zeyn tersentak. "Tapu dia pasti tidak bersungguh sungguh mengatakan nya. Dia hanya terbawa emosi."


"tetap tidak adil! Gafis itu hatus mendapatkan hukuman lebih. Bukan hanya hancurnya satu potongan berlian. Aku mau semua poyongan berliannya hancur."


"Jadi kamu mau apa?" tanya Zeyn.


"Aku mau balas dendam. Aku akan menghancurkan nya!" jawab Berry berteriak.


"Akan aku hancurkan semua potongan berlian itu. Akan aku hancurkan dirinya dan hidupnya.!" sambung Zeyn dengan nada tinggi.


"Kamu tidak akan nekat mendatangi tempat rahasia yang menyimpan semua potongan berlian itukan? Tidak senekat itu kan?" tanya Zeyn dengan khawatir.


"Demi menuntaskan kemarahan, memangnya apa yang aku takutkan? Aku akan kesana dan tidak ada yang bisa menghalangiku. Tidak ada yang bisa mengahalangi niat bulatku." tegas Berry.


Zeyn mendelik. "TIDAK BOLEH. Kamu benar-benar tidak boleh kesana!".


"Sudah kubilang. TIDAK ADA YANG BISA MENGHALANGI NIAT BULATKU" jawab Berry dengan lantang.


"Aku mohin untuk kali ini.... Kamu sungguh tidak bileh kesana."


"kenapa? Kamu tidak ingin gadi itu gagal kan? Kamu membela nya?" sindir Berry.


"percuma kamu kesana. Pintunya terkunci amat rapat dan bahkan sampai sebelum kesana, kamu akan di halangi banyak jebakan. Aku tidak mau kamu hancurkan kehidupan mu sendiri hanya untuk balas dendam." jelas Zeyn.


"kamu tenang saja, aku tidak akan gagal" jawab Berry.


"pikirkanlah kembali, aku mohon, demi sahabat mu ini." bujuk Zeyn.


Berry diam. Terdiam lama. Kemudian tersenyum.


"Terima kasih Zeyn, kamu telah mengingatkan ku." jawab Berry.


Zeyn mulai lega. Tapi, dia tidak bisa memastikan Berry akan memilih kaputusan apa. Ternyata, Berry masih sama seperti dahulu, sifat pendendamnya masih melekat kuat.


 


 


 


 


 


 


 


 


**Hallo readers ini adalah novel pertama author maaf jika ada kesalahan typo atau yang lainnya. **

__ADS_1


Beri like dan favorite kan episode kesukaan kalian


**Terimakasih **


__ADS_2